alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Program Diskon Pajak Kendaraan Baru Tercapai Rp 125 Miliar

DENPASAR, BALI EXPRESS –  Wajib pajak kendaraan bermotor nampaknya antusias memanfaatkan  diskon pajak. Sampai (24/8) tercatat pendapatan dari program tersebut sebesar Rp 125 miliar, sementara target yang dipasang sebesar Rp 200 miliar.  

Diskon pajak yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembebasan Pokok Pajak Serta Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga dan Denda Terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II, sangat menguntungkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. 

Kepala Bapenda Provinsi Bali Made Santha menjelaskan sisa kekurangan itu akan tercapai target dalam empat bulan kedepan. “24 Agustus  sudah mencapai Rp 125 miliar lebih, target  Rp 200 miliar sampai 17 Desember. Jadi ada sisa waktu 3,5 bulan atau 4 bulan jalan,” jelasnya, Kamis (26/8).

Disebutkannya, respon masyarakat dengan program tersebut sangat luar biasa. Sebab kebijakan diskon pajak, atau program pro rakyat ini sebelumnya memang tidak pernah terjadi. “Kebijakan gubernur dalam hal ini melalui Pergub 21  tahun 2021 memang benar-benar membuat kebijakan pro rakyat,” ujarnya. 

 Santha menambahkan, program itu  memang untuk memperhatikan rakyat yang sangat susah dalam situasi pandemi Covid 19 ini. Namun di sisi lain rakyat sangat berkeinginan berpartisipasi dalam bidang pajak daerah. “Karena diskon pajak ini dilanjutkan dengan kebijakan pemutihan. Diskon pajak cukup dulu karena sampai 3 September, selanjutnya pemutihan 4 September -17 Desember,” terang dia. 

Ditambahkannya, dalam program pemutihan masyarakat tetap mendapat keringanan  dan kebebasan dari aspek denda dan bunga. “Bedanya pada saat diskon pajak itu cukup hanya membayar 2 tahun saja. Kalau pemutihan, dihitung diatas 2 tahun  maksimal 5 tahun tetap membayar pokok, hanya bebas bunga dan denda,” tandas Santha.

 

 


DENPASAR, BALI EXPRESS –  Wajib pajak kendaraan bermotor nampaknya antusias memanfaatkan  diskon pajak. Sampai (24/8) tercatat pendapatan dari program tersebut sebesar Rp 125 miliar, sementara target yang dipasang sebesar Rp 200 miliar.  

Diskon pajak yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembebasan Pokok Pajak Serta Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga dan Denda Terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II, sangat menguntungkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. 

Kepala Bapenda Provinsi Bali Made Santha menjelaskan sisa kekurangan itu akan tercapai target dalam empat bulan kedepan. “24 Agustus  sudah mencapai Rp 125 miliar lebih, target  Rp 200 miliar sampai 17 Desember. Jadi ada sisa waktu 3,5 bulan atau 4 bulan jalan,” jelasnya, Kamis (26/8).

Disebutkannya, respon masyarakat dengan program tersebut sangat luar biasa. Sebab kebijakan diskon pajak, atau program pro rakyat ini sebelumnya memang tidak pernah terjadi. “Kebijakan gubernur dalam hal ini melalui Pergub 21  tahun 2021 memang benar-benar membuat kebijakan pro rakyat,” ujarnya. 

 Santha menambahkan, program itu  memang untuk memperhatikan rakyat yang sangat susah dalam situasi pandemi Covid 19 ini. Namun di sisi lain rakyat sangat berkeinginan berpartisipasi dalam bidang pajak daerah. “Karena diskon pajak ini dilanjutkan dengan kebijakan pemutihan. Diskon pajak cukup dulu karena sampai 3 September, selanjutnya pemutihan 4 September -17 Desember,” terang dia. 

Ditambahkannya, dalam program pemutihan masyarakat tetap mendapat keringanan  dan kebebasan dari aspek denda dan bunga. “Bedanya pada saat diskon pajak itu cukup hanya membayar 2 tahun saja. Kalau pemutihan, dihitung diatas 2 tahun  maksimal 5 tahun tetap membayar pokok, hanya bebas bunga dan denda,” tandas Santha.

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/