Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir Picu Ribuan Pembatalan Booking dari Australia

R
Penulis: Rika Riyanti❯

 


Advertisement

PAKET NYEPI: Wakil Ketua PHRI Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya
PAKET NYEPI: Wakil Ketua PHRI Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya

 


BALIEXPRESS.ID – Bencana banjir yang melanda sejumlah titik di Bali, khususnya wilayah Kuta dan Canggu, berdampak langsung pada sektor perhotelan.

Advertisement

Wakil Ketua PHRI Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengungkapkan ribuan wisatawan asal Australia membatalkan pemesanan kamar.

“Banyak ribuan yang cancel dari Australia. Itu ya karena berita banjir ini. Itu yang terjadi,” ujarnya saat diwawancara di Denpasar, Sabtu (28/2).

Advertisement

Ia menegaskan, pembatalan tersebut sangat merugikan pelaku usaha dan berpotensi mengurangi penerimaan pajak daerah.

“Itu sangat merugikan. Itu kita lose potential revenue kita ya. Baik dari kita kehilangan dari pengusaha, dari pihak hotel, ada booking-booking yang cancel dan juga pemasukan kepada pemerintah berupa pajak kan hilang jadinya,” tegasnya.

Banjir yang terjadi di sejumlah titik pusat akomodasi seperti Kuta dan Canggu menimbulkan pertanyaan dari wisatawan mancanegara.

“Yang mana kita kan menerima the best tourist destination island in the world, kenyataannya ketika musim hujan banjir sangat luar biasa sampai khususnya di Kabupaten Bandung di daerah Legian aja, Kuta lah sampai lima titik banjir itu kan daerah-daerah pusat, daripada akomodasi atau hotel vila itu banyak di sana itu yang menimbulkan banyak pertanyaan-pertanyaan dari luar negeri yang masuk ke kita menanyakan apa yang terjadi,” bebernya.

Ia menjelaskan, meski banjir hanya terjadi di beberapa titik, dampak citra yang ditimbulkan cukup besar.

“Kita sudah jelaskan bahwa hanya di beberapa titik saja yang ada banjir dan kemudian yang di tempat lain sih enggak ada, enggak ada masalah, baik di daerah Timur, daerah Utara, Barat enggak ada masalah ya. Dan termasuk di Uluwatu pun enggak ada masalah. Yang masalah kan di daerah Kuta dan Canggu itu yang paling (besar banjirnya),” jelasnya.

 

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan sentra ekonomi dan pusat aktivitas wisata di Badung sehingga dampaknya terasa signifikan.

Terkait potensi travel warning, ia mengaku khawatir jika situasi terus memburuk.

“Mudah-mudahan enggak ada yang lain ya. Saya takut ada travel warning, itu yang kita khawatirkan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk okupansi saat Ramadan, tingkat hunian hotel berada di kisaran normal.

“Oh, bulan Ramadan masih slow-slow aja, masih antara 60-65% ya. Jadi tingkat hunian ini yang terjadi. Mudah-mudahan ada peningkatan. Biasanya kan meningkat itu biasanya mulai Juni, Juli, Agustus ya,” pungkasnya.(***)

Advertisement

Artikel Terkait

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan PT BPR Bank Nusamba Bali Nus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer