
BALIEXPRESS.ID – Rencana pembangunan moda transportasi massal yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu mengalami perubahan.
Pemerintah Provinsi Bali memastikan proyek tersebut tidak lagi menggunakan skema Mass Rapid Transit (MRT), melainkan beralih ke Autonomous Rail Rapid Transit (ART) atau trem listrik otonom.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan perubahan tersebut dilakukan karena moda ART dinilai lebih efisien dan lebih mudah diterapkan dari sisi teknologi.
Saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan rencana MRT, Koster menegaskan bahwa konsep tersebut sudah tidak digunakan.
"Nggak, nggak (bukan MRT), ART," kata Koster saat diwawancara usai menghadiri acara Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali periode 2026-2031 di The Keranjang Bali, Kamis (7/8)
Ia menjelaskan, keputusan beralih ke ART didasarkan pada pertimbangan efisiensi serta kemudahan penerapan teknologi.
"Ya, karena jauh lebih efisien, dan secara teknologi lebih mudah," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai kelanjutan pembangunan MRT yang sebelumnya sudah pada tahap ground breaking, Koster menegaskan belum pernah ada pembangunan proyek tersebut.



