alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

17 Persen Penderita Kanker Adalah Kanker Payudara

BALI EXPRESS, JIMBARAN –  Dari data hasil penelitian yang ada, sejak Januari-September 2018, di Dunia ada sebanyal 627 ribu orang menderita kanker payudara. Bahkan, kanker payudara merupakan penyakit dengan persentse tertinggi dibangkan kanker yang lain.

Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Amalia Sari Agum Gumelar, saat memberikan paparan pada hari kedua Festival Kampung Berseri Astra, Senin (26/11) di Auditorium Widya Sabha kampus Unud l, Jimbaran.

Dilanjutkan Linda, sebanyak 42,1 persen dari seluruh penyakit kanker di Indonesia merupakan kanker payudara. “Dari  42,1 persen tersebut, 17 persen pengidap kanker payudara  meninggal dunia karena sudah parah,” jelasnya. 

Sesuai data dari globalcan 2018, di Dunia, kanker payudara merupaka kanker dengan persentase kasus baru tertinggi yaitu sebesar 42 persen. Sementara untuk di Indonesia kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi yaitu sebesar 30,9 persen atau sebesar 58.256 dari total 188.231 kasus baru kanker di Indonesia. Untuk itu, pihaknya melalui YKPI memiliki misi untuk menuju Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut tahun 2030. 

Baca Juga :  Obesitas Picu Hipertensi Hingga Penyakit Ginjal Kronis

ESR Division Head PT Astra International, Riza Deliansyah mengatakan, untuk kegiatan ini, memang berbeda dengan kegiatan yang dilakukan Minggu (25/11) di Renon. Untuk kegiatan ini memang targetnya adalah lebih kepada mahasiswa.” Sehingga konsepnya lebih kekinian dengan menghadirkan pembicara yang sudah disesuaikan,” jelasnya. 

Dilanjutkan Riza, Festival KBA ini merupakan bentuk apresiasi kepada penggiat kesehatan sekaligus juga untuk peringatan hari kesehatan, kegiatan ini untuk mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan. 

Karena, kata Riza, Indonesia ini tidak akan maju kalau salah satu dari empat pilar yaitu pendidikan lingkungan kesehatan dan wirausaha tidak dijalankan bersama-sama, terutama bidang kesehatan.  “Dengan adanya program seperti ini, kami berharap keempat pilar yaitu pendidikan lingkungan kesehatan dan wirausaha  bisa menjadi program yang terintegrasi,” ucapnya. 

Baca Juga :  Diduga Bunuh Diri, IRT Ini Tewas dengan Luka Sayatan di Tangan

BALI EXPRESS, JIMBARAN –  Dari data hasil penelitian yang ada, sejak Januari-September 2018, di Dunia ada sebanyal 627 ribu orang menderita kanker payudara. Bahkan, kanker payudara merupakan penyakit dengan persentse tertinggi dibangkan kanker yang lain.

Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Amalia Sari Agum Gumelar, saat memberikan paparan pada hari kedua Festival Kampung Berseri Astra, Senin (26/11) di Auditorium Widya Sabha kampus Unud l, Jimbaran.

Dilanjutkan Linda, sebanyak 42,1 persen dari seluruh penyakit kanker di Indonesia merupakan kanker payudara. “Dari  42,1 persen tersebut, 17 persen pengidap kanker payudara  meninggal dunia karena sudah parah,” jelasnya. 

Sesuai data dari globalcan 2018, di Dunia, kanker payudara merupaka kanker dengan persentase kasus baru tertinggi yaitu sebesar 42 persen. Sementara untuk di Indonesia kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi yaitu sebesar 30,9 persen atau sebesar 58.256 dari total 188.231 kasus baru kanker di Indonesia. Untuk itu, pihaknya melalui YKPI memiliki misi untuk menuju Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut tahun 2030. 

Baca Juga :  Sosialisasi Dana BOS, Disdikpora Libatkan Kejaksaan

ESR Division Head PT Astra International, Riza Deliansyah mengatakan, untuk kegiatan ini, memang berbeda dengan kegiatan yang dilakukan Minggu (25/11) di Renon. Untuk kegiatan ini memang targetnya adalah lebih kepada mahasiswa.” Sehingga konsepnya lebih kekinian dengan menghadirkan pembicara yang sudah disesuaikan,” jelasnya. 

Dilanjutkan Riza, Festival KBA ini merupakan bentuk apresiasi kepada penggiat kesehatan sekaligus juga untuk peringatan hari kesehatan, kegiatan ini untuk mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan. 

Karena, kata Riza, Indonesia ini tidak akan maju kalau salah satu dari empat pilar yaitu pendidikan lingkungan kesehatan dan wirausaha tidak dijalankan bersama-sama, terutama bidang kesehatan.  “Dengan adanya program seperti ini, kami berharap keempat pilar yaitu pendidikan lingkungan kesehatan dan wirausaha  bisa menjadi program yang terintegrasi,” ucapnya. 

Baca Juga :  Gempa di Gunung Agung Diikuti Asap, Jumlah dan Energinya Naik Terus

Most Read

Artikel Terbaru

/