alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Terharu saat Ucapkan Janji Suci, Sukmawati Teteskan Air Mata

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Diah Mutiara Sukmawati Soekarno Putri, tuntas menjalani ritual Sudhi Wadani pada Selasa (26/10) siang di Banjar Bale Agung, Kelurahan Paket Agung. Itu berarti putri keempat President Pertama RI, Soekarno secara resmi menjadi penganut Hindu di usianya menginjak 70 tahun. 

Rangkaian Sudhi Wadani yang bertepatan dialakukan pada Anggarkasih Julungwangi ini berlangsung tertutup. Hanya Keluarga besar Bale Agung dan sejumlah undangan tertentu yang diberikan masuk hingga ke areal upacara, demi penerapan protokol kesehatan yang ketat. Tak sedikit pula tamu yang hendak ikut menyaksikan berputar arah karena tidak diperkenankan masuk ke areal upacara. 

Menariknya, Arya Weda Karna (AWK) yang notabene sebagai Ketua The Sukarno Center Bali-Indonesia dan sempat mengaku sebagai Pengrajeg Karya di acara Sudhi Wadani Sukmawati inipun tidak terlihat memasuki areal upacara. Hal itupun dibenarkan oleh salah seorang sumber terpercaya dari Bale Agung. 

“AWK tidak hadir ke lokasi. Memang yang boleh masuk itu hanya keluarga inti saja. Pertimbangannya protokol kesehatan,” ucap sumber yang namanya enggan dikorankan. 

Ditemui seusai acara Sudhi Wadani, Pengrajeg Karya, Gede Made Suardhana sekaligus Jero Mangku Merajan Pasek Tatar  Bale Agung mengatakan ritual Sudhi Wadani yang dijalani Sukmawati sudah sesuai dengan dudonan acara yang dibuatnya. 

Upacara dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Nabe Satwika Nanda dari Griya Bangli. selain disaksikan sejumlah keluarga besar Bale Agung. Pengucapan janji suci menjadi penganut Hindu juga disaksikan oleh Ketua PHDI Buleleng, Made Metera. Pada kesempatan itu, Metera juga memberikan wejangan kepada Sukmawati tentang swadharma menjagi penganut Hindu. 

“Dari PHDI Buleleng memberikan wejangan, arti sudhi widani penyucian diri, menegaskan setelah (menjalani Sudhi Wadani, Red) itu apa yang dilakukan? Menurut beliau, (Ketua PHDI, Red) pahamilah ajaran agama Hindu seperti Panca Srada, Tri Kaya Parisuda dan Tri Rna, ” jelasnya. 

Selesai prosesi, kemudian dilakukan penandatanganan oleh Sukmawati. Saat itulah dia menyatakan diri, bahwa masuk agama Hindu atas dasar tulus ikhlas, tidak ada paksaan dari siapapun juga, dan siap melaksanakan ajaran agama Hindu. Kemudian disahkan disaksikan oleh Lurah Paket Agung, Kelian Desa Adat Buleleng, dan dari PHDI selaku saksi. 

Suardhana tak menampik ketika Sukmawati membacakan janji, suasana haru begitu terasa. Sukmawati pun sempat menangis sembari melanjutkan pembacaan itu. “Begitu juga pembacaan sumpah yang disaksikan manusia saksi, Beliau sempat menangis, ” paparnya. 

Tuntas mengucapkan janji suci, kemudian dilanjutkan ke merajan untuk memohon restu kepada para leluhur  beliau yang disimbolkan dengan daksina laki perempuan. Sukmawati memohon anugrah kelangsungan upacara Sudhi Wadani. “Dilanjutkan upacara potong gigi, kemudian natab dari tempat persembahyangan yang juga tempat kelahiran nenek Sukmawati, Rai Simben, yang kini digunakan sebagai cagar budaya. Setelah itu dilanjutkan dengan sembahyang ke pura desa,” imbuhnya. 

Dikatakan Suardhana, sehari sebelum Sudhi Wadani dilaksanakan, Sukmawati sebutnya sempat menyampaikan agar keluarga besar Bale Agung harus siap mental. “Yang saya katakan, Bale Agung pelaksanaannya kami sudah siap termasuk mental. Kami juga berpesan Bu Sukmawati siapkan mental. Karena menjadi seorang Hindu akan mendapat banyak hujatan, cacian, hinaan, dan sebagainya. Tidak usah ditanggapi, jalani di jalan yang benar,” pesannya. 

Keluarga Besar Bale Agung berharap setelah menganut agama Hindu, tentu agar Sukmawati melaksanakan kewajiban darmaning sesana sebagai seorang pemeluk Hindu. “Apa itu? Ya melaksanakan upacara baik di rumah sendiri maupun di rumah Bale Agung, kalau ada waktu bisa datang ke sini, ke merajan maupun di pura, ataupun tempat suci lainnya,” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Diah Mutiara Sukmawati Soekarno Putri, tuntas menjalani ritual Sudhi Wadani pada Selasa (26/10) siang di Banjar Bale Agung, Kelurahan Paket Agung. Itu berarti putri keempat President Pertama RI, Soekarno secara resmi menjadi penganut Hindu di usianya menginjak 70 tahun. 

Rangkaian Sudhi Wadani yang bertepatan dialakukan pada Anggarkasih Julungwangi ini berlangsung tertutup. Hanya Keluarga besar Bale Agung dan sejumlah undangan tertentu yang diberikan masuk hingga ke areal upacara, demi penerapan protokol kesehatan yang ketat. Tak sedikit pula tamu yang hendak ikut menyaksikan berputar arah karena tidak diperkenankan masuk ke areal upacara. 

Menariknya, Arya Weda Karna (AWK) yang notabene sebagai Ketua The Sukarno Center Bali-Indonesia dan sempat mengaku sebagai Pengrajeg Karya di acara Sudhi Wadani Sukmawati inipun tidak terlihat memasuki areal upacara. Hal itupun dibenarkan oleh salah seorang sumber terpercaya dari Bale Agung. 

“AWK tidak hadir ke lokasi. Memang yang boleh masuk itu hanya keluarga inti saja. Pertimbangannya protokol kesehatan,” ucap sumber yang namanya enggan dikorankan. 

Ditemui seusai acara Sudhi Wadani, Pengrajeg Karya, Gede Made Suardhana sekaligus Jero Mangku Merajan Pasek Tatar  Bale Agung mengatakan ritual Sudhi Wadani yang dijalani Sukmawati sudah sesuai dengan dudonan acara yang dibuatnya. 

Upacara dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Nabe Satwika Nanda dari Griya Bangli. selain disaksikan sejumlah keluarga besar Bale Agung. Pengucapan janji suci menjadi penganut Hindu juga disaksikan oleh Ketua PHDI Buleleng, Made Metera. Pada kesempatan itu, Metera juga memberikan wejangan kepada Sukmawati tentang swadharma menjagi penganut Hindu. 

“Dari PHDI Buleleng memberikan wejangan, arti sudhi widani penyucian diri, menegaskan setelah (menjalani Sudhi Wadani, Red) itu apa yang dilakukan? Menurut beliau, (Ketua PHDI, Red) pahamilah ajaran agama Hindu seperti Panca Srada, Tri Kaya Parisuda dan Tri Rna, ” jelasnya. 

Selesai prosesi, kemudian dilakukan penandatanganan oleh Sukmawati. Saat itulah dia menyatakan diri, bahwa masuk agama Hindu atas dasar tulus ikhlas, tidak ada paksaan dari siapapun juga, dan siap melaksanakan ajaran agama Hindu. Kemudian disahkan disaksikan oleh Lurah Paket Agung, Kelian Desa Adat Buleleng, dan dari PHDI selaku saksi. 

Suardhana tak menampik ketika Sukmawati membacakan janji, suasana haru begitu terasa. Sukmawati pun sempat menangis sembari melanjutkan pembacaan itu. “Begitu juga pembacaan sumpah yang disaksikan manusia saksi, Beliau sempat menangis, ” paparnya. 

Tuntas mengucapkan janji suci, kemudian dilanjutkan ke merajan untuk memohon restu kepada para leluhur  beliau yang disimbolkan dengan daksina laki perempuan. Sukmawati memohon anugrah kelangsungan upacara Sudhi Wadani. “Dilanjutkan upacara potong gigi, kemudian natab dari tempat persembahyangan yang juga tempat kelahiran nenek Sukmawati, Rai Simben, yang kini digunakan sebagai cagar budaya. Setelah itu dilanjutkan dengan sembahyang ke pura desa,” imbuhnya. 

Dikatakan Suardhana, sehari sebelum Sudhi Wadani dilaksanakan, Sukmawati sebutnya sempat menyampaikan agar keluarga besar Bale Agung harus siap mental. “Yang saya katakan, Bale Agung pelaksanaannya kami sudah siap termasuk mental. Kami juga berpesan Bu Sukmawati siapkan mental. Karena menjadi seorang Hindu akan mendapat banyak hujatan, cacian, hinaan, dan sebagainya. Tidak usah ditanggapi, jalani di jalan yang benar,” pesannya. 

Keluarga Besar Bale Agung berharap setelah menganut agama Hindu, tentu agar Sukmawati melaksanakan kewajiban darmaning sesana sebagai seorang pemeluk Hindu. “Apa itu? Ya melaksanakan upacara baik di rumah sendiri maupun di rumah Bale Agung, kalau ada waktu bisa datang ke sini, ke merajan maupun di pura, ataupun tempat suci lainnya,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/