26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 31, 2023

Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Aluna Sagita, Tersangka Prostitusi Turut Hadir

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus pembunuhan wanita bernama Aluna Sagita, 26, saat malam pergantian tahun baru 2023, akhirnya direkonstruksi oleh Polsek Denpasar Selatan (Densel), pada Jumat (27/1). Tersangka Raden Aryo Puspo Buwono, 26, juga dihadirkan dalam kegiatan yang digelar langsung di tempat kejadian perkara (TKP), Kos Elit Griya Sambora, Jalan Tukad Batanghari I, Panjer, Densel.

Kapolsek Densel Kompol Made Teja Dwi Putra Pramana memimpin rekonstruksi dengan disaksikan JPU Kejari Denpasar. Pantauan Koran Bali Express Jawa Pos Grup di TKP, polisi turut menghadirkan dua tersangka penyedia prostitusi online hasil pengembangan kasus ini, Fuad Hasan alias Bedul dan Heri Nuryanto. Mereka bertindak sebagai saksi dalam reka adegan pembunuhan itu.

Dikonfirmasi di sela-sela kegiatan itu, Kompol Teja menjelaskan total ada 43 adegan yang diperagakan. Rekontruksi ini tujuannya untuk meyakinkan penyidik kembali serta mencocokan kebenaran keterangan dari saksi dan tersangka yang disampaikan saat BAP. “Jadi kami cocokan dengan memperagakan langsung di TKP, jadi benar-benar penyidik yakin perbuatan tindak pidana itu dilakukan dengan cara apa,” ujarnya.

Baca Juga :  I Made Toya Didaulat Jadi Plh Walikota Denpasar

Adapun adegan tersebut dimulai dengan tersangka Raden Aryo yang datang ke TKP dengan berjalan kaki dan sempat memfoto-foto kos elit tersebut dari depan memakai handphone. Mengingat dia sudah janjian dengan korban melalui aplikasi untuk berkencan di TKP. Lalu tersangka masuk dan bertemu sekuriti kos yakni Heri yang sedang duduk di meja front office. Tersangka pun menanyakan kamar korban dan diberitahu oleh Heri ada di lantai satu Nomor 109.

Selanjutnya, pria asal Blitar, Jawa Timur ini pun memasuki kamar korban untuk berhubungan badan. Sayangnya media tidak diperkenankan meliput reka adegan yang dominan berlangsung di dalam kamar tersebut. Namun diketahui, Aluna Sagita dihabisi oleh tersangka ada pada adegan ke 25. “Sementara, adegan dalam rekonstruksi sudah sesuai dengan keterangan tersangka dan saksi,” tandas Perwira Melati Satu di pundak tersebut.

Berdasar penyampaian dalam rilis pers di Polresta Denpasar beberapa waktu lalu, Raden Aryo yang awalnya berniat merampok karena tidak punya uang langsung memiting leher korban dari belakang usai berhubungan badan. Kemudian membenturkan kepala Aluna Sagita ke lantai serta membekap wajahnya dengan bantal. Barulah aksi kejinya diakhiri dengan menjerat leher wanita itu memakai kabel roll.

Baca Juga :  Masih Berjualan di Lantai Bawah, Pedagang Pasar Kidul Masadu ke Dewan

Adegan berlanjut setelah membunuh wanita asal Riau tersebut, pria yang sejatinya berprofesi sebagai karyawan kafe ini mengambil barang-barang berharga korban seperti handphone. Berikutnya, dia keluar kamar dan bertemu kembali dengan Heri di front office, lalu pergi meninggalkan TKP. Kebetulan waktu itu ada kumpul bersama teman-teman Aluna termasuk Bedul di kamar 108 depan kamar korban, tapi korban tak kunjung keluar.

Bedul yang mengaku baru mengenal korban pun berusaha mengetuk pintu kamar Aluna. Akan tetapi tidak ada respon. Hingga, wanita yang diketahui baru melahirkan tersebut didapati sudah tak bernyawa dengan leher terjerat di dalam kamar. Insiden ini lantas dilaporkan Heri ke Polsek Densel. Akhirnya Raden Aryo dapat ditangkap di kosnya Jalan Serma Gede, Denpasar Barat pada Senin (2/1).

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus pembunuhan wanita bernama Aluna Sagita, 26, saat malam pergantian tahun baru 2023, akhirnya direkonstruksi oleh Polsek Denpasar Selatan (Densel), pada Jumat (27/1). Tersangka Raden Aryo Puspo Buwono, 26, juga dihadirkan dalam kegiatan yang digelar langsung di tempat kejadian perkara (TKP), Kos Elit Griya Sambora, Jalan Tukad Batanghari I, Panjer, Densel.

Kapolsek Densel Kompol Made Teja Dwi Putra Pramana memimpin rekonstruksi dengan disaksikan JPU Kejari Denpasar. Pantauan Koran Bali Express Jawa Pos Grup di TKP, polisi turut menghadirkan dua tersangka penyedia prostitusi online hasil pengembangan kasus ini, Fuad Hasan alias Bedul dan Heri Nuryanto. Mereka bertindak sebagai saksi dalam reka adegan pembunuhan itu.

Dikonfirmasi di sela-sela kegiatan itu, Kompol Teja menjelaskan total ada 43 adegan yang diperagakan. Rekontruksi ini tujuannya untuk meyakinkan penyidik kembali serta mencocokan kebenaran keterangan dari saksi dan tersangka yang disampaikan saat BAP. “Jadi kami cocokan dengan memperagakan langsung di TKP, jadi benar-benar penyidik yakin perbuatan tindak pidana itu dilakukan dengan cara apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Galungan, Gosend Bantu Percepatan Pengiriman Dodol

Adapun adegan tersebut dimulai dengan tersangka Raden Aryo yang datang ke TKP dengan berjalan kaki dan sempat memfoto-foto kos elit tersebut dari depan memakai handphone. Mengingat dia sudah janjian dengan korban melalui aplikasi untuk berkencan di TKP. Lalu tersangka masuk dan bertemu sekuriti kos yakni Heri yang sedang duduk di meja front office. Tersangka pun menanyakan kamar korban dan diberitahu oleh Heri ada di lantai satu Nomor 109.

Selanjutnya, pria asal Blitar, Jawa Timur ini pun memasuki kamar korban untuk berhubungan badan. Sayangnya media tidak diperkenankan meliput reka adegan yang dominan berlangsung di dalam kamar tersebut. Namun diketahui, Aluna Sagita dihabisi oleh tersangka ada pada adegan ke 25. “Sementara, adegan dalam rekonstruksi sudah sesuai dengan keterangan tersangka dan saksi,” tandas Perwira Melati Satu di pundak tersebut.

Berdasar penyampaian dalam rilis pers di Polresta Denpasar beberapa waktu lalu, Raden Aryo yang awalnya berniat merampok karena tidak punya uang langsung memiting leher korban dari belakang usai berhubungan badan. Kemudian membenturkan kepala Aluna Sagita ke lantai serta membekap wajahnya dengan bantal. Barulah aksi kejinya diakhiri dengan menjerat leher wanita itu memakai kabel roll.

Baca Juga :  Koster Pertegas Soal Dana Desa Adat ke Jokowi

Adegan berlanjut setelah membunuh wanita asal Riau tersebut, pria yang sejatinya berprofesi sebagai karyawan kafe ini mengambil barang-barang berharga korban seperti handphone. Berikutnya, dia keluar kamar dan bertemu kembali dengan Heri di front office, lalu pergi meninggalkan TKP. Kebetulan waktu itu ada kumpul bersama teman-teman Aluna termasuk Bedul di kamar 108 depan kamar korban, tapi korban tak kunjung keluar.

Bedul yang mengaku baru mengenal korban pun berusaha mengetuk pintu kamar Aluna. Akan tetapi tidak ada respon. Hingga, wanita yang diketahui baru melahirkan tersebut didapati sudah tak bernyawa dengan leher terjerat di dalam kamar. Insiden ini lantas dilaporkan Heri ke Polsek Densel. Akhirnya Raden Aryo dapat ditangkap di kosnya Jalan Serma Gede, Denpasar Barat pada Senin (2/1).

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru