Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerap Kucing-Kucingan, 14 Gepeng Terjaring Operasi Senyap di Ubud

P
DIAMANKAN : Sebanyak 14 gepeng diamankan saat operasi senyap di Ubud. 
DIAMANKAN : Sebanyak 14 gepeng diamankan saat operasi senyap di Ubud. 

Advertisement

BALIEXPRESS.ID – Upaya penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) di kawasan wisata Ubud tampaknya masih menghadapi tantangan besar. Meski berulang kali diamankan dan dipulangkan ke daerah asal, sejumlah gepeng kembali muncul dan beroperasi secara sembunyi-sembunyi di pusat pariwisata internasional tersebut.


Dalam operasi senyap yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar bersama Pecalang Desa Adat Ubud pada Minggu malam (5/7), petugas berhasil mengamankan 14 orang gepeng yang tengah beraksi meminta-minta kepada wisatawan domestik maupun mancanegara di sejumlah titik keramaian Ubud.


Dari jumlah tersebut, sebanyak sembilan orang merupakan perempuan dewasa dan lima lainnya anak-anak. Keberadaan kelompok ini bahkan memiliki sebutan tersendiri di kalangan petugas Satpol PP, yakni “Semut Merah”, karena kerap muncul kembali meski sudah berkali-kali ditertibkan.

Advertisement

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar, I Putu Yudanegara, mengatakan keberadaan para gepeng tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan yang sedang menikmati suasana Ubud.


“Mereka meminta-minta di kawasan Ubud dan kerap menyasar wisatawan yang sedang berlibur. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan serta citra pariwisata yang selama ini kita jaga bersama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/7).

Advertisement


Menurut Yudanegara, aktivitas mengemis di ruang publik tersebut melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penertiban secara berkala.


Setelah diamankan, seluruh gepeng langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Gianyar untuk menjalani pendataan dan pembinaan. Selanjutnya mereka diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Gianyar guna diproses dan dipulangkan kembali ke daerah asalnya di Kabupaten Karangasem.


Hasil pendataan petugas menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka merupakan wajah lama yang sebelumnya juga pernah terjaring operasi serupa.

Fenomena ini menjadi persoalan berulang yang hingga kini masih sulit diatasi.
“Mayoritas yang diamankan merupakan orang-orang yang sudah pernah ditangkap sebelumnya. Setelah dipulangkan, mereka kembali lagi ke Ubud untuk mengemis,” ungkap Yudanegara.


Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah asal, instansi sosial, dan masyarakat untuk mencari solusi yang lebih efektif, sehingga praktik mengemis di kawasan wisata tidak terus berulang dan citra Ubud sebagai destinasi wisata dunia tetap terjaga. *

Advertisement
Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika

Artikel Terkait

Mantan Karyawan Gasak Motor Operasional SPPG Melinggih, Dibekuk Polsek Payangan Kurang dari 24 Jam

Mantan Karyawan Gasak Motor Operasional SPPG Melinggih, Dibekuk Polsek Payangan Kurang dari 24 Jam

BALIEXPRESS.ID – Gerak cepat jajaran Polsek Payangan membuahkan hasil. Seorang pria berinisial I.K.Y. (21) yang diduga mencuri sepeda motor operasional milik SPPG Melinggih berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah k

Kepergok Saat Mengacak Rak Rokok, Pria Asal Blahbatuh Diamankan Warga dan Polisi di Tampaksiring

Kepergok Saat Mengacak Rak Rokok, Pria Asal Blahbatuh Diamankan Warga dan Polisi di Tampaksiring

Aksi pencurian di sebuah warung milik warga di Banjar Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, berakhir gagal setelah pelaku kepergok saat sedang mengacak-acak rak penyimpanan rokok, Sabtu (4/7). Selanjutny

Sidak di Kuta Utara, Satpol PP Badung Amankan 8 Gepeng

Sidak di Kuta Utara, Satpol PP Badung Amankan 8 Gepeng

Satpol PP Badung kembali mengamankan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di Kecamatan Kuta Utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer