Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belasan Ribu Peserta Didik Baru di Badung Ikuti MPLS Ramah

P
Pembukaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Mengwi, Senin (13/7). (ist)
Pembukaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Mengwi, Senin (13/7). (ist)

Advertisement

BALIEXPRESS.ID - Sebanyak 15.677 peserta didik baru di Kabupaten Badung resmi mengikuti pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027.

Kegiatan ini pun dibuka secara serentak oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Senin (13/7). 

Pembukaan dipusatkan di SMP Negeri 1 Mengwi dengan mengusung tema Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah.

Berdasarkan data Disdikpora Kabupaten Badung, MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 diikuti oleh 15.677 peserta didik baru, yang terdiri atas 8.185 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 7.492 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seluruh Kabupaten Badung.

Seluruh peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah sebagai bekal awal memasuki jenjang pendidikan yang baru.

Advertisement

Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana mengatakan, MPLS tahun ini mengedepankan konsep ramah, yakni membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan.

"Hari ini kita melaksanakan upacara pembukaan MPLS secara resmi untuk Kabupaten Badung yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Mengwi. MPLS tahun 2026 mengusung tema MPLS Ramah, yaitu ramah kepada lingkungan, ramah kepada sekolah, kepada guru, dan kepada teman. Kita ingin menghindari segala bentuk perundungan. Melalui MPLS ini anak-anak diberikan pembekalan agar mampu bersikap ramah kepada teman, guru, maupun lingkungan sekolah," ujar Dwipayana.

Pihaknya menyebutkan, MPLS Ramah dirancang untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, beradaptasi dengan warga sekolah, memahami tata tertib, budaya belajar, kurikulum, serta berbagai program pendidikan yang akan dijalani.

"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penanaman disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta pencegahan berbagai penyimpangan isu sosial,” paparnya.

Dwipayana menegaskan, seluruh pelaksanaan MPLS harus berlangsung secara edukatif, inspiratif, dan menyenangkan tanpa praktik perpeloncoan maupun pemberian tugas yang tidak mendidik.

Advertisement
Editor : Putu Resa Kertawedangga

Artikel Terkait

Lulus SMP Bingung Pilih Sekolah?Pertimbangkan 5 Hal Penting Ini!

Lulus SMP Bingung Pilih Sekolah?Pertimbangkan 5 Hal Penting Ini!

Lulus SMP menjadi momen penting bagi setiap siswa. Di tengah banyaknya pilihan sekolah, calon peserta didik dan orang tua perlu mempertimbangkan dengan matang sekolah yang sesuai dengan minat, potensi, serta cita-cita an

Veritas Intercultural School Resmi Diluncurkan, Awali Transformasi Pendidikan Berstandar Internasional

Veritas Intercultural School Resmi Diluncurkan, Awali Transformasi Pendidikan Berstandar Internasional

Setelah 25 tahun beroperasi sebagai sekolah SPK ternama di Bali, Bintaro, dan Kelapa Gading, ketiga sekolah ini resmi bertransformasi dengan mengusung identitas Veritas Intercultural School,

Sekolah Jauh Dari Rumah, Orang Tua Siswa Geruduk Disdikpora Denpasar

Sekolah Jauh Dari Rumah, Orang Tua Siswa Geruduk Disdikpora Denpasar

Ratusan orang tua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Senin (29/6).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer