alexametrics
27.6 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Percepat Pemulihan Ekonomi, Buleleng Rancang Pinjaman PEN 

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tawaran Pemerintah Pusat untuk memberikan program pinjaman kepada daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, disambut positif Pemkab Buleleng. Bahkan, Buleleng berencana akan mengajukan permohonan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke pusat.

Rencana pinjaman daerah itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105 tahun 2020 tentang Pengelolaan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional Untuk Pemerintah Daerah. Menariknya, pinjaman ini bersifat lunak kepada pemerintah daerah, karena tidak dikenakan bunga.

Program dari Pemerintah Pusat itu kemudian disampaikan langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana kepada anggota DPRD Buleleng. Program disampaikan di sela pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) di ruang gabungan Komisi, Rabu, (26/8) siang.

Bupati Suradnyana menjelaskan, pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah ini merupakan dukungan pembiayaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daerah. Bentuknya berupa pinjaman untuk digunakan dalam rangka melakukan percepatan pemulihan ekonomi daerah sebagai bagian dari Program PEN.

Baca Juga :  Joged Mebarung Ingin Hapus Kesan Jaruh

“Pemerintah sedang berupaya menggerakkan sektor ekonomi di masyarakat. Pinjaman tanpa bunga untuk membuat proyek daerah yang tidak selesai. Sehingga proyek ini menyerap tenaga kerja, dan bisa ekonomi lebih bergerak,” jelasnya.

Suradnyana menyebut, Buleleng berencana akan mengambil pinjaman PEN tersebut. Terlebih lagi tidak ada suku bunga yang dikenakan atau bunga nol persen. Pihaknya bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah akan segera menyusun perencanaan.

Hanya saja, saat ini belum bisa dipastikan sektor mana yang akan menjadi prioritas dalam perencanaan yang akan diajukan untuk mendapatkan pinjaman PEN Daerah. Namun, dalam dua minggu kedepan, dipastikan jika semua perencanaan sudah rampung.

Pihaknya pun akan merencanakan secara matang apa yang akan dijadikan prioritas untuk peminjaman PEN ini. Termasuk memilah dan memilih program apa saja yang bisa didanai nantinya. Seperti pertanian dengan pengadaan irigasi guna menyebarkan atau membagi air. Pun dengan proyek-proyek yang akan memberikan nilai kepada masyarakat nantinya, sehingga perekonomian bisa bergerak.

Baca Juga :  RSUP Sanglah Isolasi Mandiri 175 Pegawai

Suradnyana optimis, dengan dana pinjaman ini masyarakat bisa bekerja. Bila masyarakat bekerja, perekonomian dijamin pasti berputar. Pemerintah pusat, sebut Suradnyana, juga meyakini dengan pinjaman yang bisa dibayar dalam jangka waktu 10 tahun ini, bisa menggerakkan sektor informal. 

“Orang bunganya nol persen harus ambil, biar hidup perekonomian masyarakat. Kunci dari pada pinjaman ini adalah perencanaannya,” pungkas Suradnyana. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Tawaran Pemerintah Pusat untuk memberikan program pinjaman kepada daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, disambut positif Pemkab Buleleng. Bahkan, Buleleng berencana akan mengajukan permohonan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke pusat.

Rencana pinjaman daerah itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105 tahun 2020 tentang Pengelolaan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional Untuk Pemerintah Daerah. Menariknya, pinjaman ini bersifat lunak kepada pemerintah daerah, karena tidak dikenakan bunga.

Program dari Pemerintah Pusat itu kemudian disampaikan langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana kepada anggota DPRD Buleleng. Program disampaikan di sela pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) di ruang gabungan Komisi, Rabu, (26/8) siang.

Bupati Suradnyana menjelaskan, pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah ini merupakan dukungan pembiayaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Pemerintah Daerah. Bentuknya berupa pinjaman untuk digunakan dalam rangka melakukan percepatan pemulihan ekonomi daerah sebagai bagian dari Program PEN.

Baca Juga :  RSUP Sanglah Isolasi Mandiri 175 Pegawai

“Pemerintah sedang berupaya menggerakkan sektor ekonomi di masyarakat. Pinjaman tanpa bunga untuk membuat proyek daerah yang tidak selesai. Sehingga proyek ini menyerap tenaga kerja, dan bisa ekonomi lebih bergerak,” jelasnya.

Suradnyana menyebut, Buleleng berencana akan mengambil pinjaman PEN tersebut. Terlebih lagi tidak ada suku bunga yang dikenakan atau bunga nol persen. Pihaknya bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah akan segera menyusun perencanaan.

Hanya saja, saat ini belum bisa dipastikan sektor mana yang akan menjadi prioritas dalam perencanaan yang akan diajukan untuk mendapatkan pinjaman PEN Daerah. Namun, dalam dua minggu kedepan, dipastikan jika semua perencanaan sudah rampung.

Pihaknya pun akan merencanakan secara matang apa yang akan dijadikan prioritas untuk peminjaman PEN ini. Termasuk memilah dan memilih program apa saja yang bisa didanai nantinya. Seperti pertanian dengan pengadaan irigasi guna menyebarkan atau membagi air. Pun dengan proyek-proyek yang akan memberikan nilai kepada masyarakat nantinya, sehingga perekonomian bisa bergerak.

Baca Juga :  Kucuran Dana Pusat Dipangkas, Pemkab Buleleng Kelimpungan

Suradnyana optimis, dengan dana pinjaman ini masyarakat bisa bekerja. Bila masyarakat bekerja, perekonomian dijamin pasti berputar. Pemerintah pusat, sebut Suradnyana, juga meyakini dengan pinjaman yang bisa dibayar dalam jangka waktu 10 tahun ini, bisa menggerakkan sektor informal. 

“Orang bunganya nol persen harus ambil, biar hidup perekonomian masyarakat. Kunci dari pada pinjaman ini adalah perencanaannya,” pungkas Suradnyana. 


Most Read

Artikel Terbaru

/