alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Dinas P2KBP3A Badung Gelar Workshop Kesetaraan Gender

BALI EXPRESS, MANGUPURA – Seniasih Giri Prasta selaku penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung membuka kegiatan Workshop Kesetaraan Gender dalam Pembangunan di Kabupaten Badung Tahun 2019, Senin (27/5) di ruang pertemuan Rumah Jabatam Bupati Badung.

Ikut mendampingi, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Badung dr I Gede Putra Suteja dan Ketua DWP Badung Nesya Yoga Segara. Workshop diikuti 70 peserta dari PKK Kabupaten Badung, DWP Badung, YKI Cabang Badung, IBI Badung, WHDI Badung dan K3S Badung.

Plt Kadis P2KBP3A Kabupaten Badung, dr I Gede Putra Suteja menjelaskan, kesetaraan gender adalah istilah atau jargon yang sering digaungkan. Sebab, merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) yang tentunya memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Kondisi kesetaraan gender dapat diukur dari Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG).

 “Berdasarkan data tahun 2010-2017, angka IPG Kabupaten Badung berada di kisaran 91,33 – 94,39. Hal ini menunjukkan Trend IPG yang selalu meningkat, dapat diartikan sebagai menurunnya angka ketimpangan gender,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut Putra Suteja yang juga kepala Dinas Kesehatan itu, angka IDG Badung berada di kisaran 53,24 – 58,85. Hal ini menunjukkan peranan aktif perempuan dalam berpolitik, partisipasi dalam pengambilan keputusan serta sumbangan pendapatan perempuan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dikatakan pula, tujuan workshop guna menambah wawasan pengetahuan tentang kesetaraan hak dan kewajiban perempuan dan laki- laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Juga meningkatkan partisipasi dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan.

 “Melalui kegiatan ini kami harapkan meningkatnya pengetahuan dan wawasan mengenai gender. Di samping itu, terwujudnya koordinasi dan senergi antarorganisasi perempuan dengan pemerintah dalam upaya mewujudkan program atau kegiatan pembangunan berperspektif gender di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Kegiatan ini mendatangkan tiga narasumber, yaitu Dr. dr. Made Nyandra, Sp. Kj. M.Repro. FIAS dari Universitas Dhyana Pura dengan materi “Potensi Perempuan dalam Pembangunan Daerah”. Selanjutnya, Drs. Nyoman Darmawan, M.Si dari Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Badung membawakan materi “Arah Pembangunan Badung yang Berbasis Gender”. Terakhir, Ida Ayu Maharani S.Psi, M.Si dari Yayasan Sukham Sukinah Bhawantu dengan materi “Peran dan Strategi Organisasi Perempuan dalam Perlindungan Hak Perempuan dan Anak”.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Badung, Seniasih Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN), Dharma Wanita Persatuan wajib bersyukur dan patut berbangga. Sebab, DWP merupakan organisasi perempuan yang besar dan telah menjalankan program kerja organisasi secara terstruktur.

DWP memiliki rencana strategis yang telah digariskan tahapan-tahapan road map untuk membangun percepatan dalam upaya mensejahterakan anggota, keluarga dan masyarakat. “Selain itu, DWP juga mendorong kaum perempuan secara umum dan anggota DWP khususnya, untuk terus berkiprah dan berkarya dalam memberdayakan dirinya, mampu mandiri secara ekonomi, dan berperan lebih luas untuk turut serta menggerakkan roda pembangunan nasional,” jelasnya.

Ditambahkan, terkait tantangan perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini, DWP diharapkan menjadi salah satu unsur yang dapat mempercepat terwujudnya kesetaraan gender. Caranya, dengan mengambil peran strategis dalam meningkatkan dan mengembangkan program- program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para anggota dan masyarakat pada umumnya.

“Saya mengajak para pengurus dan anggota DWP di Badung bersama-sama berupaya meningkatkan kualitas kita sebagai anggota organisasi istri ASN, sehingga mampu bekerja secara profesional dalam menjalankan program kerja yang terintegrasi,” tandasnya.


BALI EXPRESS, MANGUPURA – Seniasih Giri Prasta selaku penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung membuka kegiatan Workshop Kesetaraan Gender dalam Pembangunan di Kabupaten Badung Tahun 2019, Senin (27/5) di ruang pertemuan Rumah Jabatam Bupati Badung.

Ikut mendampingi, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Badung dr I Gede Putra Suteja dan Ketua DWP Badung Nesya Yoga Segara. Workshop diikuti 70 peserta dari PKK Kabupaten Badung, DWP Badung, YKI Cabang Badung, IBI Badung, WHDI Badung dan K3S Badung.

Plt Kadis P2KBP3A Kabupaten Badung, dr I Gede Putra Suteja menjelaskan, kesetaraan gender adalah istilah atau jargon yang sering digaungkan. Sebab, merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) yang tentunya memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Kondisi kesetaraan gender dapat diukur dari Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG).

 “Berdasarkan data tahun 2010-2017, angka IPG Kabupaten Badung berada di kisaran 91,33 – 94,39. Hal ini menunjukkan Trend IPG yang selalu meningkat, dapat diartikan sebagai menurunnya angka ketimpangan gender,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut Putra Suteja yang juga kepala Dinas Kesehatan itu, angka IDG Badung berada di kisaran 53,24 – 58,85. Hal ini menunjukkan peranan aktif perempuan dalam berpolitik, partisipasi dalam pengambilan keputusan serta sumbangan pendapatan perempuan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dikatakan pula, tujuan workshop guna menambah wawasan pengetahuan tentang kesetaraan hak dan kewajiban perempuan dan laki- laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Juga meningkatkan partisipasi dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan.

 “Melalui kegiatan ini kami harapkan meningkatnya pengetahuan dan wawasan mengenai gender. Di samping itu, terwujudnya koordinasi dan senergi antarorganisasi perempuan dengan pemerintah dalam upaya mewujudkan program atau kegiatan pembangunan berperspektif gender di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Kegiatan ini mendatangkan tiga narasumber, yaitu Dr. dr. Made Nyandra, Sp. Kj. M.Repro. FIAS dari Universitas Dhyana Pura dengan materi “Potensi Perempuan dalam Pembangunan Daerah”. Selanjutnya, Drs. Nyoman Darmawan, M.Si dari Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Badung membawakan materi “Arah Pembangunan Badung yang Berbasis Gender”. Terakhir, Ida Ayu Maharani S.Psi, M.Si dari Yayasan Sukham Sukinah Bhawantu dengan materi “Peran dan Strategi Organisasi Perempuan dalam Perlindungan Hak Perempuan dan Anak”.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Badung, Seniasih Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN), Dharma Wanita Persatuan wajib bersyukur dan patut berbangga. Sebab, DWP merupakan organisasi perempuan yang besar dan telah menjalankan program kerja organisasi secara terstruktur.

DWP memiliki rencana strategis yang telah digariskan tahapan-tahapan road map untuk membangun percepatan dalam upaya mensejahterakan anggota, keluarga dan masyarakat. “Selain itu, DWP juga mendorong kaum perempuan secara umum dan anggota DWP khususnya, untuk terus berkiprah dan berkarya dalam memberdayakan dirinya, mampu mandiri secara ekonomi, dan berperan lebih luas untuk turut serta menggerakkan roda pembangunan nasional,” jelasnya.

Ditambahkan, terkait tantangan perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini, DWP diharapkan menjadi salah satu unsur yang dapat mempercepat terwujudnya kesetaraan gender. Caranya, dengan mengambil peran strategis dalam meningkatkan dan mengembangkan program- program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para anggota dan masyarakat pada umumnya.

“Saya mengajak para pengurus dan anggota DWP di Badung bersama-sama berupaya meningkatkan kualitas kita sebagai anggota organisasi istri ASN, sehingga mampu bekerja secara profesional dalam menjalankan program kerja yang terintegrasi,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/