alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

BNN Luncurkan Desa Bersih Narkoba, Prajuru Jadi Garda Depan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemberantasan narkoba bukan hanya dengan cara keras seperti penindakan hukum, karena permintaan terhadap barang terlarang itu terus ada. Maka diperlukan upaya halus menekan minat tersebut, yakni melalui pemberdayaan masyarakat untuk edukasi dan rehabilitasi.

Sehingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia pun berusaha memaksimalkan cara tersebut. Seperti dengan meluncurkan Desa Wisata Edukatif Bersinar (Bersih Narkoba) Kota Denpasar dan melantik Prajuru Reksa Gargita (PRG) bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Jalan Mulawarman, Peguyangan Kaja, Denpasar, Jumat (26/11).

Kegiatan ini dilakukan Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose didampingi Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra bersama Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. “Melawan narkoba ini dimulai dari tingkat Desa, dengan dukungan Walikota, sehingga diluncurkan Desa Wisata Bersinar dengan melantik para Bendesa se-Kota Denpasar sebagai gardan terdepan relawan P4GN yang disebut Prajuru Reksa Gargita,” ujar Golose.

Diketahui P4GN sendiri merupakan singkatan dari Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba sebagai masalah bangsa saat ini. Pemberdayaan masyarakat di banjar-banjar melalui PRG, bertugas mengedukasi mengenai bahaya barang pembuat sakau itu serta mensosialisasikan upaya rehabilitasi bagi penyalahgunanya bisa semakin menjangkau masyarakat. Kegiatan mulai dari konseling, detoksifikasi, dan sebagainya pun dapat terlaksana.

“Kerjasama soal pemberdayaan masyarakat itu yang pertama kami tawarkan adalah IBM (intervensi berbasis masyarakat) untuk yang ringan, jadi ini disebut sebagai comunity place rehabilitation, jadi penyalahguna bisa langsung direhabilitasi di masyarakat dan bisa diterima oleh masyarakat,” tutur Jendral Bintang Tiga itu. Bukan hanya menekan permintaan narkoba di masyarakat, tindakan ini kedepannya berpengaruh pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Mengingat Lapas di Indonesia saat ini mengalami kelebihan kapasitas yang rata-rata lebih dari 50 persen karena narapidana narkoba, karena penyalahguna tetap diproses sesuai criminal justice system. Tapi sekarang tidak semerta-merta langsung ditahan, karena mengedepankan rehabilitasi para pecandu bisa diselamatkan dan Lapas tidak dipenuhi napi narkoba. Selain PRG itu, anak muda juga diajak dalam pemberdayaan masyarakat tersebut. 

Seperti pada di Gedung Dharma Negara Alaya itu, BNN juga menggelar “Drugs Free Exhibition Day”. Puluhan remaja Kota Denpasar mengikuti kegiatan ini. Komjenpol Golose dan Jaya Negara meninjau langsung pemeran dengan kategori videografi, desain Grafis dan photografi itu dan memberikan apresiasi atas karya mereka. “Bagaimana anak-anak sekolah menggali potensi, melakukan kreativitas mengajak teman sebaya untuk tidak terpengaruh dengan penyalahgunaan narkotika,” tandasnya. 

Sementara itu Walikota Jaya Negara menegaskan kesiapannya mendukung program BNN RI. Bahkan karena kecintaannya terhadap olah raga terutama tenis meja, pihaknya menggelar lomba yang akrab disapa ping-pong tersebut di tingkat Banjar sebagai ajang sosialisasi penanggulangan narkoba. “Program BNN akan terus kami dukung agar kota Denpasar bisa bersih dari narkoba, kami bersama Majelis Desa Adat, bendesa, tokoh masyarakat akan berusaha maksimal mewujudkan Desa Wisata Bersinar ini,” tutupnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemberantasan narkoba bukan hanya dengan cara keras seperti penindakan hukum, karena permintaan terhadap barang terlarang itu terus ada. Maka diperlukan upaya halus menekan minat tersebut, yakni melalui pemberdayaan masyarakat untuk edukasi dan rehabilitasi.

Sehingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia pun berusaha memaksimalkan cara tersebut. Seperti dengan meluncurkan Desa Wisata Edukatif Bersinar (Bersih Narkoba) Kota Denpasar dan melantik Prajuru Reksa Gargita (PRG) bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya, Jalan Mulawarman, Peguyangan Kaja, Denpasar, Jumat (26/11).

Kegiatan ini dilakukan Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose didampingi Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra bersama Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. “Melawan narkoba ini dimulai dari tingkat Desa, dengan dukungan Walikota, sehingga diluncurkan Desa Wisata Bersinar dengan melantik para Bendesa se-Kota Denpasar sebagai gardan terdepan relawan P4GN yang disebut Prajuru Reksa Gargita,” ujar Golose.

Diketahui P4GN sendiri merupakan singkatan dari Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba sebagai masalah bangsa saat ini. Pemberdayaan masyarakat di banjar-banjar melalui PRG, bertugas mengedukasi mengenai bahaya barang pembuat sakau itu serta mensosialisasikan upaya rehabilitasi bagi penyalahgunanya bisa semakin menjangkau masyarakat. Kegiatan mulai dari konseling, detoksifikasi, dan sebagainya pun dapat terlaksana.

“Kerjasama soal pemberdayaan masyarakat itu yang pertama kami tawarkan adalah IBM (intervensi berbasis masyarakat) untuk yang ringan, jadi ini disebut sebagai comunity place rehabilitation, jadi penyalahguna bisa langsung direhabilitasi di masyarakat dan bisa diterima oleh masyarakat,” tutur Jendral Bintang Tiga itu. Bukan hanya menekan permintaan narkoba di masyarakat, tindakan ini kedepannya berpengaruh pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Mengingat Lapas di Indonesia saat ini mengalami kelebihan kapasitas yang rata-rata lebih dari 50 persen karena narapidana narkoba, karena penyalahguna tetap diproses sesuai criminal justice system. Tapi sekarang tidak semerta-merta langsung ditahan, karena mengedepankan rehabilitasi para pecandu bisa diselamatkan dan Lapas tidak dipenuhi napi narkoba. Selain PRG itu, anak muda juga diajak dalam pemberdayaan masyarakat tersebut. 

Seperti pada di Gedung Dharma Negara Alaya itu, BNN juga menggelar “Drugs Free Exhibition Day”. Puluhan remaja Kota Denpasar mengikuti kegiatan ini. Komjenpol Golose dan Jaya Negara meninjau langsung pemeran dengan kategori videografi, desain Grafis dan photografi itu dan memberikan apresiasi atas karya mereka. “Bagaimana anak-anak sekolah menggali potensi, melakukan kreativitas mengajak teman sebaya untuk tidak terpengaruh dengan penyalahgunaan narkotika,” tandasnya. 

Sementara itu Walikota Jaya Negara menegaskan kesiapannya mendukung program BNN RI. Bahkan karena kecintaannya terhadap olah raga terutama tenis meja, pihaknya menggelar lomba yang akrab disapa ping-pong tersebut di tingkat Banjar sebagai ajang sosialisasi penanggulangan narkoba. “Program BNN akan terus kami dukung agar kota Denpasar bisa bersih dari narkoba, kami bersama Majelis Desa Adat, bendesa, tokoh masyarakat akan berusaha maksimal mewujudkan Desa Wisata Bersinar ini,” tutupnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/