Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Lebat dan Pandangan Terbatas, Dua Bus AKAP Adu Banteng di Jembrana  

I

 

Kecelakaan dua bus AKAP di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Senin (9/2/2026).
Kecelakaan dua bus AKAP di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Senin (9/2/2026).

BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di jalur tengkorak Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Senin (9/2/2026) sore.


Advertisement

Dua bus, yakni Bus M Trans dan Bus DeBe Trans, terlibat tabrakan adu banteng saat kondisi hujan lebat.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 Wita dan mengakibatkan bagian depan kedua bus ringsek parah.

Akibat kecelakaan ini, sopir Bus M Trans serta satu penumpang mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Advertisement

Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat Bus M Trans bernopol N 7210 UJ yang dikemudikan Risky Setiawan,28, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

“Bus M Trans melaju dengan kecepatan sedang di jalurnya. Lokasi kejadian merupakan tikungan landai, namun saat itu hujan lebat sehingga jarak pandang terbatas,” ujar Suarmadi, Selasa (10/2/2026).

Sesampainya di lokasi kejadian, dari arah berlawanan melaju Bus DeBe Trans bernopol BA 7032 PU yang dikemudikan Kamto Susilo,34.

Advertisement

Diduga, bus tersebut terlalu mengambil haluan ke kanan saat menikung, sehingga tabrakan tak dapat dihindari.

“Bus DeBe Trans mengambil haluan terlalu ke kanan hingga menabrak Bus M Trans. Setelah tabrakan, posisi bus melintang dan sempat menutup badan jalan nasional,” jelasnya.

Saat kejadian, Bus M Trans membawa 12 penumpang dan 3 kru. Sedangkan Bus DeBe Trans mengangkut 24 penumpang dan 2 kru.

Akibat kecelakaan fatal itu, Risky Setiawan,28, sopir Bus M Trans, mengalami luka di bagian kepala dan punggung, Peni Astriawati,62, penumpang Bus M Trans asal Malang, mengalami patah tulang tangan kiri.

“Keduanya dirujuk ke RSU Negara untuk mendapatkan perawatan intensif,” imbuhnya.

Sedangkan Aris Sugara,46, penumpang Bus DeBe Trans asal Purwakarta, mengalami luka ringan di bagian dagu dan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis.

Pengemudi Bus DeBe Trans dilaporkan tidak mengalami luka.

Kecelakaan ini sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk, mengingat posisi Bus DeBe Trans melintang di badan jalan. Petugas kepolisian segera melakukan pengaturan lalu lintas, mengevakuasi kendaraan, serta mengamankan barang bawaan para penumpang.

“Arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 23.30 Wita setelah kedua bus berhasil dievakuasi ke tempat aman,” tutup Suarmadi. (*)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Ngatrek di Jalur Tengkorak Tabanan, Truk Logistik Angkut 20 Ton Susu Tabrak Truk Paket dan Gapura

Ngatrek di Jalur Tengkorak Tabanan, Truk Logistik Angkut 20 Ton Susu Tabrak Truk Paket dan Gapura

Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan besar terjadi di Jalan raya Denpasar-Gilimanuk, wilayah Banjar Dinas Soka, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Minggu (27/9/2026).

Angka Kecelakaan di Tabanan Meroket, 42 Orang Meninggal Dunia dalam Enam Bulan

Angka Kecelakaan di Tabanan Meroket, 42 Orang Meninggal Dunia dalam Enam Bulan

Angka kecelakaan di Kabupaten Tabanan tercatat mengalami peningkatan. Berdasarkan data Satlantas Polres Tabanan, tercatat 632 kasus kecelakaan pada semester I tahun 2026.

Motor Terjun dari Jembatan Tukad Gelagah Tabanan, Wanita 51 Tahun Tak Tertolong

Motor Terjun dari Jembatan Tukad Gelagah Tabanan, Wanita 51 Tahun Tak Tertolong

Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan korban kembali terjadi di Kabupaten Tabanan, tepatnya di Banjar Gelagah, Desa Payangan, Kecamatan Marga, pada Jumat (30/10/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer