Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adi Arnawa Minta Masalah Air Bersih Di Pecatu Segera Dituntaskan

P

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.


Advertisement

BALIEXPRESS.ID - Krisis air bersih di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya hingga kini masih dirasakan oleh masyarakat.

Padahal Pemkab Badung sempat menargetkan masalah ini akan diselesaikan pada 2025.

Kini Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Badung diminta untuk menyelesaikan masalah air bersih pada 20 Februari 2026.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengaku, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan air bersih di Badung Selatan secepatnya.

Dirinya pun tidak memungkiri sempat menargetkan akhir tahun 2025, namun diakuinya masih ada sedikit kendala.

Advertisement

Untuk itu, penyelesaian permasalahan ini masih memerlukan waktu.

Adi Arnawa pun menerangkanc Perumda Air Minum Tirta Mangutama sendiri telah mengambil langkah-langkah penanganan.

Mulai dari penambahan air baku hingga penyediaan infrastrukturnya.

Kemudian ada juga upaya memasang pipa bawah laut yang akan mendistribusikan air di Badung selatan.

“Ya, artinya saya sudah minta paling lambat (akhir tahun 2025), tapi  kemarin ada (masalah) teknis sedikit," ujarnya, Rabu (7/1).

Pihaknya menyebutkan, salah satu kendala yang saat ini masih dihadapi adalah permasalahan listrik.

Sebab di tahun 2025 instalasi listrik belum dianggarkan.

“Ternyata listrik belum dianggarkan. Sekarang sudah ada, kemarin di 2025 belum dianggarkan sekarang sudah dianggarkan," ungkapnya.

Bupati asal Pecatu ini pun optimis dalam waktu dekat proyek ini sudah rampung.

Nantinya masyarakat di wilayah Kuta Selatan, khususnya Pecatu dapat menikmati air bersih.

“Paling lambat, saya minta 20 Februari itu sudah mengalir. Astungkara ini kelihatannya sih saya punya keyakinan ini akan tercapai itu. Malah mungkin sebelum 20 (Februari),” tegas mantan Sekda Badung tersebut.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menyatakan, akan memberikan sanksi bagu direksi PDAM Badung jika tidak menyelesaikan tugasnya.

Terlebih air merupakan kebutuhan primer dari masyarakat yang wajib dipenuhi.

"Ya, nanti kita lihat. Kalau memang enggak bisa ya mohon maaf, ya kita ganti," pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Debit Air Baku Menurun, PDAM Badung Kelimpungan

Debit Air Baku Menurun, PDAM Badung Kelimpungan

Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau yang lebih dikenal PDAM Badung kini mulai kelimpungan untuk mendapatkan air baku.

Wujudkan Pilkel Kondusif, Pemkab Badung Gelar Deklarasi Aman dan Damai

Wujudkan Pilkel Kondusif, Pemkab Badung Gelar Deklarasi Aman dan Damai

Pemkab Badung menggelar Deklarasi Aman dan Damai dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 di Kantor Bupati Badung, Selasa (3/11). Langkah ini sebagai wujud komitmen menjaga pesta demokrasi tingkat desa agar tetap

Pembangunan Underpass Tertunda, Pemkab Badung Urungkan Pinjaman Daerah Tahun 2027

Pembangunan Underpass Tertunda, Pemkab Badung Urungkan Pinjaman Daerah Tahun 2027

Pemkab Badung berencana menunda peminjaman modal untuk pembangunan infrastruktur di tahun 2027. Dalam rancangan awal anggaran peminjaman ini dilakukan sebesar Rp 1,6 triliun lebih untuk mendukung pembangunan underpass.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer