alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Masa Pandemi, Penjualan Alat Kesehatan Meningkat 100 Persen

KUTA, BALI EXPRESS – Selama pandemi Covid-19 pola lifestyle masyarakat pada umumnya sedikit mengalami perubahan. Salah satunya adalah trend melakukan sendiri perawatan kecantikan ataupun kesehatan di rumah. Hal ini membawa dampak pada meningkatknya penjualan beragam produk yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, salah satunya adalah kursi pijat.

Icha Yassin, Area Sales Manager Perfect Health, Rabu (23/12) di Kuta mengatakan, selama pandemi, penjualan alat kesehatan mengalami peningkatan hingga 100 persen. “Peningkatan ini terjadi di seluruh wilayah di Indonesia, tidak saja di Jakarta, namun juga di Kalimantan, Kupang dan beberapa daerah di wilayah Indoneaia timur,” jelasnya.

Peningkatan ini, dikatakan Icha, karena selama pandemi, masyarakat lebih memilih untuk menghindari tempat pijat dan spa. Karena tempat-tempat tersebut, kata Icha, menjadi tempat yang rentan terhadap penularan virus korona.

Adapun jenis alat kesehatan yang laris manis selama pandemi Covid-19, papar Icha, antara lain kursi pijat, matras kesehatan, dan eye pad. “Dari sekian banyak alat kesehatan yang tersedia di pasaran, kursi pijat menempati penjualan terbanyak,” jelasnya.

Kursi pijat menjadi yang paling diminati karena budaya pijat di masyarakat Indonesia sudah menjadi kebutuhan relaksasi utama, khususnya saat merasa stres dan capek setelah beraktivitas. Untuk penjualan sendiri, Icha menyebutkan, rata-rata per bulannya mencapai  420 unit dengan kisaran harga mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 30 juta.

Senada dengan Icha, Ginoto, store manager Sogo Discovery Shopping Mall Bali mengatakan, selama pandemi, aktivitas masyarakat untuk menghabiskan waktu di mall berkurang drastis. “Sehingga terdampak pada turunnya penjualan produk fashion dan produk kuliner. Namun penjualan alat kesehatan meningkat hingga 100 persen,” paparnya.


KUTA, BALI EXPRESS – Selama pandemi Covid-19 pola lifestyle masyarakat pada umumnya sedikit mengalami perubahan. Salah satunya adalah trend melakukan sendiri perawatan kecantikan ataupun kesehatan di rumah. Hal ini membawa dampak pada meningkatknya penjualan beragam produk yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, salah satunya adalah kursi pijat.

Icha Yassin, Area Sales Manager Perfect Health, Rabu (23/12) di Kuta mengatakan, selama pandemi, penjualan alat kesehatan mengalami peningkatan hingga 100 persen. “Peningkatan ini terjadi di seluruh wilayah di Indonesia, tidak saja di Jakarta, namun juga di Kalimantan, Kupang dan beberapa daerah di wilayah Indoneaia timur,” jelasnya.

Peningkatan ini, dikatakan Icha, karena selama pandemi, masyarakat lebih memilih untuk menghindari tempat pijat dan spa. Karena tempat-tempat tersebut, kata Icha, menjadi tempat yang rentan terhadap penularan virus korona.

Adapun jenis alat kesehatan yang laris manis selama pandemi Covid-19, papar Icha, antara lain kursi pijat, matras kesehatan, dan eye pad. “Dari sekian banyak alat kesehatan yang tersedia di pasaran, kursi pijat menempati penjualan terbanyak,” jelasnya.

Kursi pijat menjadi yang paling diminati karena budaya pijat di masyarakat Indonesia sudah menjadi kebutuhan relaksasi utama, khususnya saat merasa stres dan capek setelah beraktivitas. Untuk penjualan sendiri, Icha menyebutkan, rata-rata per bulannya mencapai  420 unit dengan kisaran harga mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 30 juta.

Senada dengan Icha, Ginoto, store manager Sogo Discovery Shopping Mall Bali mengatakan, selama pandemi, aktivitas masyarakat untuk menghabiskan waktu di mall berkurang drastis. “Sehingga terdampak pada turunnya penjualan produk fashion dan produk kuliner. Namun penjualan alat kesehatan meningkat hingga 100 persen,” paparnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/