alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Perumda Pasar Olah Limbah Pasar Jadi Pupuk dan Desinfektan

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Untuk mengoptimalkan limbah yang dihasilkan oleh pasar, maka Perumda Pasar Argha Nayottama mengambil langkah untuk mengolah menjadi barang tepat guna. Limbah yang dihasilkan oleh pasar di Buleleng diolah menjadi pupuk serta desinfektan nabati. Sehingga limbah buah dan sayur yang dihasilkan termanfaatkan secara optimal.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama I Made Agus Yudi Arsana  saat ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan, pembuatan eco enzyme sebagai pupuk dan desinfektan alami ini   mulai dikerjakan pada awal munculnya pandemi Covid-19, yaitu pada awal tahun 2020. Karena kebutuhan disinfektan yang  tinggi pada saat itu, maka muncul ide untuk membuat eco enzyme sebagai pengganti disinfektan, selain juga sebagai pupuk dan penetralisir bau. “Ecoenzym ini dibuat sendiri oleh masing-masing pasar tanpa melibatkan pihak lain Hanya melihat dan mempelajari panduan dari internet dan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.

Kini setiap induk unit pasar di Buleleng sudah mampu membuat eco enzyme di tempatnya masing-masing. Dalam waktu 3 bulan, limbah yang mereka olah sudah dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan eco enzyme ini digunakan untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan pasar setiap harinya. Di samping itu, juga digunakan untuk pupuk di halaman pasar. Bahkan banyak pedagang yang minta untuk digunakan di rumahnya. Terkait jumlah eco enzyme yang dihasilkan selama pembuatan, tergantung dari jumlah limbah yang dihasilkan. Semakin banyak limbahnya, semakin banyak juga menghasilkan eco enzymenya. “Mereka yang buat, mereka juga yang merasakan manfaatnya. Katanya ampuh untuk basmi nyamuk, netralisir bau menyengat seperti kandang ayam. Semprotkan saja,” tembahnya. 

Sementara untuk limbah plastik yang dihasilkan di pasar-pasar dikumpulkan dalam satu tempat. Sampah-sampah tersebut di pilah kemudian dijual ke Bank Sampah.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Untuk mengoptimalkan limbah yang dihasilkan oleh pasar, maka Perumda Pasar Argha Nayottama mengambil langkah untuk mengolah menjadi barang tepat guna. Limbah yang dihasilkan oleh pasar di Buleleng diolah menjadi pupuk serta desinfektan nabati. Sehingga limbah buah dan sayur yang dihasilkan termanfaatkan secara optimal.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama I Made Agus Yudi Arsana  saat ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan, pembuatan eco enzyme sebagai pupuk dan desinfektan alami ini   mulai dikerjakan pada awal munculnya pandemi Covid-19, yaitu pada awal tahun 2020. Karena kebutuhan disinfektan yang  tinggi pada saat itu, maka muncul ide untuk membuat eco enzyme sebagai pengganti disinfektan, selain juga sebagai pupuk dan penetralisir bau. “Ecoenzym ini dibuat sendiri oleh masing-masing pasar tanpa melibatkan pihak lain Hanya melihat dan mempelajari panduan dari internet dan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.

Kini setiap induk unit pasar di Buleleng sudah mampu membuat eco enzyme di tempatnya masing-masing. Dalam waktu 3 bulan, limbah yang mereka olah sudah dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan eco enzyme ini digunakan untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan pasar setiap harinya. Di samping itu, juga digunakan untuk pupuk di halaman pasar. Bahkan banyak pedagang yang minta untuk digunakan di rumahnya. Terkait jumlah eco enzyme yang dihasilkan selama pembuatan, tergantung dari jumlah limbah yang dihasilkan. Semakin banyak limbahnya, semakin banyak juga menghasilkan eco enzymenya. “Mereka yang buat, mereka juga yang merasakan manfaatnya. Katanya ampuh untuk basmi nyamuk, netralisir bau menyengat seperti kandang ayam. Semprotkan saja,” tembahnya. 

Sementara untuk limbah plastik yang dihasilkan di pasar-pasar dikumpulkan dalam satu tempat. Sampah-sampah tersebut di pilah kemudian dijual ke Bank Sampah.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/