
BALIEXPRESS.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Bali akan berlangsung dengan pendekatan berbeda.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan ESDM Provinsi Bali bersama perwakilan pekerja dan pengusaha sepakat menghadirkan perayaan dalam format kolaboratif yang mengedepankan kebersamaan tanpa aksi turun ke jalan.
Kepala Disnaker dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan peringatan yang jatuh pada 1 Mei ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis di Bali.
“Ini kolaborasi bersama antara pekerja, pengusaha, dan difasilitasi oleh Pemprov Bali. Tujuannya menjaga kondusivitas dan produktivitas yang mendukung pembangunan Bali berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan, konsep kolaboratif dipilih sebagai alternatif dari pola peringatan May Day yang selama ini identik dengan aksi demonstrasi.
Melalui pendekatan ini, seluruh pihak diharapkan dapat merayakan Hari Buruh dalam suasana yang lebih positif dan konstruktif.
Kegiatan Bali May Day 2026 akan melibatkan berbagai elemen, mulai dari konfederasi dan federasi serikat pekerja, termasuk Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali, hingga pelaku usaha.
“Semua terlibat, ini jadi ruang bersama. May Day bukan sekadar perayaan, tapi momen kebersamaan kita,” tambahnya.
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya aktivitas olahraga bersama, layanan skrining kesehatan, bazar kuliner, hingga hiburan.



