PAD Buleleng Baru 63,33 Persen, Parkir Jadi Salah Satu Sektor yang Digenjot

BALIEXPRESS.ID – Pemkab Buleleng mulai menggenjot percepatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data hingga September, capaian PAD Buleleng baru mencapai 63,33 persen atau sekitar Rp521 miliar lebih.
Angka tersebut masih berada di bawah proyeksi capaian Triwulan III sebesar 75 persen atau sekitar Rp617 miliar lebih.
Baca Juga: 239 Pebulu Tangkis Bali Adu Kemampuan di Kejurprov 2026 di Buleleng
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin rapat evaluasi realisasi PAD Triwulan III Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Rabu (7/10/2026).
Rapat turut dihadiri Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Asisten Bidang Administrasi Umum Gede Sugiartha Widiada serta kepala perangkat daerah pengelola PAD.
PAD Kabupaten Buleleng tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp823 miliar lebih. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah daerah meminta perangkat daerah tidak hanya mengandalkan pola pemungutan yang berjalan, tetapi juga mencari celah untuk mengoptimalkan potensi pendapatan yang belum tergarap.
Sekda Buleleng Gede Suyasa dalam evaluasi tersebut mengurai sejumlah sektor yang realisasinya masih berada di bawah target.
Salah satunya berasal dari sektor kesehatan. Realisasi PAD pada Puskesmas Busungbiu II baru mencapai 56,82 persen. Capaian ini lebih rendah dibandingkan sejumlah puskesmas lainnya.
Baca Juga: AMOR ING ACINTYA!!! Pencari Rumput Hilang di Hutan Sumberkima Ditemukan Meninggal, Diduga Terpeleset
Rendahnya penerimaan tersebut antara lain dipengaruhi jumlah kunjungan pasien umum yang lebih sedikit dibandingkan pasien BPJS.
Kondisi itu sekaligus menjadi indikator meningkatnya tingkat kesehatan masyarakat, karena kunjungan pasien umum yang membayar retribusi secara langsung relatif rendah.



