PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Kaderisasi Wartawan

BALIEXPRESS.ID - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) sebagai upaya memperkuat profesionalisme sekaligus kaderisasi anggota.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PWI Bali, pada Kamis (20/8/2026) tersebut diikuti sekitar 102 peserta.
Ketua PWI Bali I Wayan Dira Arsana mengatakan, OKK menjadi bagian dari program organisasi untuk memberikan penyegaran dan penguatan kepada anggota terkait fungsi serta tanggung jawab pers.
Baca Juga: BRI Perkenalkan Tampilan Baru Qlola, Perkuat Solusi Digital Terintegrasi bagi Ekosistem Bisnis
“OKK kali ini adalah sebagai bagian program PWI Bali untuk memberikan penyegaran, penguatan, dan penguatan tanggung jawab kepada fungsi-fungsi pers, kepada anggota PWI Bali. Yang kedua adalah merekrut anggota baru agar PWI Bali punya kaderisasi kepengurusan ke depan,” ujarnya.
Menurut Dira, keberadaan PWI tidak hanya menjadi wadah organisasi bagi wartawan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang untuk membangun pers yang mampu menghasilkan informasi berkualitas, bermanfaat, dan edukatif bagi masyarakat.
“Yang hadir hari ini sekitar 102 orang, termasuk sejumlah wartawan senior yang memang punya komitmen yang sama untuk membangun dan membesarkan PWI Bali dalam konteks fungsi-fungsi pers dalam penyebaran informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab,” katanya.
Baca Juga: Fenomena Brain Drain Buleleng, Budayawan Sugi Lanus Dorong Anak Muda Berkarya di Tanah Kelahiran
Dira menilai tantangan dunia kewartawanan saat ini semakin berat. Selain persoalan ekonomi dan permodalan media, wartawan juga menghadapi beban hukum serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Namun, dia tidak melihat AI semata-mata sebagai ancaman. Menurutnya, teknologi tersebut justru dapat dimanfaatkan sebagai penguat kerja jurnalistik, sepanjang wartawan tetap mengedepankan profesionalisme.
“AI sebagai penguat karya jurnalistik, AI sebagai tantangan untuk memacu profesionalisme,” tegasnya.
Menurut Dira, wartawan tetap memiliki keunggulan melalui proses jurnalistik yang menghasilkan informasi terverifikasi dan bertanggung jawab.



