alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Rutan Polresta Overload, 50 Persen Tahanan Narkoba

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mako Polresta Denpasar mendapat kunjungan dari Team Biro Provos Divpropam Polri pada Rabu (25/8), sekitar pukul 13.35. Kedatangan team yang diketuai oleh Kombespol Jannus P Siregar dalam rangka melaksanakan pengecekan tahanan, penjagaan Mako, VIP serta protokol kesehatan Covid-19 di Polda Bali dan Jajarannya.

Tim yang berjumlah empat orang itu diterima langsung oleh Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana. “Kegiatan ini tidak terlepas dari kesiapan dalam pengamanan markas termasuk juga adanya terobosan kreatif dalam pengamanan ruang tahanan yang ada di Mako Polresta Denpasar,” ujar Kombespol Jannus.

Lanjut dijelaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Wakapolda Bali mengenai tahanan yang selama ini masih dualisme dalam penjagaan. Baik dilaksanakan oleh Tahti ataupun yang dilaksanakan oleh Yanma. Tetapi hal itu sejatinya diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap), yakni masalah perawatan tahanan merupakan tugas dari Tahti dan penjagaannya oleh Yanma.

“Jangan sampai ada jurang pemisah, bila terjadi sesuatu sebagai misal ada tahanan lari ataupun tahanan gantung diri biar tidak timpang tindih masalah tanggungjawabnya,” bebernya. Selain itu, Penempatan khusus (Patsus) bagi anggota Polri yang melanggar ketentuan juga disoroti. Patsus yang wajib dilakukan selama 24 jam jangan sampai hanya sebagai pajangan, tetapi bisa memberikan efek jera bagi anggota.

Selama anggota Polri menjalani hukuman disiplin dalam Patsus, ruang gerak mereka harus dibatasi. Seperti dilarang membawa HP, harus tetap menggunakan pakaian dinas serta pintu sel harus tetap terkunci sehingga dapat membuat efek jera. Ini dilakukan bukan sebagai pelampiasan, namun dalam pelaksanaannya tetap harus ada pembatasan-pembatasan.

Dari sisi Sistem Pengamanan Markas ataupun kontijensi dalam situasi darurat seperti bencana alam, teroris atau kejadian menonjol yang perlu penanganan khusus, pihaknya menyebut Polresta memerlukan Alarm panggilan dengan suara yang berbeda. Agar personil dapat langsung memahami dan mengerti tentang peristiwa yang terjadi di wilayah hukumnya. Sedangkan penerapan prokes dan penanganan Covid-19 di Mapolresta dinilai sudah baik.

Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana menyampaikan sebuah kendala yang dihadapi, yakni tahanan yang menghuni Rutan Mako Polresta Denpasar mengalami overload atau kelebihan kapasitas. Hal itu disebutnya tak lepas dari pihak Lapas masih menitipkan tahanannya, padahal sudah inkrah. 

“Kasat Tahti sudah koordinasi dengan Kasi Pidum dan juga dengan Penuntut umum namun kendala di Lapas tahanan juga penuh karena Covid 19,” tuturnya. Adapun kelebihan tahanan yang menghuni Rutan Mako Polresta Denpasar setengahnya atau 50 persen adalah dari kasus Narkoba. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Mako Polresta Denpasar mendapat kunjungan dari Team Biro Provos Divpropam Polri pada Rabu (25/8), sekitar pukul 13.35. Kedatangan team yang diketuai oleh Kombespol Jannus P Siregar dalam rangka melaksanakan pengecekan tahanan, penjagaan Mako, VIP serta protokol kesehatan Covid-19 di Polda Bali dan Jajarannya.

Tim yang berjumlah empat orang itu diterima langsung oleh Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana. “Kegiatan ini tidak terlepas dari kesiapan dalam pengamanan markas termasuk juga adanya terobosan kreatif dalam pengamanan ruang tahanan yang ada di Mako Polresta Denpasar,” ujar Kombespol Jannus.

Lanjut dijelaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Wakapolda Bali mengenai tahanan yang selama ini masih dualisme dalam penjagaan. Baik dilaksanakan oleh Tahti ataupun yang dilaksanakan oleh Yanma. Tetapi hal itu sejatinya diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap), yakni masalah perawatan tahanan merupakan tugas dari Tahti dan penjagaannya oleh Yanma.

“Jangan sampai ada jurang pemisah, bila terjadi sesuatu sebagai misal ada tahanan lari ataupun tahanan gantung diri biar tidak timpang tindih masalah tanggungjawabnya,” bebernya. Selain itu, Penempatan khusus (Patsus) bagi anggota Polri yang melanggar ketentuan juga disoroti. Patsus yang wajib dilakukan selama 24 jam jangan sampai hanya sebagai pajangan, tetapi bisa memberikan efek jera bagi anggota.

Selama anggota Polri menjalani hukuman disiplin dalam Patsus, ruang gerak mereka harus dibatasi. Seperti dilarang membawa HP, harus tetap menggunakan pakaian dinas serta pintu sel harus tetap terkunci sehingga dapat membuat efek jera. Ini dilakukan bukan sebagai pelampiasan, namun dalam pelaksanaannya tetap harus ada pembatasan-pembatasan.

Dari sisi Sistem Pengamanan Markas ataupun kontijensi dalam situasi darurat seperti bencana alam, teroris atau kejadian menonjol yang perlu penanganan khusus, pihaknya menyebut Polresta memerlukan Alarm panggilan dengan suara yang berbeda. Agar personil dapat langsung memahami dan mengerti tentang peristiwa yang terjadi di wilayah hukumnya. Sedangkan penerapan prokes dan penanganan Covid-19 di Mapolresta dinilai sudah baik.

Wakapolresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana menyampaikan sebuah kendala yang dihadapi, yakni tahanan yang menghuni Rutan Mako Polresta Denpasar mengalami overload atau kelebihan kapasitas. Hal itu disebutnya tak lepas dari pihak Lapas masih menitipkan tahanannya, padahal sudah inkrah. 

“Kasat Tahti sudah koordinasi dengan Kasi Pidum dan juga dengan Penuntut umum namun kendala di Lapas tahanan juga penuh karena Covid 19,” tuturnya. Adapun kelebihan tahanan yang menghuni Rutan Mako Polresta Denpasar setengahnya atau 50 persen adalah dari kasus Narkoba. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/