Tak Lagi Asal Terima Bantuan, Data Bansos di Buleleng Diverifikasi Ulang

BALIEXPRESS.ID- Pemkab Buleleng mulai bergerak membenahi persoalan klasik bantuan sosial yang selama ini kerap memicu keluhan di masyarakat, yakni penerima bantuan dinilai tidak tepat sasaran.
Melalui penerapan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos), pemerintah kini menyiapkan sistem verifikasi berbasis data digital untuk memastikan bansos benar-benar diterima warga yang layak.
Pesan tegas itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa saat membuka Bimbingan Teknis penerapan aplikasi Portal Perlinsos sekaligus melaunching program “BESTiE Buleleng” di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Ketua DPRD Tabanan Kawal Persiapan Pujawali Agung dan Pemlaspasan di Pura Batu Panes
Menurut Suyasa, pola lama pendataan bansos yang tidak diperbarui membuat banyak bantuan meleset dari sasaran.
Ada warga yang kondisi ekonominya sudah membaik namun masih menerima bantuan, sementara warga lain yang lebih membutuhkan justru belum tersentuh.
“Sekarang semua berbasis NIK. Saat data dimasukkan, kondisi sosial ekonominya langsung terlihat. Jadi bukan lagi soal siapa dekat siapa atau siapa yang dulu pernah masuk data,” tegasnya.
Lewat sistem Portal Perlinsos, seluruh masyarakat kategori desil 1 hingga desil 5 akan diverifikasi ulang. Pemerintah ingin memastikan data penerima bansos benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.
Di Kabupaten Buleleng sendiri, jumlah masyarakat yang masuk kategori tersebut mencapai sekitar 103 ribu kepala keluarga.
Angka itu menjadi fokus utama proses validasi data yang kini mulai dilakukan secara bertahap.
Untuk mempercepat proses pendataan, pemerintah melibatkan Agen Perlinsos yang telah mendapatkan pelatihan teknis.



