26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Polda Bali Masih Lengkapi Berkas Perkara Video Mesum Dalam Mobil

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus pasangan penyebar video mesum berpakaian adat Bali di dalam mobil masih berproses di Polda Bali. Saat ini, penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus tengah melengkapo berkas perkara dari tersangka Dede NL, 26, dan I Made MDI, 28.

Hal itu disampaikan Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dikonfirmasi pada Senin (26/9). Dikatakannya, setelah para tersangka ditahan pada Rabu (21/9), ada batas waktu masa penahanan selama 20 hari untuk petugas merampungkan berkas perkara.Baik itu melengkapi keterangan tersangka maupun barang buktinya.

“Batas penahanan 20 hari, kalau masih belum rampung, akan diperpanjang masa penahanannya 20 hari lagi untuk proses tersebut,” tandasnya. Pihaknya berharap, penyidik dapat menyelesaikan berkas kasus itu sampai P21 sebelum batas waktu penahanan berakhi. Untuk selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap II (tersangka dan barang bukti) ke kejaksaan untuk proses di meja hijau.

“Sementara belum ada perkembangan yang signifikan, lebih lanjut akan kami sampaikan ketika berkas sudah P21,” tambahnya. Diberitakan sebelumnya, Polda Bali akhirnya mengungkap pasangan pelaku pembuat video mesum berpakaian adat Bali dalam mobil yang melaju, pada Kamis (22/9). Pelaku wanita bernama Dede Nur Liani, 26, dan pelaku laki-laki bernama I Made Myesa Dharma Irawan, 28.

Baca Juga :  Rekor, Polda Bali Amankan Sabu 35 Kg dari Pentolan Ormas

Dari tangan kedua pelaku, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan barang bukti berupa dua handphone yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video, berisi akun Twitter milik keduanya. Kemudian, busana adat laki-laki dan perempuan, hingga mobil yang dipakai saat beraksi. Adapun video tersebut mereka buat pada Kamis (1/9), saat pulang dari melukat (Upacara membersihkan jiwa dan pikiran menggunakan air suci) di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar dan baru diunggah pada Sabtu (10/9).

Maka dari itu, aksi tak senonoh mereka diperkirakan dilakukan di sebuah jalan, kawasan Desa Tampaksiring. Kronologi penangkapan setelah video wik wik dalam mobil itu viral, Subdit V Ditreskrimsus segera melaksanakan penyelidikan. Petugas melakukan profiling terhadap akun media yang berhubungan dengan para pelaku. Tapi, kedua pelaku ternyata sudah bergerak cepat menghapus akun media sosialnya masing-masing.

Meski begitu, jejak digital mereka masih bisa ditelusuri, hingga didapati identitas kedua pelaku. Selanjutnya, petugas menghimpun informasi bahwa Dede Nur berada di tempat tinggalnya di Jakarta. Sehingga, polisi mengejarnya dan menyanggong ke lokasi yang dimaksud. Akhirnya pada Sabtu (17/9), wanita asli Bogor Jawa Barat itu dapat diringkus.

Baca Juga :  Pelanggaran Dunia Maya Jadi Isu Krusial Yang Harus Dihadapi Bawaslu Bali

Dari pendalaman keterangan wanita itu, aparat dapat mengetahui keberadaan lawan mainnya. Tak butuh waktu lama, Made Myesa berhasil ditangkap di Denpasar pada Rabu (21/9). Saat diinterogasi, keduanya mengaku saling kenal melalui media sosial Twitter sejak Agustus 2022. Namun, mereka sebenarnya bukanlah pasangan kekasih. Melainkan memiliki hubungan pertemanan yang disebut ‘Friends With Benefit’ (hubungan pertemanan dengan keintiman secara fisik dan seksual).

Pasangan mesum yang sama-sama berprofesi wiraswasta ini membuat video bersenggama bukan untuk dijual. Mereka menyebar sendiri video porno hanya untuk bersenang-senang. Atas perbuatannya, Dede Nur dan Made Myesa diancam Pasal Berlapis, yakni UU ITE Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 4 jo Pasal 29 UU pornografi Nomor 44 tahun 2008. Ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda Rp 6 miliar. Tetapi, mereka tidak dikenakan pelanggaran lalu lintas. Padahal mereka melakukan hubungan badan, juga bermain hp sambil menyetir mobil yang melaju, yang tentunya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus pasangan penyebar video mesum berpakaian adat Bali di dalam mobil masih berproses di Polda Bali. Saat ini, penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus tengah melengkapo berkas perkara dari tersangka Dede NL, 26, dan I Made MDI, 28.

Hal itu disampaikan Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dikonfirmasi pada Senin (26/9). Dikatakannya, setelah para tersangka ditahan pada Rabu (21/9), ada batas waktu masa penahanan selama 20 hari untuk petugas merampungkan berkas perkara.Baik itu melengkapi keterangan tersangka maupun barang buktinya.

“Batas penahanan 20 hari, kalau masih belum rampung, akan diperpanjang masa penahanannya 20 hari lagi untuk proses tersebut,” tandasnya. Pihaknya berharap, penyidik dapat menyelesaikan berkas kasus itu sampai P21 sebelum batas waktu penahanan berakhi. Untuk selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap II (tersangka dan barang bukti) ke kejaksaan untuk proses di meja hijau.

“Sementara belum ada perkembangan yang signifikan, lebih lanjut akan kami sampaikan ketika berkas sudah P21,” tambahnya. Diberitakan sebelumnya, Polda Bali akhirnya mengungkap pasangan pelaku pembuat video mesum berpakaian adat Bali dalam mobil yang melaju, pada Kamis (22/9). Pelaku wanita bernama Dede Nur Liani, 26, dan pelaku laki-laki bernama I Made Myesa Dharma Irawan, 28.

Baca Juga :  Polisi Turunkan Kekuatan Penuh, Mahasiswa Sindir Kampus Tutup Mendadak

Dari tangan kedua pelaku, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mengamankan barang bukti berupa dua handphone yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video, berisi akun Twitter milik keduanya. Kemudian, busana adat laki-laki dan perempuan, hingga mobil yang dipakai saat beraksi. Adapun video tersebut mereka buat pada Kamis (1/9), saat pulang dari melukat (Upacara membersihkan jiwa dan pikiran menggunakan air suci) di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar dan baru diunggah pada Sabtu (10/9).

Maka dari itu, aksi tak senonoh mereka diperkirakan dilakukan di sebuah jalan, kawasan Desa Tampaksiring. Kronologi penangkapan setelah video wik wik dalam mobil itu viral, Subdit V Ditreskrimsus segera melaksanakan penyelidikan. Petugas melakukan profiling terhadap akun media yang berhubungan dengan para pelaku. Tapi, kedua pelaku ternyata sudah bergerak cepat menghapus akun media sosialnya masing-masing.

Meski begitu, jejak digital mereka masih bisa ditelusuri, hingga didapati identitas kedua pelaku. Selanjutnya, petugas menghimpun informasi bahwa Dede Nur berada di tempat tinggalnya di Jakarta. Sehingga, polisi mengejarnya dan menyanggong ke lokasi yang dimaksud. Akhirnya pada Sabtu (17/9), wanita asli Bogor Jawa Barat itu dapat diringkus.

Baca Juga :  Soal Hare Krishna, PHDI Denpasar Keluarkan EmpatĀ  Imbauan

Dari pendalaman keterangan wanita itu, aparat dapat mengetahui keberadaan lawan mainnya. Tak butuh waktu lama, Made Myesa berhasil ditangkap di Denpasar pada Rabu (21/9). Saat diinterogasi, keduanya mengaku saling kenal melalui media sosial Twitter sejak Agustus 2022. Namun, mereka sebenarnya bukanlah pasangan kekasih. Melainkan memiliki hubungan pertemanan yang disebut ‘Friends With Benefit’ (hubungan pertemanan dengan keintiman secara fisik dan seksual).

Pasangan mesum yang sama-sama berprofesi wiraswasta ini membuat video bersenggama bukan untuk dijual. Mereka menyebar sendiri video porno hanya untuk bersenang-senang. Atas perbuatannya, Dede Nur dan Made Myesa diancam Pasal Berlapis, yakni UU ITE Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 4 jo Pasal 29 UU pornografi Nomor 44 tahun 2008. Ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda Rp 6 miliar. Tetapi, mereka tidak dikenakan pelanggaran lalu lintas. Padahal mereka melakukan hubungan badan, juga bermain hp sambil menyetir mobil yang melaju, yang tentunya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru