alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Setelah Rusak Dua Tahun, TL Simpang Penarukan Akhirnya Diperbaiki

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Setelah rusak sejak 2 tahun lalu, traffic light (TL) simpang Penarukan akhirnya diperbaiki. Perbaikan ini dilakukan sejak tanggal 22 Mei lalu. Perbaikan ini disebut-sebut satu paket dengan proyek di jalur nasional dari batas Kota Singaraja sampai dengan batas kota Amlapura, Karangasem, dengan nominal mencapai Rp 1,7 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, mengatakan Dishub sudah 14 kali bersurat ke Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB di Denpasar. Mengingat TL tersebut berada di jalur nasional sehingga kewenangan perbaikan ada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Transportasi Darat (Transdar) Bali Nusra.

“Kami sudah informasikan dan sudah bersurat 14 kali. Setelah itu ada lampu hijau dari Kemenhub yang memastikan bahwa pada tahun 2019 semua kerusakan akan diganti,” jelasnya.

Benar saja. Angin segar berhembus dari Pusat. Tepatnya pada bulan Januari, perbaikan TL simpang Penarukan beserta yang lainnya sampai ke batas kota Amlapura telah masuk dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Kemenhub. Tender pun dilakukan sampai pada bulan Februari lalu.

PT Mortex disebut-sebut berhasil memenangkan tender paket perbaikan tersebut. “Nilainya Rp. 1,7 Milyar. Satu paket sepanjang batas kota Singaraja, Kubutambahan sampai ke batas kota Amlapura, Karangasem,” ujar Gunawan, Senin (27/5) siang.

Terkait progress pengerjaan sudah masuk ke tahap pembongkaran TL yang rusak pada tanggal 22 Mei 2019. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan beton rangka tiang TL. Secara teknis pemasangan beton rangka TL menunggu kering. Setelah itu, kelistrikan dan jaringan diperbaiki. “Alatnya sudah ada, tinggal masang saja,” ungkapnya.

Gunawan menghimbau agar pengendara yang melintas di simpang Penarukan untuk tetap berhati-hati selama perbaikan. Himbauan ini diberikan mengingat pada simpang Penarukan pada pagi sampai siang hari memang sangat krodit karena ada pusat bisnis, sekolah dan terminal.

Kendatipun selama ini pihaknya menyebut belum pernah ada laka lantas yang berarti akibat rusaknya lampu TL tersebut. “Oleh karena itu, kami himbau untuk selalu berhati-hati jika melintas. Kami juga sudah usulkan ke Pemerintah Pusat agar dibuatkan yellow box disana,” tutup Gunawan.


BALI EXPRESS, SINGARAJA-Setelah rusak sejak 2 tahun lalu, traffic light (TL) simpang Penarukan akhirnya diperbaiki. Perbaikan ini dilakukan sejak tanggal 22 Mei lalu. Perbaikan ini disebut-sebut satu paket dengan proyek di jalur nasional dari batas Kota Singaraja sampai dengan batas kota Amlapura, Karangasem, dengan nominal mencapai Rp 1,7 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, mengatakan Dishub sudah 14 kali bersurat ke Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB di Denpasar. Mengingat TL tersebut berada di jalur nasional sehingga kewenangan perbaikan ada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Transportasi Darat (Transdar) Bali Nusra.

“Kami sudah informasikan dan sudah bersurat 14 kali. Setelah itu ada lampu hijau dari Kemenhub yang memastikan bahwa pada tahun 2019 semua kerusakan akan diganti,” jelasnya.

Benar saja. Angin segar berhembus dari Pusat. Tepatnya pada bulan Januari, perbaikan TL simpang Penarukan beserta yang lainnya sampai ke batas kota Amlapura telah masuk dalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) Kemenhub. Tender pun dilakukan sampai pada bulan Februari lalu.

PT Mortex disebut-sebut berhasil memenangkan tender paket perbaikan tersebut. “Nilainya Rp. 1,7 Milyar. Satu paket sepanjang batas kota Singaraja, Kubutambahan sampai ke batas kota Amlapura, Karangasem,” ujar Gunawan, Senin (27/5) siang.

Terkait progress pengerjaan sudah masuk ke tahap pembongkaran TL yang rusak pada tanggal 22 Mei 2019. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan beton rangka tiang TL. Secara teknis pemasangan beton rangka TL menunggu kering. Setelah itu, kelistrikan dan jaringan diperbaiki. “Alatnya sudah ada, tinggal masang saja,” ungkapnya.

Gunawan menghimbau agar pengendara yang melintas di simpang Penarukan untuk tetap berhati-hati selama perbaikan. Himbauan ini diberikan mengingat pada simpang Penarukan pada pagi sampai siang hari memang sangat krodit karena ada pusat bisnis, sekolah dan terminal.

Kendatipun selama ini pihaknya menyebut belum pernah ada laka lantas yang berarti akibat rusaknya lampu TL tersebut. “Oleh karena itu, kami himbau untuk selalu berhati-hati jika melintas. Kami juga sudah usulkan ke Pemerintah Pusat agar dibuatkan yellow box disana,” tutup Gunawan.


Most Read

Artikel Terbaru

/