Tali Putus, Rupada Jatuh dari Pohon Enau Setinggi 12 Meter di Ubud Gianyar

BALIEXPRESS.ID- Seorang petani air nira, I Gede Rupada,28, asal Banjar Bingin, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, mengalami kejadian tragis, Sabtu (23/5/2026).
Rupada terjatuh dari pohon enau setinggi sekitar 12 meter saat memanen air nira di Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, sekitar pukul 12.30 Wita.
Kejadian bermula ketika ia memanjat pohon enau di kebun milik Made Naru.
Baca Juga: KONI Buleleng Cetak 63 Pelatih Nasional, Siapkan Fondasi Menuju Porprov 2027
Saat mencapai pucuk pohon dan hendak mengambil sadapan, tali pengaman yang melingkar di pinggangnya tiba-tiba putus.
Korban langsung kehilangan keseimbangan hingga jatuh. Benturan keras itu membuat tulang belakangnya patah dan tidak mampu menggerakkan tubuhnya.
Lokasi kebun yang terpencil membuat tidak ada warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Korban tak segera mendapatkan pertolongan.
Ia baru ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita oleh seorang warga, I Wayan Sudiarsa,30, yang kebetulan melintas.
Sudiarsa mendengar suara rintihan dari dalam kebun. Setelah dicek, ternyata korban tergeletak dalam kondisi lemas dan menahan sakit.
Baca Juga: BRI bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali Melalui Akad Massal KUR 1.000 UMKM
Sudiarsa lalu melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan, Aiptu I Nyoman Sutama. Laporan diteruskan ke BPBD Gianyar untuk proses evakuasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan setelah menerima informasi dari lapangan.



