Kondisi PLTS di Karangasem Memprihatinkan, Panel Surya Ditumbuhi Rumput

BALIEXPRESS.ID- Di saat pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), aset pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, justru kehilangan fungsinya.
Pembangkit yang dibangun pemerintah pusat senilai Rp26 miliar itu kini terbengkalai, nyaris tidak terawat.
PLTS yang dibangun sejak 2013 di atas lahan sekitar 1,2 hektare itu tampak dipenuhi semak belukar.
Sebagian panel surya bahkan mengalami kerusakan, sementara area pembangkit tertutup pagar yang terkunci.
Fasilitas dengan kapasitas terpasang mencapai 1 megawatt peak (MWp) itu sebelumnya bukan sekadar proyek yang berdiri tanpa fungsi.
PLTS tersebut sempat tersambung dengan jaringan PT PLN (Persero) dan listrik yang dihasilkan telah dimanfaatkan.
Kini, kondisi di lapangan berbeda. Aktivitas pemeliharaan maupun pengawasan terhadap fasilitas tersebut disebut sangat minim.
“Paling ada yang kontrol, itu pun jarang sekali. Dulu awal-awal bagus, sekarang terbengkalai begini. Sayang sekali anggaran besar tidak diurus,” kata I Made Duduk, warga Desa Kubu yang melintas di lokasi ditemui Jumat (28/8/2026).
Mangkraknya PLTS tersebut juga berkaitan dengan status dan pola pengelolaannya setelah aset tidak lagi berada di pemerintah pusat.
Kabag Perekonomian dan Pembangunan Setda Karangasem, I Gede Adi Agus Wintara, mengatakan fasilitas itu telah dihibahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Pemkab Karangasem pada 2017.



