26.5 C
Denpasar
Thursday, June 1, 2023

Tersangka Prostitusi Online Ngaku Sediakan Cewek dari Berbagai Daerah

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ada yang menarik dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Aluna Sagita di Kos Elit Griya Sambora, Jalan Tukad Batanghari I, Denpasar Selatan, pada Jumat (27/1). Fuad Hasan alias Bedul yang dihadirkan sebagai saksi membeberkan sedikit sepak terjangnya sebagai operator prostitusi online.

Sebagaimana diketahui, Bedul telah ditetapkan sebagai tersangka Prostitusi Online oleh Polresta Denpasar yang merupakan hasil pengembangan kasus pembunuhan Aluna Sagita. Pria ini dihadirkan jadi saksi dan memperagakan adegan saat mengetuk pintu kamar korban usai dibunuh oleh tersangka Raden Aryo Puspo Buwono.

Kala itu, Bedul tampak gelisah, tidak bisa duduk diam dan mondar-mandir. Saat ditanya polisi atas perilakunya tersebut, dia berdalih cuma ingin menggerakkan badan karena di sel Polresta Denpasar hanya bisa makan dan tidur. Dalam kesempatan itu, Bedul juga ditanya oleh awak media soal pekerjaaan yang membuatnya dibui sekarang.

Baca Juga :  PHDI dan MDA Bali Batasi Aktivitas HK dan Sampradya Non-Dresta Bali

Pria bertato di tangan kanan itu mengaku ke Bali sejak 2014 dan awalnya kerja jadi buruh serabutan. Kemudian ia alih profesi menjadi operator prostitusi online sejak dua tahun lalu, bersama beberapa orang lainnya, dengan penghasilan sekitar Rp 3 juta per bulan. Dia di bawah seorang bos yang disebut ada di Banyuwangi Jawa Timur. “Dengan ini saya bisa bantu orang rumah, per bulan bisa kirim Rp 1,5 juta ke orang tua karena banyak tanggungan,” ujarnya.

Selama terlibat bisnis esek-esek, pria berbadan gempal ini bahkan belum mau berkeluarga karena ingin membahagiakan orang taunya, tetapi malah masuk bui. Sehingga membuatnya sangat sedih. Adapun dalam bisnis itu Bedul memiliki lima anak buah atau cewek yang disediakan. Mereka berasal dari Jawa Barat, Medan, Batam, hingga Jakarta.

“Saya khusus dapat di Denpasar Selatan, sementara yang lain di memegang daerah lain,” tambahnya. Namun, ujungnya Bedul ditetapkan tersangka prostitusi bersama beberapa orang lainnya lainnya di Polresta Denpasar. Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas sebelumnya sempat membeberkan telah menetapkan tiga tersangka yakni berinisial TJ, DRS alias Kiky dan FH yakni Bedul.

Baca Juga :  Penerbangan RTT Ditutup, Gubernur Minta Genjot Wisatawan Negara Lain

Namun terbaru menurut Bedul, ada empat tersangka. Tiga orang laki-laki termasuk dirinya, sementara satu orang perempuan. Tapi sepengetahuannya, perempuan tersebut penahanannya ditangguhkan karena hamil tiga bulan. Adapun mengenai keberadaannya di TKP waktu itu lantaran rencana kumpul bersama teman-teman cewek Aluna Sagita di kamar 108 depan kamar korban.

Anehnya, korban yang baru Bedul kenal tersebut tak kunjung keluar kamar. Saat diketuk-ketuk pintunya juga tidak ada respon. Setelah dicarikan tukang kunci dan kamarnya dibuka, wanita asal Riau itu ditemukan tewas dengan leher terjerat.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ada yang menarik dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Aluna Sagita di Kos Elit Griya Sambora, Jalan Tukad Batanghari I, Denpasar Selatan, pada Jumat (27/1). Fuad Hasan alias Bedul yang dihadirkan sebagai saksi membeberkan sedikit sepak terjangnya sebagai operator prostitusi online.

Sebagaimana diketahui, Bedul telah ditetapkan sebagai tersangka Prostitusi Online oleh Polresta Denpasar yang merupakan hasil pengembangan kasus pembunuhan Aluna Sagita. Pria ini dihadirkan jadi saksi dan memperagakan adegan saat mengetuk pintu kamar korban usai dibunuh oleh tersangka Raden Aryo Puspo Buwono.

Kala itu, Bedul tampak gelisah, tidak bisa duduk diam dan mondar-mandir. Saat ditanya polisi atas perilakunya tersebut, dia berdalih cuma ingin menggerakkan badan karena di sel Polresta Denpasar hanya bisa makan dan tidur. Dalam kesempatan itu, Bedul juga ditanya oleh awak media soal pekerjaaan yang membuatnya dibui sekarang.

Baca Juga :  Rai Mantra Lantik Pengurus PWRI Denpasar di Pasar Badung

Pria bertato di tangan kanan itu mengaku ke Bali sejak 2014 dan awalnya kerja jadi buruh serabutan. Kemudian ia alih profesi menjadi operator prostitusi online sejak dua tahun lalu, bersama beberapa orang lainnya, dengan penghasilan sekitar Rp 3 juta per bulan. Dia di bawah seorang bos yang disebut ada di Banyuwangi Jawa Timur. “Dengan ini saya bisa bantu orang rumah, per bulan bisa kirim Rp 1,5 juta ke orang tua karena banyak tanggungan,” ujarnya.

Selama terlibat bisnis esek-esek, pria berbadan gempal ini bahkan belum mau berkeluarga karena ingin membahagiakan orang taunya, tetapi malah masuk bui. Sehingga membuatnya sangat sedih. Adapun dalam bisnis itu Bedul memiliki lima anak buah atau cewek yang disediakan. Mereka berasal dari Jawa Barat, Medan, Batam, hingga Jakarta.

“Saya khusus dapat di Denpasar Selatan, sementara yang lain di memegang daerah lain,” tambahnya. Namun, ujungnya Bedul ditetapkan tersangka prostitusi bersama beberapa orang lainnya lainnya di Polresta Denpasar. Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas sebelumnya sempat membeberkan telah menetapkan tiga tersangka yakni berinisial TJ, DRS alias Kiky dan FH yakni Bedul.

Baca Juga :  PHDI dan MDA Bali Batasi Aktivitas HK dan Sampradya Non-Dresta Bali

Namun terbaru menurut Bedul, ada empat tersangka. Tiga orang laki-laki termasuk dirinya, sementara satu orang perempuan. Tapi sepengetahuannya, perempuan tersebut penahanannya ditangguhkan karena hamil tiga bulan. Adapun mengenai keberadaannya di TKP waktu itu lantaran rencana kumpul bersama teman-teman cewek Aluna Sagita di kamar 108 depan kamar korban.

Anehnya, korban yang baru Bedul kenal tersebut tak kunjung keluar kamar. Saat diketuk-ketuk pintunya juga tidak ada respon. Setelah dicarikan tukang kunci dan kamarnya dibuka, wanita asal Riau itu ditemukan tewas dengan leher terjerat.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru