alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Banyupinaruh, Pemedek Ramai Tangkil ke Besakih

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Minggu kedua karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih mulai terlihat keramaian. Puncak keramaian terjadi pada Sabtu (26/3) hingga keesokan harinya, mengingat hari libur disertai dengan hari raya saraswati.

 

Dari pantauan dilapangan, pemedek sangat antusias untuk melakukan sembah bhakti di Pura Penataran Agung Besakih. Tidak lupa juga sebelum melakukan persembahyangan disana, para pemedek lebih dulu tangkil ke pedarman, terutama di pedarmaan pasek.

 

Ramainya pemedek tangkil pun sontak membuat arus lalulintas menjadi terhambat. Para pengendara harus menunggu lama untuk bisa melintas, karena saking banyaknya kendaraan yang ada. Bahkan, kantong-kantong parkir yang disiapkan, baik dari desa maupun pribadi juga penuh. 

 

Menurut salah satu pemedek asal Klungkung, I Made Alit Wirawan, ia berangkat dari rumahnya menuju Pura sekitar pukul 06.30, namun saking banyaknya antrean untuk sembahyang, Alit harus menunggu lebih lama. “Jam 11.30 baru saya dapat sembahyang di Penataran. Di pedarman pasek ramai sekali,” ujarnya pada Minggu (27/3).

 

Ia pun memperkirakan karena bertepatan dengan hari raya saraswati membuat pemedek ramai tangkil kesana. Apalagi hari libur di akhir pekan. “Soalnya rainan sekarang. Kalau tidak rainan mungkin tidak seperti itu ramainya,” lanjutnya.

 

Untungnya ia bersama keluarganya mengendarai sepeda motor berangkat kesana. Itu membuat perjalanan Alit menuju Pura sedikit terhindar dari mecetnya kendaraan. Tetapi, meskipun perjalanan Alit sedikit lancar, ia harus rela berjalan cukup jauh, karena tempat parkir kendaraannya cukup jauh dari Pura.

 

Ia pun menuturkan, untuk mobil sendiri tidak bisa lewat karena macetnya kendaraan disana. Bahkan, tetangganya yang lebih dulu berangkat darinya mengendarai mobil harus rela menunggu lebih lama. “Saya belakangan berangkat daripada tetangga saya, tapi saya lihat dia masih terkena macet disana. Jadinya saya lebih dulu sampai di pura,” ucapnya sambil tertawa.

 

Dikonfirmasi Minggu (27/3), Kelian Banjar Batumadeg I Putu Eka Januarta menjelaskan, padatnya pemedek tangkil terjadi pada Sabtu (26/3), sehingga mengakibatkan kemacetan terjadi diberbagai titik. “Situasi menimbulkan kemacetan panjang dari arah Menanga, Bangli termasuk arah Karangasem. Seperti kemarin (Sabtu) situasi krodit terjadi sampai pagi,” ucap Eka. (dir)


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Minggu kedua karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih mulai terlihat keramaian. Puncak keramaian terjadi pada Sabtu (26/3) hingga keesokan harinya, mengingat hari libur disertai dengan hari raya saraswati.

 

Dari pantauan dilapangan, pemedek sangat antusias untuk melakukan sembah bhakti di Pura Penataran Agung Besakih. Tidak lupa juga sebelum melakukan persembahyangan disana, para pemedek lebih dulu tangkil ke pedarman, terutama di pedarmaan pasek.

 

Ramainya pemedek tangkil pun sontak membuat arus lalulintas menjadi terhambat. Para pengendara harus menunggu lama untuk bisa melintas, karena saking banyaknya kendaraan yang ada. Bahkan, kantong-kantong parkir yang disiapkan, baik dari desa maupun pribadi juga penuh. 

 

Menurut salah satu pemedek asal Klungkung, I Made Alit Wirawan, ia berangkat dari rumahnya menuju Pura sekitar pukul 06.30, namun saking banyaknya antrean untuk sembahyang, Alit harus menunggu lebih lama. “Jam 11.30 baru saya dapat sembahyang di Penataran. Di pedarman pasek ramai sekali,” ujarnya pada Minggu (27/3).

 

Ia pun memperkirakan karena bertepatan dengan hari raya saraswati membuat pemedek ramai tangkil kesana. Apalagi hari libur di akhir pekan. “Soalnya rainan sekarang. Kalau tidak rainan mungkin tidak seperti itu ramainya,” lanjutnya.

 

Untungnya ia bersama keluarganya mengendarai sepeda motor berangkat kesana. Itu membuat perjalanan Alit menuju Pura sedikit terhindar dari mecetnya kendaraan. Tetapi, meskipun perjalanan Alit sedikit lancar, ia harus rela berjalan cukup jauh, karena tempat parkir kendaraannya cukup jauh dari Pura.

 

Ia pun menuturkan, untuk mobil sendiri tidak bisa lewat karena macetnya kendaraan disana. Bahkan, tetangganya yang lebih dulu berangkat darinya mengendarai mobil harus rela menunggu lebih lama. “Saya belakangan berangkat daripada tetangga saya, tapi saya lihat dia masih terkena macet disana. Jadinya saya lebih dulu sampai di pura,” ucapnya sambil tertawa.

 

Dikonfirmasi Minggu (27/3), Kelian Banjar Batumadeg I Putu Eka Januarta menjelaskan, padatnya pemedek tangkil terjadi pada Sabtu (26/3), sehingga mengakibatkan kemacetan terjadi diberbagai titik. “Situasi menimbulkan kemacetan panjang dari arah Menanga, Bangli termasuk arah Karangasem. Seperti kemarin (Sabtu) situasi krodit terjadi sampai pagi,” ucap Eka. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/