26.5 C
Denpasar
Sunday, April 2, 2023

Polisi Periksa Terlapor Pengeroyokan di Pekambingan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Satuan Reskrim Polresta Denpasar menindaklanjuti laporan pengeroyokan yang menimpa pria bernama Hironimus Ajang di Jalan Pulau Buru, Gang III, Banjar Pekambingan, Desa Dauh Puri, Denpasar Barat, yang terjadi pada Jumat (17/2). Polisi memanggil para terduga pelaku untuk diperiksa.

 

Pemanggilan untuk pemeriksaan peristiwa berdasarkan pengaduan masyakarat Dumas No: Dumas/149/II/2023/SPKT.Sat Reskrim/Polresta Denpasar/Polda Bali Tanggal 18 Februari 2023 ni dilakukan pada Senin (27/2). Hal itu disampaikan Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. Namun pihaknya belum bisa membeberkan isi dari pemeriksaan tersebut.

 

“Terduga penganiayaan berinisial KB kami panggil dan lakukan pemeriksaan intensif,” ujar Perwira Balok Tiga di pundak tersebut. Sebelum memanggil terlapor KB, penyidik juga telah lebih dulu memeriksa saksi di TKP yaitu istri korban dan tetangganya. Selain itu, beberapa teman-teman KB juga telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

 

“Laporan ini masih pengaduan Masyarakat (Dumas) setelah memeriksa para saksi penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status kasus penganiayaan tersebut,” tambahnya. Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Hironimus Ajang melapor ke Polresta Denpasar, lantaran menjadi korban penyerangan dan pengeroyokan di Kosnya, Jalan Pulau Buru III, Banjar Pekambingan, Desa Dauh Puri, Denpasar Barat, pada Jumat (17/2).

 

Didampingi Kuasa Hukumnya Vinsensius Jala, korban membeberkan tindak kekerasan yang dialaminya kepada awak media pada Sabtu (25/2). Insiden itu dikatakan bermula ketika pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini pulang dari membeli sayur di Pasar bersama istrinya Marselina Tang dan dua keponakannya sekitar pukul 20.00.

Baca Juga :  Saling Pukul, Dua Kubu Jadi Tersangka

 

Sesampainya di kos, ada sepeda motor disinyalir milik para pelaku yang menghalangi jalan masuk. Sehingga, Hironimus menurunkan dua keponakannya terlebih dahulu sambil berkata ‘turun-turun’. “Gang kos saya kan kecil, mau masuk susah, saya bilang turun ke keponakan dengan gaya bicara khas orang timur, tidak ada bicara ke pelaku,” ujar Hironimus.

 

Namun ucapan tersebut yang ternyata malah membuat dua orang pria diduga sebagai pelaku itu tersinggung. Berikutnya, korban dapat masuk ke kos dan memarkir motor, lalu istirahat sebentar. Tiba-tiba, kedua pria tersebut menggebrak gerbang kos dan meneriaki Hironimus “anj*ng, bab* Timor kau keluar, keluar kalau berani kita lawan satu-satu”.

 

Korban pun duduk sebentar dan merenungkan apa masalahnya, tetapi terus diteriaki. Maka Hironimus memutuskan menyahut dari balik pagar dengan menanyakan apa masalah mereka dan jika memang pelaku merasa dia bersalah, korban meminta maaf. Sayangnya, amarah para pria itu tak kunjung reda dan terus melontarkan tantangan berkelahi disertai makian bahkan bernada rasis yang enggan direspon korban.

 

Dua pria ini sempat pergi, tapi masalah tak habis sampai disitu. Berselang 30 menit kemudian, kedua pria itu datang kembali dan bersama beberapa orang lainnya. Total jumlah mereka sekitar enam sampai tujuh orang. Mereka mendobrak pintu gerbang dan juga menendang-nendang pintu kamar kos.

 

Padahal di dalam kos ada sepupu korban yang memili bayi baru dua minggu melahirkan. Selain itu, tindakan gerombolan tersebut sampai membuat dua keponakannya trauma. Hironimus kembali enggan menghiraukan hal itu dan tetap duduk. Hanya saja, salah satu pria menanyainya siapa yang memiliki moto Honda Supra Fit, dan dijawab bahwa motor itu adalah Honda Revo yang merupakan milik korban.

Baca Juga :  PHRI Buleleng Klaim Siap Terima Kunjungan Wisman

 

Sontak, kelompok itu berseru “ohh ini orangnya”. Korban langsung dicekik dan ditendang pinggang kirinya sampai tersungkur oleh pria yang belakangan diketahui berinisial Komang B. Hironimus pun berusaha menjelaskan, tapi diminta agar menjelaskan kepada teman-teman pria itu di luar kos saja. Maka, korban keluar dengan maksud menjelaskan. “Saya hanya tahu satu namanya Komang B, yang lainnya saya tidak tahu,” ucapnya.

 

Bukannya penjelasan korban diterima, korban justru kembali dimaki-maki oleh seorang pria berbaju kunin dan didorong-dorong sampai terhempas. Kemudian, ada satu orang berbadan lebih kecil berbaju abu-abu melayangkan pukulan ke rahang Hironimus sampai dirinya jatuh di jalan dan sempat tak sadarkan diri sekitar 15 menit. Istri korban ada di sampingnya waktu itu terus menangis dan minta tolong kepada orang yang ramai melihat.

 

Usai kejadian ini, Hironimus melakukan visum di RS Bhayangkara Denpasar, lalu melapor ke Polresta Denpasar. Meski telah menyertakan bukti lengkap, berikut video yang berisikan aksi pemukulan oleh pelaku kepada polisi, sayangnya proses hukum dinilai oleh pihaknya berjalan lambat. Para pelaku masih bebas berkeliaran.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Satuan Reskrim Polresta Denpasar menindaklanjuti laporan pengeroyokan yang menimpa pria bernama Hironimus Ajang di Jalan Pulau Buru, Gang III, Banjar Pekambingan, Desa Dauh Puri, Denpasar Barat, yang terjadi pada Jumat (17/2). Polisi memanggil para terduga pelaku untuk diperiksa.

 

Pemanggilan untuk pemeriksaan peristiwa berdasarkan pengaduan masyakarat Dumas No: Dumas/149/II/2023/SPKT.Sat Reskrim/Polresta Denpasar/Polda Bali Tanggal 18 Februari 2023 ni dilakukan pada Senin (27/2). Hal itu disampaikan Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. Namun pihaknya belum bisa membeberkan isi dari pemeriksaan tersebut.

 

“Terduga penganiayaan berinisial KB kami panggil dan lakukan pemeriksaan intensif,” ujar Perwira Balok Tiga di pundak tersebut. Sebelum memanggil terlapor KB, penyidik juga telah lebih dulu memeriksa saksi di TKP yaitu istri korban dan tetangganya. Selain itu, beberapa teman-teman KB juga telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

 

“Laporan ini masih pengaduan Masyarakat (Dumas) setelah memeriksa para saksi penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status kasus penganiayaan tersebut,” tambahnya. Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Hironimus Ajang melapor ke Polresta Denpasar, lantaran menjadi korban penyerangan dan pengeroyokan di Kosnya, Jalan Pulau Buru III, Banjar Pekambingan, Desa Dauh Puri, Denpasar Barat, pada Jumat (17/2).

 

Didampingi Kuasa Hukumnya Vinsensius Jala, korban membeberkan tindak kekerasan yang dialaminya kepada awak media pada Sabtu (25/2). Insiden itu dikatakan bermula ketika pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini pulang dari membeli sayur di Pasar bersama istrinya Marselina Tang dan dua keponakannya sekitar pukul 20.00.

Baca Juga :  Anggaran Pilkada Gianyar 2024 Naik dari Pilkada 2018

 

Sesampainya di kos, ada sepeda motor disinyalir milik para pelaku yang menghalangi jalan masuk. Sehingga, Hironimus menurunkan dua keponakannya terlebih dahulu sambil berkata ‘turun-turun’. “Gang kos saya kan kecil, mau masuk susah, saya bilang turun ke keponakan dengan gaya bicara khas orang timur, tidak ada bicara ke pelaku,” ujar Hironimus.

 

Namun ucapan tersebut yang ternyata malah membuat dua orang pria diduga sebagai pelaku itu tersinggung. Berikutnya, korban dapat masuk ke kos dan memarkir motor, lalu istirahat sebentar. Tiba-tiba, kedua pria tersebut menggebrak gerbang kos dan meneriaki Hironimus “anj*ng, bab* Timor kau keluar, keluar kalau berani kita lawan satu-satu”.

 

Korban pun duduk sebentar dan merenungkan apa masalahnya, tetapi terus diteriaki. Maka Hironimus memutuskan menyahut dari balik pagar dengan menanyakan apa masalah mereka dan jika memang pelaku merasa dia bersalah, korban meminta maaf. Sayangnya, amarah para pria itu tak kunjung reda dan terus melontarkan tantangan berkelahi disertai makian bahkan bernada rasis yang enggan direspon korban.

 

Dua pria ini sempat pergi, tapi masalah tak habis sampai disitu. Berselang 30 menit kemudian, kedua pria itu datang kembali dan bersama beberapa orang lainnya. Total jumlah mereka sekitar enam sampai tujuh orang. Mereka mendobrak pintu gerbang dan juga menendang-nendang pintu kamar kos.

 

Padahal di dalam kos ada sepupu korban yang memili bayi baru dua minggu melahirkan. Selain itu, tindakan gerombolan tersebut sampai membuat dua keponakannya trauma. Hironimus kembali enggan menghiraukan hal itu dan tetap duduk. Hanya saja, salah satu pria menanyainya siapa yang memiliki moto Honda Supra Fit, dan dijawab bahwa motor itu adalah Honda Revo yang merupakan milik korban.

Baca Juga :  Pengeroyokan di Simpang Teuku Umar Barat Belum Ada Titik Terang

 

Sontak, kelompok itu berseru “ohh ini orangnya”. Korban langsung dicekik dan ditendang pinggang kirinya sampai tersungkur oleh pria yang belakangan diketahui berinisial Komang B. Hironimus pun berusaha menjelaskan, tapi diminta agar menjelaskan kepada teman-teman pria itu di luar kos saja. Maka, korban keluar dengan maksud menjelaskan. “Saya hanya tahu satu namanya Komang B, yang lainnya saya tidak tahu,” ucapnya.

 

Bukannya penjelasan korban diterima, korban justru kembali dimaki-maki oleh seorang pria berbaju kunin dan didorong-dorong sampai terhempas. Kemudian, ada satu orang berbadan lebih kecil berbaju abu-abu melayangkan pukulan ke rahang Hironimus sampai dirinya jatuh di jalan dan sempat tak sadarkan diri sekitar 15 menit. Istri korban ada di sampingnya waktu itu terus menangis dan minta tolong kepada orang yang ramai melihat.

 

Usai kejadian ini, Hironimus melakukan visum di RS Bhayangkara Denpasar, lalu melapor ke Polresta Denpasar. Meski telah menyertakan bukti lengkap, berikut video yang berisikan aksi pemukulan oleh pelaku kepada polisi, sayangnya proses hukum dinilai oleh pihaknya berjalan lambat. Para pelaku masih bebas berkeliaran.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru