26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Penyuluh Pertanian PPPK di Bangli Akhirnya Dapat TPP

BANGLI, BALI EXPRESS- Penyuluh pertanian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bangli akhirnya bisa tersenyum. Hal ini menyusul kabar baik dari pemerintah setempat, yang memastikan mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Kepastian itu terungkap dalam rapat Badan Anggaran DPRD Bangli dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (26/9).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Suastika itu membahas hasil evaluasi Gubernur Bali rancangan Perubahan APBD 2022. Dalam rapat terungkap ada sejumlah anggaran kegiatan yang digeser. Salah satunya untuk TPP PPPK yang tidak dirancang sebelumnya. “Anggaran didapat dari pergeseran-pergeseran anggaran,” ujar Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles didampingi Ketua Komisi I Satria Yudha ditemui usai rapat.

Baca Juga :  Sapi Bertanduk Tiga, Warga Bangli Takut Menjual

Satria Yudha menambahkan dalam Perubahan APBD 2022 itu akhirnya dipasang anggaran TPP sebesar 125 juta. Anggaran itu untuk dua orang guru PPPK dan 37  penyuluh pertanian PPPK “Anggaran itu untuk TPP 2 bulan (Oktober dan November). Desember dibayar Januari,” kata Yudha.

Diberitakan sebelumnya, sejak diangkat 2020, para penyuluh pertanian ini tidak mendapatkan TPP karena terkendala aturan, yang lambat disesuaikan oleh dinas terkait. Untuk mendapatkan uang tambahan itu, para penyuluh ini sudah tiga kali diajak rapat kerja oleh anggota DPRD, namun baru sekarang perjuangannya berbuah manis. Kepastian mendapatkan TPP ini pun disambut gembira oleh penyuluh. “Saya ucapkan terima kasih kepada anggota dewan karena sudah memperhatikan kita sebagai pendamping petani di desa,” ungkap Koordinator Penyuluh Pertanian PPPK Kabupaten Bangli I Made Sudana dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga :  Pemilih di TPS Diciutkan, Anggaran Pilkada Direstrukturisasi

Penyuluh yang bertugas di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani ini pun berharap TPP ini tetap berlanjut, karena sangat membantu biaya operasional mereka dalam memberikan pendampingan kepada petani. (wan)


BANGLI, BALI EXPRESS- Penyuluh pertanian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bangli akhirnya bisa tersenyum. Hal ini menyusul kabar baik dari pemerintah setempat, yang memastikan mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Kepastian itu terungkap dalam rapat Badan Anggaran DPRD Bangli dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (26/9).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Suastika itu membahas hasil evaluasi Gubernur Bali rancangan Perubahan APBD 2022. Dalam rapat terungkap ada sejumlah anggaran kegiatan yang digeser. Salah satunya untuk TPP PPPK yang tidak dirancang sebelumnya. “Anggaran didapat dari pergeseran-pergeseran anggaran,” ujar Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles didampingi Ketua Komisi I Satria Yudha ditemui usai rapat.

Baca Juga :  Kerabat Kru Meninggal, Ajang Uji Nyali di Bekas RSU Bangli Batal

Satria Yudha menambahkan dalam Perubahan APBD 2022 itu akhirnya dipasang anggaran TPP sebesar 125 juta. Anggaran itu untuk dua orang guru PPPK dan 37  penyuluh pertanian PPPK “Anggaran itu untuk TPP 2 bulan (Oktober dan November). Desember dibayar Januari,” kata Yudha.

Diberitakan sebelumnya, sejak diangkat 2020, para penyuluh pertanian ini tidak mendapatkan TPP karena terkendala aturan, yang lambat disesuaikan oleh dinas terkait. Untuk mendapatkan uang tambahan itu, para penyuluh ini sudah tiga kali diajak rapat kerja oleh anggota DPRD, namun baru sekarang perjuangannya berbuah manis. Kepastian mendapatkan TPP ini pun disambut gembira oleh penyuluh. “Saya ucapkan terima kasih kepada anggota dewan karena sudah memperhatikan kita sebagai pendamping petani di desa,” ungkap Koordinator Penyuluh Pertanian PPPK Kabupaten Bangli I Made Sudana dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga :  Rekrutmen Calon Direktur PDAM Bangli Diulang

Penyuluh yang bertugas di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani ini pun berharap TPP ini tetap berlanjut, karena sangat membantu biaya operasional mereka dalam memberikan pendampingan kepada petani. (wan)


Most Read

Artikel Terbaru