Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puluhan Life Jacket Disalurkan untuk Nelayan Kota Denpasar

R
Penulis: Rika Riyanti❯

KESELAMATAN: Sebanyak 27 nelayan yang tergabung dalam 27 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kota Denpasar menerima 81 unit life jacket
KESELAMATAN: Sebanyak 27 nelayan yang tergabung dalam 27 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kota Denpasar menerima 81 unit life jacket


Advertisement

 

 

BALIEXPRESS.ID – Sebanyak 27 nelayan yang tergabung dalam 27 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kota Denpasar menerima 81 unit life jacket sebagai perlengkapan keselamatan kerja saat melaut.

Advertisement

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan nelayan yang sehari-hari bekerja dengan risiko tinggi di laut.

Life jacket tersebut disalurkan melalui sinergi BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Bali Denpasar bersama Dinas Perikanan Kota Denpasar sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja di sektor perikanan.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Desmon Renhat Jaminansen, dan diterima oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, drh. Ida Bagus Mayun Suryawangsa, sebelum disalurkan kepada perwakilan KUB nelayan penerima manfaat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Sudarwoto, menegaskan bahwa bantuan life jacket ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja, khususnya nelayan.

“Penggunaan life jacket sangat penting sebagai antisipasi awal keselamatan kerja. Kami mendorong nelayan untuk selalu mengenakannya saat melaut serta terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar perlindungannya semakin optimal,” ujar Sudarwoto.

Ia menjelaskan, jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi bentuk kehadiran negara dalam melindungi pekerja dari risiko sosial dan ekonomi yang dapat terjadi kapan saja.

“Selama kepesertaan BPJAMSOSTEK aktif, manfaat tetap diberikan tanpa masa tunggu, baik kepada peserta maupun ahli warisnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudarwoto mengajak para pekerja mandiri, termasuk nelayan, pedagang, petani, perajin, hingga sopir, untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran mulai dari Rp16.800 per bulan, sehingga dapat memperoleh perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan memiliki lima program perlindungan, yaitu JKK, JHT, JP, JKM, dan JKP, termasuk santunan kematian sebesar Rp42 juta serta beasiswa pendidikan hingga Rp174 juta bagi dua orang anak peserta.

Melalui penyaluran life jacket ini, para nelayan diharapkan dapat bekerja dengan lebih aman dan merasa terlindungi saat menjalankan aktivitas melaut sehari-hari.(***)

Advertisement

Artikel Terkait

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

PT Yili Indonesia Dairy (YILI) bersama merek es krim Joyday turut berpartisipasi dalam kegiatan Self-Care Antimicrobial Resistance Awareness Run (AMRun) 5K 2026 yang diselenggarakan di kawasan Sanur, Bali awal November

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer