alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Koster Ajak Akademisi Sumbang Konsep dan Langkah Pemulihan Ekonomi

DENPASAR, BALI EXPRESS –  Gubernur Bali Wayan Koster mengajak para akademisi dan praktisi secara aktif berperan dalam menemukan konsep dan langkah strategis baru guna pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.  Koster mengatakan, pandemi ini jangan hanya dipandang dengan pesimis, namun justru momentum untuk menemukan solusi terkait pemulihan ekonomi pasca pandemi ini.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Koster saat membuka secara resmi perhelatan International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) di Grand Inna Kuta, Badung, Selasa (26/10). Dalam ajang yang mempertemukan akademi dan praktisi dari berbagai negara tersebut, gubernur Bali menyampaikan di dalam menghadapi dampak pandemi, dituntut terus mencari jalan untuk pemulihan di berbagai sektor. “Sangat lah tepat berbagai topik terkait pemulihan ekonomi didiskusikan oleh pembicara akademi dan praktisi mancanegara sesuai tema yang diangkat. Pandemi mengubah seluruh aspek kehidupan, ekonomi, sosial hingga kebudayaan, terlebih belum ada yang bisa pastikan kapan pandemi akan berakhir,” ujar mantan anggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini. 

Baca Juga :  Struktur Bangunan Rampung, RTH Bung Karno Diplaspas

Diharapkan hasil diskusi para peserta konferensi yang disokong president university bersama Universitas Dhyanapura ini mampu menghasilkan rekomendasi dari hasil pengkajian secara ilmiah. Teori-teori baru yang bisa diimplementasikan guna menghadapi pandemi yang telah memberikan dampak begitu besar pada perekonomian. “Ini momentum bagi akademisi untuk mengkonsep ekonomi yang lebih tangguh. Karena saya kira ada teori-teori lama yang tidak relevan lagi setelah adanya pandemi,” sebut gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini. 

 Lebih lanjut disebutkannya, pandemi menjadi sebuah titik tolak bahwa sudah saatnya Bali menata ulang perekonomian untuk menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali yang kembali pada keorisinilan, keunggulan dan ketangguhan sumber daya lokal. Sehingga perekonomian Bali harus kembali pada potensi alam, manusia dan kebudayaan lokal Bali. “Terutama di sektor pertanian, kelautan dan kehutanan dan industri kerajinan rakyat branding Bali. Kemudian pariwisata akan dijadikan sektor pendukung atau benefit yang harus berpihak pada sumber daya lokal Bali,” tandas Koster.

Baca Juga :  Politikus Senior PDIP Wayan Sutena Meninggal, Sempat Isolasi Covid-19


DENPASAR, BALI EXPRESS –  Gubernur Bali Wayan Koster mengajak para akademisi dan praktisi secara aktif berperan dalam menemukan konsep dan langkah strategis baru guna pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.  Koster mengatakan, pandemi ini jangan hanya dipandang dengan pesimis, namun justru momentum untuk menemukan solusi terkait pemulihan ekonomi pasca pandemi ini.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Koster saat membuka secara resmi perhelatan International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) di Grand Inna Kuta, Badung, Selasa (26/10). Dalam ajang yang mempertemukan akademi dan praktisi dari berbagai negara tersebut, gubernur Bali menyampaikan di dalam menghadapi dampak pandemi, dituntut terus mencari jalan untuk pemulihan di berbagai sektor. “Sangat lah tepat berbagai topik terkait pemulihan ekonomi didiskusikan oleh pembicara akademi dan praktisi mancanegara sesuai tema yang diangkat. Pandemi mengubah seluruh aspek kehidupan, ekonomi, sosial hingga kebudayaan, terlebih belum ada yang bisa pastikan kapan pandemi akan berakhir,” ujar mantan anggota DPR RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini. 

Baca Juga :  Bersama Polresta Denpasar, Polda Bali Bagikan 350 Paket Sembako

Diharapkan hasil diskusi para peserta konferensi yang disokong president university bersama Universitas Dhyanapura ini mampu menghasilkan rekomendasi dari hasil pengkajian secara ilmiah. Teori-teori baru yang bisa diimplementasikan guna menghadapi pandemi yang telah memberikan dampak begitu besar pada perekonomian. “Ini momentum bagi akademisi untuk mengkonsep ekonomi yang lebih tangguh. Karena saya kira ada teori-teori lama yang tidak relevan lagi setelah adanya pandemi,” sebut gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini. 

 Lebih lanjut disebutkannya, pandemi menjadi sebuah titik tolak bahwa sudah saatnya Bali menata ulang perekonomian untuk menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali yang kembali pada keorisinilan, keunggulan dan ketangguhan sumber daya lokal. Sehingga perekonomian Bali harus kembali pada potensi alam, manusia dan kebudayaan lokal Bali. “Terutama di sektor pertanian, kelautan dan kehutanan dan industri kerajinan rakyat branding Bali. Kemudian pariwisata akan dijadikan sektor pendukung atau benefit yang harus berpihak pada sumber daya lokal Bali,” tandas Koster.

Baca Juga :  Struktur Bangunan Rampung, RTH Bung Karno Diplaspas


Most Read

Artikel Terbaru

/