Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cucu Temukan Kakek 101 Tahun Meninggal di Dapur Rumah

D
Penulis: Dian Suryantini❯

Polisi memeriksa jenazah lansia yang tergantung di dapur rumahnya di Desa Ambengan, Buleleng.
Polisi memeriksa jenazah lansia yang tergantung di dapur rumahnya di Desa Ambengan, Buleleng.


Advertisement

SINGARAJA, BALI EXPRESS — Suasana tenang di Banjar Dinas Ambengan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, mendadak berubah duka. Seorang kakek berusia 101 tahun ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya pada Minggu (22/2) siang.

 

Korban diketahui bernama Ketut Kertia,101, seorang lansia yang sudah lama tidak bekerja. Di usia yang sangat lanjut, ia juga diketahui mengalami pikun.

Advertisement

 

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh cucunya, Gede Risky, 22. Saat itu, Risky baru saja pulang dari menjenguk keluarga. Setibanya di rumah, ia langsung menuju dapur. Namun, pemandangan yang dilihatnya membuatnya terkejut. Sang kakek ditemukan dalam keadaan tergantung pada rangka baja ringan dapur menggunakan kain seprai berwarna coklat bermotif bunga.

 

Advertisement

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz menjelaskan, saksi menemukan korban sudah tidak bernyawa saat tergantung di dapur.

 

“Saat ditemukan, posisi tubuh korban masih menyentuh sejumlah perabot dapur. Bagian pantat korban dalam posisi tertekuk dan menyentuh meja, sementara kedua kakinya masih mengenai kursi yang berada tepat di bawah tubuhnya,” ujarnya, Senin (23/2).

Melihat kondisi tersebut, saksi segera menghubungi anggota keluarga lainnya. Tak lama kemudian, keluarga bersama beberapa warga sekitar datang ke lokasi. Mereka kemudian menurunkan tubuh korban dan melepaskan kain yang melilit di lehernya.

 

Petugas medis dari Puskesmas Sukasada II, I Gede Suradnya, melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban. Dari hasil pemeriksaan awal, diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan.

 

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya pada tubuh korban,” ungkap IPTU Yohana.

 

Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher. Pihak keluarga pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka juga menyatakan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.

 

Diketahui, korban selama ini tinggal bersama keluarga. Faktor usia yang sangat lanjut membuat kondisi kesehatannya menurun, termasuk mengalami pikun.

Advertisement

Artikel Terkait

TP PKK Gianyar Sosialisasikan Pemberdayaan Lansia

TP PKK Gianyar Sosialisasikan Pemberdayaan Lansia

BALIEXPRESS.ID - Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pemberdayaan lansia yang dirangkaikan dengan sosialisasi peningkatan kualitas hidup lanjut usia, Selasa (19/5) di Balai Banjar Bonjaka Tegalalang. K

Rayakan Dies Natalis Perdana, IMK Bantu Sembako Puluhan Lansia

Rayakan Dies Natalis Perdana, IMK Bantu Sembako Puluhan Lansia

IAHN Mpu Kuturan (IMK) melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada 60 warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Banyuning, Senin 4 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis

  Uniknya Tradisi Megibung di Desa Pumahan, Sukasada  Krama Cuntaka tak Boleh Ikut, Dilaksanakan saat Pujawali

Uniknya Tradisi Megibung di Desa Pumahan, Sukasada Krama Cuntaka tak Boleh Ikut, Dilaksanakan saat Pujawali

Tradisi Megibung tidak hanya dilaksanakan di desa desa Kabupaten Karangasem. Namun, tradisi ini juga bisa ditemukan di Desa Adat Pumahan, Kecamatan Sukasada yang dilaksanakan bertepatan pada hari Tumpek Landep. Tradisi m

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer