Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tebing Setinggi 90 Meter di Suter Kintamani Longsor, Satu Orang Tertimbun

I
Penulis: I Made Mertawan❯
Warga berupaya mencari keberadaan Wayan Buda yang tertimbun longsor di Banjar Suter, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (13/2/2026).
Warga berupaya mencari keberadaan Wayan Buda yang tertimbun longsor di Banjar Suter, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (13/2/2026).

BALIEXPRESS.ID- Bencana tanah longsor terjadi di Banjar Suter, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (13/2/2026).


Advertisement

Peristiwa sekitar pukul 15.00 Wita terjadi di wilayah Tukad Mati.  Satu orang yang diketahui bernama Wayan Buda dilaporkan tertimbun material longsoran tebing setinggi 90 meter.

Kepala Dusun Suter, I Nengah Suratnata, mengatakan korban saat itu sedang menebang bambu bersama dua orang rekannya.

Ketiganya warga Banjar Peselatan, Desa Suter. Mereka bekerja di lokasi yang saling berjauhan ketika tiba-tiba terjadi longsor.

Advertisement

Korban tidak sempat menyelamatkan diri saat material tanah dan tebing runtuh secara mendadak.

Saat kejadian diketahui tidak turun hujan di lokasi. Hujan justru terjadi sehari sebelumnya sehingga tanah diduga menjadi labil dan mudah bergerak. Kondisi itulah yang disinyalir memicu terjadinya longsor.

Begitu mendapat informasi kejadian, masyarakat langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Advertisement

Warga berupaya melakukan penggalian secara manual dengan alat seadanya guna mencari korban yang tertimbun. Hingga Jumat malam, korban belum ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Bangli, I Wayan Wardana, mengatakan korban merupakan pembeli bambu di lokasi tersebut.

Saat kejadian, ia berada di dasar tukad untuk menebang bambu bersama I Adit dan Wayan Dayuh yang bertugas sebagai tukang gotong.

Mereka telah melakukan pekerjaan penebangan bambu sejak sekitar tiga pekan.

“Selama pekerjaan potong bambu dilakukan, korban bersama tenaga gotongnya mendirikan bangunan darurat di sekitar lokasi untuk memudahkan beristirahat setelah lelah bekerja,” kata Wardana.

Berdasarkan keterangan dua pekerja di lokasi, lanjut Wardana, saat kejadian proses pemotongan bambu sebenarnya hampir selesai.

Korban sempat ditinggal oleh para tukang gotong yang mengangkut bambu ke truk dengan jarak sekitar 500 meter.

“Saat kembali, korban sudah tidak ada. Di tempat pemotongan bambu terdapat timbunan material longsoran tebing,” ujarnya.

Besarnya landaan material longsor sangat menyulitkan upaya evakuasi menggunakan peralatan manual.

Pencarian kemudian direncanakan dengan menurunkan alat berat dari Dinas PUPRPerkim Bangli.

Situasi mulai gelap dan turun hujan, sehingga tidak memungkinkan pengerjaan dilakukan.

“Untuk menghindari risiko longsor susulan, diputuskan upaya pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” jelasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Empat Titik Longsor Terjang Kawasan Pura Pucak Adeng Tabanan, Kerugian Rp1 Miliar

Empat Titik Longsor Terjang Kawasan Pura Pucak Adeng Tabanan, Kerugian Rp1 Miliar

Bencana Tanah Longsor di awal musim hujan sudah mulai terjadi di Kabupaten Tabanan, salah satunya adalah di kawasan Pura Pucak Adeng, Banjar Munduk Lumbang, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti.

Pencarian Korban Longsor di Pelaga Eco Park, Tiga Posko Dibuka

Pencarian Korban Longsor di Pelaga Eco Park, Tiga Posko Dibuka

Penanganan bencana sekaligus pencairan korban di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, kini diperkuat dengan pembentukan tiga Posko Bencana.

BPBD Bali Jajaki Pemanfaatan AI untuk Percepat Informasi dan Peringatan Dini Bencana

BPBD Bali Jajaki Pemanfaatan AI untuk Percepat Informasi dan Peringatan Dini Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mulai mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat pengelolaan informasi kebencanaan, dll.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer