alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Suwirta Minta Desa Adat Perketat Penerapan Pararem Narkoba

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Peredaran gelap narkoba masih sering terjadi di Klungkung. Hal ini diyakini bisa merusak mental dan fisik para pelakunya. Dengan demikian, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta desa adat di Klungkung ikut kerja keras memberantas peredaran gelap narkoba.

Hal tersebut disampaikan Suwirta saat menghadiri rapat kerja program pemberdayaan masyarakat antinarkoba di lingkungan masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Klungkung di salah salah hotel di Klungkung, Selasa (27/4). Suwirta menyatakan, peran serta desa adat dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam memerangi peredaran narkoba. Ia pun meminta desa adat yang telah memiliki pararem agar memperketat penerapannya.

Baca Juga :  Ratusan Penyandang Disabilitas Pukau Penonton dengan Tari Kecak

Demikian pula dengan Pemkab Klungkung juga memiliki peran dalam pemberantasan narkoba. Diantaranya meningkatkan kampanye publik tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, melakukan deteksi dini melalui tes urine kepada aparatur sipil negara (ASN) dan lainnya, pembentukan relawan antinarkoba serta mengimbau pemuatan antinarkoba melalui pararem maupun awig-awig di masing-masing desa adat. “Kami juga akan memperketat setiap pintu masuk yang dicurigai menjadi tempat masuknya peredaran narkoba di Kabupaten Klungkung,” jelas Suwirta.

Kepala BNNK Klungkung AKBP I Made Pastika menjelaskan, rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara desa adat, pemerintah dan BNNK Klungkung dalam memberantas narkoba di Gumi Serombotan. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah bendesa adat.

Baca Juga :  Patah, Dahan Asem Timpa Rumah Warga Jimbaran

Harapannya, informasi tentang bahaya narkoba bisa disampaikan langsung kepada masyarakat di masing-masing desa adat. Mengingat narkoba tidak mengenal umur. Dari dewasa sampai anak-anak bisa terlibat, baik sebagai pemakai atau penjual. 


SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Peredaran gelap narkoba masih sering terjadi di Klungkung. Hal ini diyakini bisa merusak mental dan fisik para pelakunya. Dengan demikian, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta desa adat di Klungkung ikut kerja keras memberantas peredaran gelap narkoba.

Hal tersebut disampaikan Suwirta saat menghadiri rapat kerja program pemberdayaan masyarakat antinarkoba di lingkungan masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Klungkung di salah salah hotel di Klungkung, Selasa (27/4). Suwirta menyatakan, peran serta desa adat dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam memerangi peredaran narkoba. Ia pun meminta desa adat yang telah memiliki pararem agar memperketat penerapannya.

Baca Juga :  Atasi Kesulitan Air, Suwirta Minta Maksimalkan Sumur Bor dan Pamsimas

Demikian pula dengan Pemkab Klungkung juga memiliki peran dalam pemberantasan narkoba. Diantaranya meningkatkan kampanye publik tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, melakukan deteksi dini melalui tes urine kepada aparatur sipil negara (ASN) dan lainnya, pembentukan relawan antinarkoba serta mengimbau pemuatan antinarkoba melalui pararem maupun awig-awig di masing-masing desa adat. “Kami juga akan memperketat setiap pintu masuk yang dicurigai menjadi tempat masuknya peredaran narkoba di Kabupaten Klungkung,” jelas Suwirta.

Kepala BNNK Klungkung AKBP I Made Pastika menjelaskan, rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara desa adat, pemerintah dan BNNK Klungkung dalam memberantas narkoba di Gumi Serombotan. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah bendesa adat.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Apresiasi Ranperda Desa Adat

Harapannya, informasi tentang bahaya narkoba bisa disampaikan langsung kepada masyarakat di masing-masing desa adat. Mengingat narkoba tidak mengenal umur. Dari dewasa sampai anak-anak bisa terlibat, baik sebagai pemakai atau penjual. 


Most Read

Artikel Terbaru

/