
BALIEXPRESS.ID - Selama dua tahun terhitung dari 2023 hingga 2025 jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami peningkatan drastis.
Hal ini tercatat dari usaha yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) bertambah 31.140 usaha, dari 27.162 menjadi 58.302.
Peningkatan ini pun diperkirakan terjadi lantaran terjadinya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Badung.
Baca Juga: BRI Region 17 Denpasar Latih Karyawan Hadapi Kondisi Darurat, Perkuat Kesiapsiagaan Tanggap Kebakara
Kepala Dinas Koperasi, UKMP Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati, mengatakan pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan UMKM.
"Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Badung yang terus mengalami peningkatan setelah terlepas dari pandemi corona menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah UMKM," ujar Sagung Rosyawati, Selasa (27/10).
Berdasarkan data DiskopUKMP Badung, jumlah UMKM berizin menunjukkan tren peningkatan sejak 2021.
Baca Juga: Dua Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Catat 576 RDTR Terintegrasi OSS dan LP2B Tembus 87,93 Persen
Saat itu, jumlahnya tercatat sebanyak 22.647 usaha, kemudian naik menjadi 25.542 pada 2022 dan 27.162 pada 2023.
Pertumbuhan semakin pesat pada tahun 2024, jumlah UMKM yang mengantongi NIB mencapai 44.248 usaha.
Angka tersebut kembali meningkat menjadi 58.302 usaha pada 2025.
"Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2024, ketika aktivitas perekonomian Badung mulai kembali bergerak setelah melewati masa pandemi. Kondisi ini turut mendorong masyarakat untuk merintis usaha baru maupun mengembangkan usaha yang telah berjalan," ungkapnya.



