Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ikhtiar Buleleng Menuju Kemandirian Energi

D
Penulis: Dian Suryantini❯
Foto : Sebaran cahaya matahari di kawasan Bali Utara berdasarkan  Global Solar Atlas dari World Bank Group.
Foto : Sebaran cahaya matahari di kawasan Bali Utara berdasarkan  Global Solar Atlas dari World Bank Group.

Advertisement

 

BALIEXPRESS.ID - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali tengah menyiapkan tender dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, yakni PLTS Gilimanuk berkapasitas sekitar 300 MWp dan PLTS Buleleng 118 MWp. Langkah ini ditempuh untuk menekan ketergantungan Bali pada pembangkit berbahan bakar fosil dan pasokan listrik dari Pulau Jawa.

Arjun Karim dari PLN UID Bali menyatakan pemanfaatan PLTS kini mendesak karena Bali masih bertumpu pada pembangkit fosil beremisi tinggi. “Secara praktik, 1 MWp itu kurang lebih membutuhkan 1 hektare,” ujarnya belum lama ini, di Pekan Iklim Bali.

Advertisement

Dengan hitungan tersebut, PLTS Gilimanuk membutuhkan lahan sekitar 300 hektare, sedangkan PLTS Buleleng sekitar 118 hektare. Untuk seluruh Bali, PLN berharap terbangun total sekitar 1,2 hingga 1,6 GWp. Itu berarti sekitar 500 ribu hingga 1 juta rumah dapat diterangi listrik.

Besarnya kebutuhan lahan membuat proyek-proyek tersebut mau tidak mau berlokasi di Bali Utara. Listriknya akan diprioritaskan bagi kawasan pariwisata di Bali Selatan dan Timur. Menurut Global Solar Atlas dari World Bank Group, jalur utara Buleleng dari barat ke timur memiliki intensitas energi surya yang sangat tinggi.

Advertisement

Rencana ini muncul di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik Bali yang per September 2026 mencapai 8,89 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen. Sebagian besar pasokan masih bergantung pada Jawa melalui kabel laut.

Kerentanan itu terlihat saat Bali padam pada Jumat malam, 2 Mei 2025. Gangguan sekitar satu jam itu disebut menimbulkan kerugian miliaran rupiah. Saat kejadian, dua dari tiga unit PLTU Celukan Bawang di Buleleng, yang menyuplai sekitar 30 persen kebutuhan listrik Bali, sedang menjalani overhaul terjadwal. Hanya satu unit beroperasi dengan beban terlalu berat.

Selain pembangkit skala besar, PLN menyatakan mendukung penuh PLTS Atap, baik sistem on-grid maupun off-grid. PLN kini menunggu terbitnya Permen ESDM beserta aturan turunannya. Di sisi lain, Bali telah memiliki 306 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dan PLN membuka peluang kemitraan dengan swasta.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menyatakan dukungan terhadap PLTS Atap di perkantoran hingga sektor pariwisata. Sekda Buleleng Gede Suyasa menegaskan perlunya payung hukum sebelum program berjalan. 

“Regulasinya penting, jangan sampai kita semangat tapi bingung saat di lapangan,” katanya. Pemkab menyiapkan dasar hukum berupa surat edaran bupati agar program dapat berjalan tahun ini.

Advertisement
Editor : Iqbal Kurnia

Artikel Terkait

Lapas Singaraja Geledah Kamar Hunian, Sita Pisau Cutter hingga Botol Kaca

Lapas Singaraja Geledah Kamar Hunian, Sita Pisau Cutter hingga Botol Kaca

Tepat pukul 15.00 Wita, belasan petugas bergerak menuju Kamar Hunian 19 untuk menggelar penggeledahan mendadak terhadap badan dan kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pakai Identitas Palsu, Koki Restoran di Buleleng Gasak Barang Senilai Rp33,3 Juta

Pakai Identitas Palsu, Koki Restoran di Buleleng Gasak Barang Senilai Rp33,3 Juta

Sat Reskrim Polres Buleleng menangkap seorang pria yang diduga mencuri atau menggelapkan barang milik majikannya di Restoran Asean Kitchen, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Tamblingan, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Satpol PP Buleleng Amankan ODGJ yang Resahkan Warga, Diantar Pulang ke Keluarga

Satpol PP Buleleng Amankan ODGJ yang Resahkan Warga, Diantar Pulang ke Keluarga

Aduan warga terkait keberadaan seorang pria lanjut usia di Jalan W.R. Supratman, Kabupaten Buleleng, ditindaklanjuti Tim Lagas Satpol PP Buleleng.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer