Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPBD Buleleng Optimalkan SIK untuk Perkuat Penanggulangan Bencana

D
Penulis: Dian Suryantini❯

 


Advertisement

Rapat optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) yang digelar di Kantor BPBD Buleleng.
Rapat optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) yang digelar di Kantor BPBD Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana yang adaptif dan berbasis data terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui rapat optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) yang digelar di Kantor BPBD Buleleng.

Rapat ini menjadi bagian dari tindak lanjut inisiatif Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan SIK, sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk menjawab tantangan kebencanaan yang kian kompleks. Tidak hanya mencatat kejadian bencana, SIK kini mencakup seluruh siklus penanggulangan, mulai dari tahap pra bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.

Advertisement

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran BPBD Buleleng, Pusdalops, UPTD PBD Pusdalops BPBD Provinsi Bali, serta perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, dalam arahannya menegaskan bahwa optimalisasi SIK merupakan langkah strategis untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Dengan sistem yang terintegrasi, data kebencanaan dapat diakses secara terpusat dan real-time.

“SIK memudahkan pemetaan daerah rawan bencana, analisis risiko, hingga visualisasi data geospasial. Ini menjadi dasar penting dalam perencanaan yang lebih akurat dan responsif,” ujarnya, Rabu (22/4).

Advertisement

Menurutnya, keberadaan SIK juga mendorong transparansi dan efisiensi melalui digitalisasi birokrasi. Integrasi antara BPBD Provinsi Bali dan BPBD kabupaten/kota menjadi nilai tambah dalam mempercepat alur informasi dan koordinasi saat terjadi bencana.

Namun demikian, ia tidak menampik masih adanya sejumlah tantangan dalam implementasi sistem ini. Ketergantungan pada jaringan internet menjadi salah satu kendala utama, terutama di wilayah dengan akses terbatas. Selain itu, potensi overload sistem saat pelaporan tinggi juga menjadi perhatian.

“Yang tidak kalah penting adalah kualitas data. Input yang tidak akurat akan berdampak pada validitas informasi dan tentu memengaruhi pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BPBD Buleleng mendorong pengembangan lanjutan, termasuk membuka akses Open API dari SIK Provinsi Bali. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem internal BPBD Buleleng serta meningkatkan interoperabilitas dengan berbagai sistem pendukung lainnya di daerah.

Advertisement

Artikel Terkait

Krisis Air Bersih, BPBD Buleleng Salurkan 5.000 Liter untuk Warga Abasan

Krisis Air Bersih, BPBD Buleleng Salurkan 5.000 Liter untuk Warga Abasan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu I mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga Banjar Abasan, Rabu (7/10/2026).

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer