alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pedagang Takut Stok Barang

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, beberapa harga barang di Pasar Amlapura Timur, Karangasem mengalami kenaikan harga. Salah satu yang terlihat jelas adalah harga tomat yang kini mencapai Rp 18 ribu perkilogramnya.

 

Salah satu pedagang di Pasar Amlapura Timur, Nengah Raka Astini mengaku, kenaikan harga tomat mencapai Rp 10 ribu perkilogramnya. Dulunya yang ia jual seharga Rp 8 ribu, kini sudah menembus angka Rp 18 ribu. “Harganya naik mulai sekitar tiga hari lalu,” ujarnya pada Jumat (27/5).

 

Dirinya pun tak mengetahui apa penyebab naiknya harga tomat kali ini. Melihat situasi harga barang melonjak disertai dengan hasil penjualan yang menurun, dirinya tidak berani membeli barang terlalu banyak. “Saya tidak berani stok barang terlalu banyak, disamping harga mahal, situasi pasar juga sangat sepi,” lanjutnya.

 

Hal senada juga disampaikan Ariani yang membuka lapak didekat Raka. Terlihat ia sedikit gelisah karena stok barang yang ia punya masih cukup banyak. “Sekarang atasnya sih terlihat bagus, tapi kita tidak tahu bawahnya,” imbuh Ariani.

 

Ariani pun mengaku penjualannya mengalami penurunan ketika harga tomat cukup mahal ini. Dirinya yang sering mengambil barang di Pasar Klungkung juga mengaku sedikit kesulitan untuk mencari barang disana. “Di Klungkung juga sedikit ada barang,” pungkasnya. (dir)


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, beberapa harga barang di Pasar Amlapura Timur, Karangasem mengalami kenaikan harga. Salah satu yang terlihat jelas adalah harga tomat yang kini mencapai Rp 18 ribu perkilogramnya.

 

Salah satu pedagang di Pasar Amlapura Timur, Nengah Raka Astini mengaku, kenaikan harga tomat mencapai Rp 10 ribu perkilogramnya. Dulunya yang ia jual seharga Rp 8 ribu, kini sudah menembus angka Rp 18 ribu. “Harganya naik mulai sekitar tiga hari lalu,” ujarnya pada Jumat (27/5).

 

Dirinya pun tak mengetahui apa penyebab naiknya harga tomat kali ini. Melihat situasi harga barang melonjak disertai dengan hasil penjualan yang menurun, dirinya tidak berani membeli barang terlalu banyak. “Saya tidak berani stok barang terlalu banyak, disamping harga mahal, situasi pasar juga sangat sepi,” lanjutnya.

 

Hal senada juga disampaikan Ariani yang membuka lapak didekat Raka. Terlihat ia sedikit gelisah karena stok barang yang ia punya masih cukup banyak. “Sekarang atasnya sih terlihat bagus, tapi kita tidak tahu bawahnya,” imbuh Ariani.

 

Ariani pun mengaku penjualannya mengalami penurunan ketika harga tomat cukup mahal ini. Dirinya yang sering mengambil barang di Pasar Klungkung juga mengaku sedikit kesulitan untuk mencari barang disana. “Di Klungkung juga sedikit ada barang,” pungkasnya. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/