alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Stok Plasma Konvalesen di PMI Bali Terbatas

SINGARAJA, BALI EXPRESS –  Kebutuhan akan plasma konvalesen di Bali masih tinggi. Para pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sangat membutuhkan donor plasma konvalesen untuk membantu terapi penyembuhan. Namun stok plasma konvalesen yang ada di PMI Bali kini terbatas. Hal itu tak sebanding dengan keberadaan pasien yang masih terbilang tinggi.

Kasubbid Distribusi dan Pretranfusi, UPTD PMI Bali, Nyoman Sastrini menjelaskan, plasma konvalesen dari penyintas covid-19, saat ini masih digunakan sebagai terapi pengobatan bagi, para pasien covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Di Bali, donor plasma konvalesen hanya mampu dilakukan oleh PMI Provinsi Bali. Ketersediaan stok plasma konvalesen, pun masih sangat terbatas, dan keterbutuhannya sangat tinggi. Dengan masih tingginya keterbutuhan plasma kovalesen, diharapkan bagi penyintas covid bersedia melakukan donor plasma, untuk terapi kesembuhan pasien covid-19, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Kami berharap bagi para penyintas rela mendonorkan plasma konvalesen untuk para pasien yang membutuhkan plasma konvalesen itu,” harapnya.

Sastrini menyatakan durasi waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan plasma saat donor berbeda-beda, tergantung dari cara dan tekniknya. “Hari ini ada sebanyak 25 orang yang diambil donor plasma. Prosesnya berbeda-beda, kalau yang manual sekitar 10-15 menit tapi kalau pakai mesin itu sekitar 1 jam. Agak lama. Kalau stok plasma saat ini memang masih kurang dan keperluan pasien untuk konvalesen ini lumayan banyak,” terangnya.

Sementara, itu Sertu Edi Wira Darmada, Anggota Kodim 1609/Buleleng mengaku sebagai seorang penyintas dirinya merasa patut melakukan donor konvalesen untuk membantu terapi penyembuhan bagi para pasien covid-19. “Ini kan kemanusiaan. Seneng aja bisa bantu. Karena kita punya keluarga suatu saat nanti pasti aka butuh bantuan orang lain juga. mungkin ini saatnya kita membantu dan member kepada orang lain,” kata dia.

Sebelumnya Sertu Edi dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 30 Juli 2021. Kemudian ia harus menjalani karantina di isoter yang berlokasi di Kompi C Desa Kubutambahan. Selang 10 hari kemudian pada tanggal 10 Agustus lalu ia kembali menjalani tes swab antigen dan hasilnya negatif. Ia pun diperbolehkan pulang. Setelah dua minggu ia pun rela mendonorkan plasmanya. Selain karena kesadaran sendiri, donor plasma ini juga merupakan perintah dari Dandim 1609/Buleleng yang mewajibkan anggota TNI penyintas untuk melakukan donor plasma. “Diambil darahnya sih gak sakit, tapi kesemutan. Mungkin karena tangannya ga boleh gerak-gerak jadi kesemutan. Positif terhitung tanggal 30 juli, langsung isoter di Kmpi C. 10 hari kemudian saya di rapid antigen lagi sekitar tanggal 9 agustus dan hasilnya negative. Syarat bisa donor kan 2 minggu dari hasil negative. Dan saya sudah lebih dari itu. Makanya bisa donor plasma,” paparnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS –  Kebutuhan akan plasma konvalesen di Bali masih tinggi. Para pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sangat membutuhkan donor plasma konvalesen untuk membantu terapi penyembuhan. Namun stok plasma konvalesen yang ada di PMI Bali kini terbatas. Hal itu tak sebanding dengan keberadaan pasien yang masih terbilang tinggi.

Kasubbid Distribusi dan Pretranfusi, UPTD PMI Bali, Nyoman Sastrini menjelaskan, plasma konvalesen dari penyintas covid-19, saat ini masih digunakan sebagai terapi pengobatan bagi, para pasien covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Di Bali, donor plasma konvalesen hanya mampu dilakukan oleh PMI Provinsi Bali. Ketersediaan stok plasma konvalesen, pun masih sangat terbatas, dan keterbutuhannya sangat tinggi. Dengan masih tingginya keterbutuhan plasma kovalesen, diharapkan bagi penyintas covid bersedia melakukan donor plasma, untuk terapi kesembuhan pasien covid-19, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Kami berharap bagi para penyintas rela mendonorkan plasma konvalesen untuk para pasien yang membutuhkan plasma konvalesen itu,” harapnya.

Sastrini menyatakan durasi waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan plasma saat donor berbeda-beda, tergantung dari cara dan tekniknya. “Hari ini ada sebanyak 25 orang yang diambil donor plasma. Prosesnya berbeda-beda, kalau yang manual sekitar 10-15 menit tapi kalau pakai mesin itu sekitar 1 jam. Agak lama. Kalau stok plasma saat ini memang masih kurang dan keperluan pasien untuk konvalesen ini lumayan banyak,” terangnya.

Sementara, itu Sertu Edi Wira Darmada, Anggota Kodim 1609/Buleleng mengaku sebagai seorang penyintas dirinya merasa patut melakukan donor konvalesen untuk membantu terapi penyembuhan bagi para pasien covid-19. “Ini kan kemanusiaan. Seneng aja bisa bantu. Karena kita punya keluarga suatu saat nanti pasti aka butuh bantuan orang lain juga. mungkin ini saatnya kita membantu dan member kepada orang lain,” kata dia.

Sebelumnya Sertu Edi dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 30 Juli 2021. Kemudian ia harus menjalani karantina di isoter yang berlokasi di Kompi C Desa Kubutambahan. Selang 10 hari kemudian pada tanggal 10 Agustus lalu ia kembali menjalani tes swab antigen dan hasilnya negatif. Ia pun diperbolehkan pulang. Setelah dua minggu ia pun rela mendonorkan plasmanya. Selain karena kesadaran sendiri, donor plasma ini juga merupakan perintah dari Dandim 1609/Buleleng yang mewajibkan anggota TNI penyintas untuk melakukan donor plasma. “Diambil darahnya sih gak sakit, tapi kesemutan. Mungkin karena tangannya ga boleh gerak-gerak jadi kesemutan. Positif terhitung tanggal 30 juli, langsung isoter di Kmpi C. 10 hari kemudian saya di rapid antigen lagi sekitar tanggal 9 agustus dan hasilnya negative. Syarat bisa donor kan 2 minggu dari hasil negative. Dan saya sudah lebih dari itu. Makanya bisa donor plasma,” paparnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/