26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Vaksinasi di Brahmavihara Arama, Bantu Tuntaskan Percepatan Vaksinasi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Percepatan vaksinasi di Buleleng hingga kini terus dikebut. Antuasiasme masyarakat dalam melakukan vaksinasi sangat tinggi. Seperti yang terlihat di areal Brahmavihara Arama, Minggu (27/6) pagi. Warga silih berganti datang ke lokasi untuk mendapatkan vaksin tahap pertama. Vaksinasi masal yang dilakukan ini difasilitasi oleh organisasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali dan IKBS Buleleng bersama Yayasan Girirakkhito Mahathera serta Provinsi Bali. Vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah vaksin Aztrazaneca yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Ketua INTI Bali, Sudiarta Indrajaya mengatakan, vaksinasi masal ini dilakukan dalam rangka membantu pemerintah melakukan percepatan vaksinasi. Dipilihnya lokasi Brahmavihara Arama sebagai titik vaksinasi, sebab vihara ini merupakan salah satu daya tarik wisata di Bali serta masyarakat di wilayah Banjar belum masuk dalam daftar prioritas vaksinasi. “Karena disini merupakan salah satu vihara tertua di Bali. Dan salah satu daya tarik wisata yang bersifat spiritual. Banjar juga belum merupakan salah satu prioritas untuk vaksinasi. Jadi kami melakukan vaksinasi di sini. Sekitar 5000 lebih warga yang belum tervaksin. Kalau memungkinkan sekarang ada 1.500 vaksin dari Dinkes Bali. Kami membantu pemerintah untuk membentuk herd immunity di masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Buleleng Minta Izin Buka Data PDP Covid-19, Ini Alasannya

Sementara untuk vaksinanasi tahap II, Sudiarta masih menunggu arahan pemerintah. Bila tahap II nanti diberikan ijin maka akan kembali dilakukan. Namun jika tidak, masyarakat dapat mengikuti vaksinasi tahap II yang dilakukan pemerintah. “Walau terbatas masyarakat sangat antusias. Nanti pada vaksin tahap 2 jika dijinkan lagi oleh pemerintah, maka kami akan lakukan disini. Kami bukan hanya sekedar melakukan vaksinasi hari ini saja. Kami membantu pemerintah serta membantu masyarakat yang belum tervaksin. Mereka juga bisa mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani vaksinasi,” kata dia.

Di sisi lain, Camat Banjar, Arya Suardana mengatakan, dari 49.000 warga yang layak vaksinasi, baru 38 persen warga yang tervaksin. Tentu hal itu membutuhkan kerja ekstra aar target 70 pesen vaksin tercapai. “Rencana awal adalah 1.000 warga yang akan divaksin. Tapi yang daftar ada 1.500. Jadi melebihi target. Kegiatan ini sangat membantu kami dan pemerintah dalam melakukan program vaksin. Sehingga target 70 persen vaksinasi bisa segera tercapai. Saat ini kecamatan Banjar, baru 38 persen yang layak vaksin. Kami harus kerja lebih ekstra lagi. Total penduduk di kecamatan Banjar ada 49.000 jiwa,” ujar Arya. 

Baca Juga :  Aparat Desa dan Kelurahan di Buleleng Digelontor APD Lengkap

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Percepatan vaksinasi di Buleleng hingga kini terus dikebut. Antuasiasme masyarakat dalam melakukan vaksinasi sangat tinggi. Seperti yang terlihat di areal Brahmavihara Arama, Minggu (27/6) pagi. Warga silih berganti datang ke lokasi untuk mendapatkan vaksin tahap pertama. Vaksinasi masal yang dilakukan ini difasilitasi oleh organisasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali dan IKBS Buleleng bersama Yayasan Girirakkhito Mahathera serta Provinsi Bali. Vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah vaksin Aztrazaneca yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Ketua INTI Bali, Sudiarta Indrajaya mengatakan, vaksinasi masal ini dilakukan dalam rangka membantu pemerintah melakukan percepatan vaksinasi. Dipilihnya lokasi Brahmavihara Arama sebagai titik vaksinasi, sebab vihara ini merupakan salah satu daya tarik wisata di Bali serta masyarakat di wilayah Banjar belum masuk dalam daftar prioritas vaksinasi. “Karena disini merupakan salah satu vihara tertua di Bali. Dan salah satu daya tarik wisata yang bersifat spiritual. Banjar juga belum merupakan salah satu prioritas untuk vaksinasi. Jadi kami melakukan vaksinasi di sini. Sekitar 5000 lebih warga yang belum tervaksin. Kalau memungkinkan sekarang ada 1.500 vaksin dari Dinkes Bali. Kami membantu pemerintah untuk membentuk herd immunity di masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  18 PMI di Tabanan Jalani Rapid Test, Hasilnya Negatif Covid-19

Sementara untuk vaksinanasi tahap II, Sudiarta masih menunggu arahan pemerintah. Bila tahap II nanti diberikan ijin maka akan kembali dilakukan. Namun jika tidak, masyarakat dapat mengikuti vaksinasi tahap II yang dilakukan pemerintah. “Walau terbatas masyarakat sangat antusias. Nanti pada vaksin tahap 2 jika dijinkan lagi oleh pemerintah, maka kami akan lakukan disini. Kami bukan hanya sekedar melakukan vaksinasi hari ini saja. Kami membantu pemerintah serta membantu masyarakat yang belum tervaksin. Mereka juga bisa mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani vaksinasi,” kata dia.

Di sisi lain, Camat Banjar, Arya Suardana mengatakan, dari 49.000 warga yang layak vaksinasi, baru 38 persen warga yang tervaksin. Tentu hal itu membutuhkan kerja ekstra aar target 70 pesen vaksin tercapai. “Rencana awal adalah 1.000 warga yang akan divaksin. Tapi yang daftar ada 1.500. Jadi melebihi target. Kegiatan ini sangat membantu kami dan pemerintah dalam melakukan program vaksin. Sehingga target 70 persen vaksinasi bisa segera tercapai. Saat ini kecamatan Banjar, baru 38 persen yang layak vaksin. Kami harus kerja lebih ekstra lagi. Total penduduk di kecamatan Banjar ada 49.000 jiwa,” ujar Arya. 

Baca Juga :  Resmi Direkomendasi Demokrat, GiriAsa Kuasai 92,5 Persen Dukungan

Most Read

Artikel Terbaru