Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BGN Bali Pastikan MBG Tetap Jalan Saat Puasa

R
Penulis: Rika Riyanti❯


Advertisement

MBG
MBG

 

BALIEXPRESS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan.

Advertisement

Namun, terdapat penyesuaian mekanisme pemberian makanan bagi siswa muslim yang bersekolah di sekolah mayoritas non-muslim.

Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina G.W menjelaskan bahwa siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa akan menerima menu kering, sementara siswa lainnya tetap mendapatkan menu basah seperti biasa.

“Nggih, untuk bulan puasa itu di provinsi Bali kan beberapa sekolah yang dominan yaitu mayoritas non-muslim. Jika misalnya dia sekolah pemberian MBG-nya seperti dia sama, memberikan menu basah. Akan tetapi apabila ada yang muslim sekolah di mayoritas non-muslim itu dia akan mendapatkan keringan,” ujarnya, Senin (16/2).

Menu kering yang dimaksud berupa bahan pangan yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.

 “Itu biasanya telur, kacang polong, abon dan ada juga buah dan kurma juga biasanya kami diarahkan untuk memberikan,” katanya.

Risca menambahkan, menu kering tersebut akan diberikan pada waktu yang sama dengan pembagian menu basah kepada siswa lainnya. 

“Diberikannya pada saat rekan-rekannya mendapatkan makanan basah menu basah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pengurangan jatah MBG selama bulan puasa.

“Tidak ada. Itu dikembalikan lagi jika sekolahnya itu sekolah kita akan tetap memberikan menu basah dan jika memang tidak sekolah itu akan kami berikan menu keringan tapi rapelnya 3 hari saja,” ujarnya.

Sementara itu, untuk sekolah mayoritas muslim, sebagian besar memilih menghentikan sementara program MBG selama Ramadan.

“Kalau untuk di sekolah muslim itu ada sehingga kami tidak memberikan jadinya,” katanya. 

“Rata-rata request-nya seperti itu. Karena kalau misalnya kita arahkan untuk sekolah atau dan lain sebagainya itu kami juga kan pemberian MBG ini kan tidak boleh memaksakan kehendak dari penerima manfaatnya,” tambah Risca.

Menurutnya, pihak BGN selalu melakukan koordinasi dan meminta persetujuan sekolah sebelum menyalurkan MBG.

 “Jadi sebelum itu kami pasti tanyakan terlebih dahulu kesediaan dari sekolah dan penerima manfaatnya. Dan sejauh ini untuk sekolah yang muslim itu mereka libur,” jelasnya.

Risca menyebut permintaan penghentian sementara MBG selama puasa datang dari sejumlah sekolah di wilayah Jembrana dan Tabanan.

“Itu kemarin kami dapat infonya itu di daerah Jembrana sama Tabanan. tapi nanti itu dikembalikan lagi koordinasi-koordinasi antara kepala SPPG dan pihak sekolah tersebut,” katanya.

Ia menambahkan kebijakan tersebut bersifat situasional dan dapat berubah jika sekolah kembali mengajukan permintaan penyaluran MBG di tengah Ramadan. 

“Iya, bisa aja,” ujarnya.

Terkait isu viral di media sosial mengenai permintaan menu babi kecap, Risca menegaskan bahwa menu berbahan daging babi tidak diperbolehkan dalam program MBG di Bali.

 “Di Bali kami tidak boleh menggunakan menu daging babi karena kami kan ada sertifikat halalnya,” tegasnya.

“Di Bali sendiri, walaupun mayoritas dari kami itu Hindu, tetap tidak boleh karena kami harus lulus sertifikasi halal,” pungkasnya.(***)

Advertisement

Artikel Terkait

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

PT Yili Indonesia Dairy (YILI) bersama merek es krim Joyday turut berpartisipasi dalam kegiatan Self-Care Antimicrobial Resistance Awareness Run (AMRun) 5K 2026 yang diselenggarakan di kawasan Sanur, Bali awal November

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer