
BALIEXPRESS.ID-Berawal dari pengalaman kesulitan mendapatkan akses belajar bahasa asing, Gede Arland Indrayana kini membuka kelas bahasa Mandarin secara gratis bagi anak-anak di Buleleng. Melalui Arland Academy, ia memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bahasa Mandarin sekaligus mengenal peluang pendidikan di China.
Kelas gratis tersebut kini telah berjalan di tiga kecamatan. Salah satunya berada di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Pesertanya berasal dari sejumlah sekolah, termasuk SMK Negeri 1 Sawan. Arland menargetkan setiap kelas diikuti sekitar 10 hingga 15 siswa agar proses pembelajaran lebih mudah dikontrol dan pendampingan dapat dilakukan secara maksimal.
“Kalau lebih dari itu kami susah kontrol. Jadi memang target gratis kami di angka 10 sampai 15 orang per kecamatan,” ujar Arland.
Gagasan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak Arland menjalani program magang di SMA Negeri 1 Singaraja pada 2023. Saat itu, ia menemukan sejumlah siswa yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke China. Di sela kegiatan magang, Arland kemudian memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai tempat mengajarkan bahasa Mandarin kepada para siswa.
Program itu awalnya diberi nama Pembelajar Bahasa Mandarin. Seiring waktu, kegiatan berkembang setelah beberapa siswa yang pernah mendapat pendampingan berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di China. Di antaranya terdapat siswa yang diterima di Hainan University. Ada pula peserta dari Jakarta yang kemudian melanjutkan pendidikan di Shenzhen.
“Yang pertama sasarannya adalah anak-anak SMA yang punya peluang juga untuk melanjutkan studi ke China. Bagaimana cara daftar beasiswa, itu pernah saya lewati. Jadi saya ingin sharing,” kata Arland.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Arland untuk terus mengembangkan program. Ia sendiri pernah memperoleh kesempatan kuliah di Xiamen University, China, melalui jalur beasiswa. Pengalaman mendapatkan pendidikan di luar negeri itulah yang ingin dibagikan kepada generasi muda di Buleleng.
Selain kelas gratis, Arland Academy juga menyediakan pembelajaran privat berbayar bagi peserta yang membutuhkan pendampingan lebih intensif. Biaya tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional, termasuk waktu, transportasi, dan akomodasi. Untuk sementara, pembelajaran masih ditangani langsung oleh Arland.
Menurut Arland, mengajar bukan pekerjaan yang membebani. Interaksi dengan siswa justru memberikan pengalaman baru baginya. Tantangan yang dirasakan lebih banyak berkaitan dengan waktu dan perjalanan menuju lokasi kelas. Perjalanan ke Desa Bengkala, misalnya, membutuhkan waktu sekitar 40 menit, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran selama kurang lebih satu setengah jam.
Arland melihat kemampuan bahasa Mandarin tidak hanya berguna untuk melanjutkan pendidikan. Keterampilan tersebut juga dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja, terutama ketika sektor pariwisata, investasi, dan pembangunan di Buleleng semakin berkembang.



