Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PMI Buleleng Terbanyak di Bali, Disnakertrans Gandeng BP3MI Perkuat Perlindungan

D
Penulis: Dian Suryantini❯
Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali memperluas pengawasan, sosialisasi, serta pemberdayaan bagi PMI asal Buleleng. (Ist)
Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali memperluas pengawasan, sosialisasi, serta pemberdayaan bagi PMI asal Buleleng. (Ist)

Advertisement

BALIEXPRESS.ID – Arus warga Buleleng yang memilih bekerja ke luar negeri terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di balik peluang ekonomi yang menjanjikan, ancaman penipuan hingga praktik perekrutan ilegal masih menjadi persoalan serius yang menghantui para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Situasi itu membuat Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat langkah perlindungan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Kabupaten Buleleng kini resmi menggandeng Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali untuk memperluas pengawasan, sosialisasi, serta pemberdayaan bagi PMI asal Buleleng. 

Kepala Disnakertrans ESDM Buleleng, Putu Arimbawa, Jumat (8/5/2026), mengungkapkan bahwa Buleleng menjadi daerah penyumbang PMI terbesar di Bali. Bahkan, jumlah PMI asal Bali sendiri berada di posisi keenam secara nasional.

Advertisement

Data tahun 2025 mencatat sebanyak 2.437 warga Buleleng bekerja di luar negeri. Sementara hingga April 2026, jumlah PMI asal Buleleng telah mencapai 1.052 orang dari total 4.900 PMI Bali.

Angka itu menunjukkan tingginya minat masyarakat Buleleng untuk bekerja di luar negeri sebagai jalan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Menurut Arimbawa, tingginya angka tersebut harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang kuat.

Kolaborasi bersama BP3MI Bali dinilai penting agar masyarakat tidak menjadi korban perekrutan ilegal maupun praktik penempatan yang merugikan.

“Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan PMI asal Kabupaten Buleleng memperoleh perlindungan, rasa aman, dan kenyamanan selama bekerja di luar negeri,” ujar Arimbawa.

Advertisement
Editor : I Made Mertawan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer