alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Antisipasi Kemungkinan Overload, Pertimbangkan Isoter Berbasis Desa

TABANAN, BALI EXPRESS – Kebijakan penerapan isolasi terpusat atau isoter di Tabanan telah berlangsung hampir dua pekan. Bahkan penerapannya dibawa kendali unsur TNI dan Polri.

 

Dua tempat telah dioptimalkan sebagai lokasi isoter, Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) dan salah satu hotel di Denpasar. Sejauh ini, daya tampung pada dua lokasi tersebut diklaim masih memadai.

 

Seperti ditegaskan Komandan Daerah Distrik Militer (Dandim) 1619/Tabanan, Letkol Inf Ferry Adianto, Kamis (26/8).

 

Namun bila dua tempat isoter yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan tersebut telah penuh atau overload, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan lagi.

 

“Tingkat terkonfirmasi positif di Kabupaten Tabanan masih tinggi sehingga ini perlu menjadi perhatian untuk diantisipasi. Agar pemerintah daerah menyediakan tempat isoter baru,” jelasnya.

 

Diakuinya, dari beberapa kali evaluasi dan pembahasan bersama, ada wacana untuk melakukan penambahan tempat isoter. Namun wacana itu baru sebatas survei tempat yang dinilai layak.

 

“Dan khusus isoter berbasis desa maupun kecamatan, memang perlu koordinasi dan perencanaan yang baik. Bila ada tempat (di desa atau kecamatan) akan lebih baik. Tapi kalau tidak ada, itu juga akan jadi kendala,” sebutnya.

 

Sebab, isoter memerlukan tempat benar-benar mendukung kegiatan isolasi. Kemudian sisi pengawasannya, khususnya kesiapan dari segi tenaga kesehatan yang mengontrol kondisi pasien setiap saat.

 

“Kalau nanti mampu menyiapkan nakes untuk mengawasi akan sangat membantu sekali dalam hal mengurangi angka penyebaran,” jelasnya.

 

Mengenai kriteria tempat isoter cadangan, Ferry menyebutkan setidaknya tempat yang disiapkan benar-benar menunjang. Baik untuk tempat tidurnya. Ventilasi atau sirkulasi udaranya. Maupun sanitasinya. “Memang harus ada analisa dari pihak kesehatan,” imbuh Ferry.

 

Setidaknya tempat-tempat cadangan ini di antaranya mes, bangunan sekolah, bahkan tidak menutup kemungkinan vila yang kosong bila pemilik atau pengelolanya berkenan.

 

“Akan sangat baik (bila ada). Tinggal kontrol dari tenaga kesehatannya. Kemudian pengawasan dari pihak desa maupun satgas gotong royong,” sambungnya lagi.

 

Terkait survei tempat, pihaknya sudah menginvetarisasi beberapa tempat cadangan yang dipandang siap dimanfaatkan sebagai isoter bila dua tempat yang ada saat ini sudah penuh.

 

“Untuk sementara ini belum (isoter berbasis desa atau kecamatan). Tetapi potensinya ada. Bila semua unsur bergerak. Bahkan di Kecamatan Kediri sudah ada (yang disiapkan). Di sana sudah disiapkan eks kantor desa. Cuma sekarang ini fokus memenuhi isoter yang ada. Ini sebagai cadangan bila yang ada sekarang tidak lagi mencukupi,” pungkasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Kebijakan penerapan isolasi terpusat atau isoter di Tabanan telah berlangsung hampir dua pekan. Bahkan penerapannya dibawa kendali unsur TNI dan Polri.

 

Dua tempat telah dioptimalkan sebagai lokasi isoter, Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) dan salah satu hotel di Denpasar. Sejauh ini, daya tampung pada dua lokasi tersebut diklaim masih memadai.

 

Seperti ditegaskan Komandan Daerah Distrik Militer (Dandim) 1619/Tabanan, Letkol Inf Ferry Adianto, Kamis (26/8).

 

Namun bila dua tempat isoter yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan tersebut telah penuh atau overload, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan lagi.

 

“Tingkat terkonfirmasi positif di Kabupaten Tabanan masih tinggi sehingga ini perlu menjadi perhatian untuk diantisipasi. Agar pemerintah daerah menyediakan tempat isoter baru,” jelasnya.

 

Diakuinya, dari beberapa kali evaluasi dan pembahasan bersama, ada wacana untuk melakukan penambahan tempat isoter. Namun wacana itu baru sebatas survei tempat yang dinilai layak.

 

“Dan khusus isoter berbasis desa maupun kecamatan, memang perlu koordinasi dan perencanaan yang baik. Bila ada tempat (di desa atau kecamatan) akan lebih baik. Tapi kalau tidak ada, itu juga akan jadi kendala,” sebutnya.

 

Sebab, isoter memerlukan tempat benar-benar mendukung kegiatan isolasi. Kemudian sisi pengawasannya, khususnya kesiapan dari segi tenaga kesehatan yang mengontrol kondisi pasien setiap saat.

 

“Kalau nanti mampu menyiapkan nakes untuk mengawasi akan sangat membantu sekali dalam hal mengurangi angka penyebaran,” jelasnya.

 

Mengenai kriteria tempat isoter cadangan, Ferry menyebutkan setidaknya tempat yang disiapkan benar-benar menunjang. Baik untuk tempat tidurnya. Ventilasi atau sirkulasi udaranya. Maupun sanitasinya. “Memang harus ada analisa dari pihak kesehatan,” imbuh Ferry.

 

Setidaknya tempat-tempat cadangan ini di antaranya mes, bangunan sekolah, bahkan tidak menutup kemungkinan vila yang kosong bila pemilik atau pengelolanya berkenan.

 

“Akan sangat baik (bila ada). Tinggal kontrol dari tenaga kesehatannya. Kemudian pengawasan dari pihak desa maupun satgas gotong royong,” sambungnya lagi.

 

Terkait survei tempat, pihaknya sudah menginvetarisasi beberapa tempat cadangan yang dipandang siap dimanfaatkan sebagai isoter bila dua tempat yang ada saat ini sudah penuh.

 

“Untuk sementara ini belum (isoter berbasis desa atau kecamatan). Tetapi potensinya ada. Bila semua unsur bergerak. Bahkan di Kecamatan Kediri sudah ada (yang disiapkan). Di sana sudah disiapkan eks kantor desa. Cuma sekarang ini fokus memenuhi isoter yang ada. Ini sebagai cadangan bila yang ada sekarang tidak lagi mencukupi,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/