Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Buat Antisipasi Dini, Pelayan Publik Dites Sebulan Sekali

26 September 2021, 18: 18: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Buat Antisipasi Dini, Pelayan Publik Dites Sebulan Sekali

Kepala Diskes Tabanan dr I Nyoman Suratmika. (Dok.Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pemeriksaan atau tes Covid-19 terhadap pelayan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan akan digencarkan lagi. Hal ini diawali dengan tes rapid antigen terhadap pelayan publik di bidang kesehatan seperti petugas Puskesmas.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi lebih awal risiko penyebaran Covid-19 di lingkungan pelayanan publik. Khususnya untuk kasus-kasus positif tanpa gejala.

Dari pelayan publik di bidang kesehatan, kegiatan ini akan dikembangkan ke seluruh pelayan publik pada organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemkab Tabanan. Terlebih mereka yang memberikan pelayanan secara tatap muka.

Baca juga: 6 Bocah Dibekuk, Ternyata Pencuri Tutup Gorong-Gorong yang Viral

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan dr I Nyoman Suratmika, langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dini. Kendati tingkat penyebaran Covid-19 di Tabanan sudah cenderung melandai. Dan ini sudah disepakati dalam rapat koodinasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten.

"Sebetulnya dalam edaran Menkes sudah diatur agar pelayan publik di bidang kesehatan setidaknya tes sebulan sekali. Karena memiliki risiko terpapar paling tinggi," jelas dr Suratmika, Minggu (26/9).

Hanya saja, sambung dia, hal ini baru bisa diefektifkan saat sekarang karena sebelumnya petugas kesehatan masih difokuskan untuk menanggulangi lonjakan kasus.

"Menurunnya kasus saat ini kami jadikan momen untuk melakukan percepatan penanganan," sambungnya.

Meski demikian, pemeriksaan atau tes terhadap pelayan publik ini tidak bisa dilakukan serta merta. Mengingat keterbatasan alat pemeriksaan serta jumlah petugas tes itu sendiri.

Sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Jumlah sasaran pemeriksaan dibatasi 50 sampai seratus orang dalam satu kali pelaksanaannya. Menurutnya, selain petugas kesehatan, petugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah membuat jadwal pemeriksaan.

Di luar upaya antisipasi tersebut, dr Suratmika memberikan gambaran bahwa saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Tabanan cenderung menurun. Bahkan tingkat keterisian di ruang baik di rumah sakit atau isolasi terpusat cenderung menurun.

"Tetapi kami tetap mengimbau agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Jangan sampai penyebarannya meningkat lagi," pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia