5 Pelaku Bakar 2 ABK hingga Tewas di Benoa Ditangkap, Begini Motifnya

BALIEXPRESS.ID – Dua anak buah kapal (ABK) bernama Egi Ramadan, 30, asal Cirebon, Jawa Barat, dan Hisam Adnan, 29, asal Semarang, Jawa Tengah, tewas mengenaskan usai diserang dan dibakar oleh sekelompok orang di Jalan Pelabuhan Benoa No. 7 X, Pedungan, pada Jumat (10/4) sekitar pukul 04.30 WITA. Polisi pun bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan brutal tersebut.
Kapolresta Denpasar Kombespol Leonardo David Simatupang mengatakan pihaknya telah mengamankan lima pelaku. “Ini merupakan kasus penganiayaan berat yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku,” ujarnya.
Kelima pelaku masing-masing berinisial SA, DH, NU, DR, dan IS. Mereka ditangkap di lokasi berbeda pada hari yang sama. NU lebih dulu diamankan di kawasan Pelabuhan Benoa sekitar pukul 12.45 WITA.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Bhakti Penganyaran di Pura Ulun Danu Batur
Disusul tiga orang lainnya, yakni IS, DH, dan DR, yang ditangkap di sebuah kos di Jalan Tukad Badung sekitar pukul 13.30 WITA. Sementara SA diringkus pukul 14.45 WITA di Jalan Batas Dukuh Sari, Denpasar Selatan.
Lebih rinci, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra mengungkapkan, aksi keji itu dilakukan secara bersama-sama dengan cara memukul korban menggunakan tangan kosong, batu, dan balok kayu, serta menendang.
Tidak berhenti di situ, para pelaku kemudian menyiram korban dengan bensin dan membakarnya.
Baca Juga: Warga Pegayaman Tagih Keadilan Ganti Rugi Shortcut 9-10, DPRD Buleleng Diminta Bertindak Tegas
“Para pelaku melakukan kekerasan secara berulang hingga akhirnya korban dibakar di lokasi kejadian,” jelasnya. Dari hasil penyelidikan, kejadian ini dipicu oleh dendam lama yang dipicu dalam kondisi mabuk.
Sebelum kejadian, korban Egi bersama rekannya, termasuk Hisam dan seorang saksi bernama Budi, tengah mengonsumsi minuman keras di dermaga.
Dalam kondisi terpengaruh alkohol, korban sempat melakukan video call kepada salah satu pelaku dan mengancam akan membunuhnya.
Tantangan tersebut berlanjut dengan kesepakatan untuk bertemu dan berkelahi di depan sebuah restoran di kawasan pelabuhan. Saat korban tiba di lokasi dalam kondisi lemas akibat alkohol, para pelaku datang dan langsung melakukan penyerangan brutal.



