26.5 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Buntut Kasus Perampasan Mobil Oleh WNA Jerman

Bule Ini Diduga Berhalusinasi, Minta Korban Ngebut Sebelum Rampas Mobil

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Class Riese, 56 WNA asal Jerman ditetapkan jadi tersangka paska kejadian perampasan mobil travel. WNA Yang sudah 5 bulan berada di Pemuteran, Kecamatan Gerokgak ini ditahan di Polres Buleleng. Dalam rilis yang dilakukan Senin (26/9) siang, Class Riese dihadirkan. Dengan menggunakan seragam oranye dan tangan terborgol ia berdiri dan dikawal pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika menjelaskan, sebelum tersangka membawa kabur mobil travel yang dikendarai Ikhwanul, ia meminta korban untuk memacu kendaraannya lebih kencang. Tersangka merasa ad yang mengikutinya. “Dari pengakuannya si tersangka saat perjalanan dari Pemuteran merasa ada yang mengikuti dan akhirnya berhenti di SPBU,” kata dia.

Saat di SPBU, tersangka Class berhasil merebut kunci kendaraan. Kemudian ia lanjut memacu kendaraannya dengan ugal-ugalan hingga menabrak salah satu bangunan di SPBU Desa Banjarasem, Seririt. “Sempat nabrak juga di sana. Di jalan memang sempat menyenggol beberapa kendaraan juga seperti yang ada di video yang sudah viral itu,” tambahnya.

Disinggung soal halusinasi yang dialami tersangka, Hadimastika menyebut tidak ada indikasi obat-obatan yang menyebabkan terjadinya halusinasi. Begitu pula dengan tanda-tanda gangguan kejiwaan yang dialami. Pihak kepolisian pun akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap tersangka. “Kami nanti akan melakukan pemeriksaan terhadap psikologis tersangka, apakah dia ada gangguan kejiwaan atau mengalami halusinasi dan semacamnya,” kata dia.

Untuk sementara WNA yang diketahui berprofesi sebagai pengajar di negaranya itu ditahan di rutan Polres Buleleng. Proses hukum akibat kejadian itu masih tetap berjalan dan Polres Buleleng juga akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Singaraja terkait penanganannya. “Dia sudah ada di Bali selama 2 tahun dan di Buleleng tepatnya di desa Pemuteran itu 5 bulan. Dan dia datang ke Bali itu dengan visa liburan, sampai saat ini bisanya masih aktif dan masih berlaku,” ujarnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Class Riese, 56 WNA asal Jerman ditetapkan jadi tersangka paska kejadian perampasan mobil travel. WNA Yang sudah 5 bulan berada di Pemuteran, Kecamatan Gerokgak ini ditahan di Polres Buleleng. Dalam rilis yang dilakukan Senin (26/9) siang, Class Riese dihadirkan. Dengan menggunakan seragam oranye dan tangan terborgol ia berdiri dan dikawal pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika menjelaskan, sebelum tersangka membawa kabur mobil travel yang dikendarai Ikhwanul, ia meminta korban untuk memacu kendaraannya lebih kencang. Tersangka merasa ad yang mengikutinya. “Dari pengakuannya si tersangka saat perjalanan dari Pemuteran merasa ada yang mengikuti dan akhirnya berhenti di SPBU,” kata dia.

Saat di SPBU, tersangka Class berhasil merebut kunci kendaraan. Kemudian ia lanjut memacu kendaraannya dengan ugal-ugalan hingga menabrak salah satu bangunan di SPBU Desa Banjarasem, Seririt. “Sempat nabrak juga di sana. Di jalan memang sempat menyenggol beberapa kendaraan juga seperti yang ada di video yang sudah viral itu,” tambahnya.

Disinggung soal halusinasi yang dialami tersangka, Hadimastika menyebut tidak ada indikasi obat-obatan yang menyebabkan terjadinya halusinasi. Begitu pula dengan tanda-tanda gangguan kejiwaan yang dialami. Pihak kepolisian pun akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap tersangka. “Kami nanti akan melakukan pemeriksaan terhadap psikologis tersangka, apakah dia ada gangguan kejiwaan atau mengalami halusinasi dan semacamnya,” kata dia.

Untuk sementara WNA yang diketahui berprofesi sebagai pengajar di negaranya itu ditahan di rutan Polres Buleleng. Proses hukum akibat kejadian itu masih tetap berjalan dan Polres Buleleng juga akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Singaraja terkait penanganannya. “Dia sudah ada di Bali selama 2 tahun dan di Buleleng tepatnya di desa Pemuteran itu 5 bulan. Dan dia datang ke Bali itu dengan visa liburan, sampai saat ini bisanya masih aktif dan masih berlaku,” ujarnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru