alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Pemulihan Tradisi Budaya, Wawali Arya Wibawa Buka BMS Kite Festival

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa membuka ST BMS Kite Festival yang dilaksanakan Sekaa Teruna Bina Manggala Santhi (ST BMS), Banjar Mertagangga, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara. Pembukaan ditandai dengan menaikkan layang-layang maskot ST BMS,  Minggu (26/6).

Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, layang-layang telah menjadi permainan tradisi bagi masyarakat. Terlebih layang-layang memiliki filosofi konsep Rare Angon yang terus berkembang serta menjadi even di ajang daerah, nasional hingga internasional.

Dikatakannya, kreativitas dalam layang-layang saat ini semakin maju, sehingga perlu terus didukung. Apalagi ini merupakan pemulihan budaya paska pandemi selama dua tahun ini.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Ajak Warga Gelorakan Spirit Manyama Braya

“Ini lomba layang-layang secara offline paska pandemi yang melanda. Kreativitas layang-layang harus terus didukung dalam pelestarian permainan tradisi dengan kreativitas yang terus berkembang, ” terangnya.

Dikatakannya, tradisi layang-layang dari segi ekonomi kreatif  tidak saja menjaga tradisi, namun mampu memberikan manfaat ekonomi kedepan dalam bidang kreativitas.

Sementara Ketua Panitia Lomba, Putu Yogi Sucipta Putra mengatakan, lomba layang-layang yang digelar di Subak Pakel, Desa Ubung Kaja ini, diikuti 317 peserta.

Ada beberapa kategori dalam lomba yang melibatkan peserta dari luar Denpasr ini, mulai dari layangan plastik, kategori remaja, dewasa, dan celepuk. Sementara jenis layang-layang yang dilombakan, yakni bebean, pecukan, janggan buntut, janggan, dan celepuk.

Baca Juga :  Bali Darurat Sampah Plastik, KMHDI-Peradah Gelar Dialog

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa membuka ST BMS Kite Festival yang dilaksanakan Sekaa Teruna Bina Manggala Santhi (ST BMS), Banjar Mertagangga, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara. Pembukaan ditandai dengan menaikkan layang-layang maskot ST BMS,  Minggu (26/6).

Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, layang-layang telah menjadi permainan tradisi bagi masyarakat. Terlebih layang-layang memiliki filosofi konsep Rare Angon yang terus berkembang serta menjadi even di ajang daerah, nasional hingga internasional.

Dikatakannya, kreativitas dalam layang-layang saat ini semakin maju, sehingga perlu terus didukung. Apalagi ini merupakan pemulihan budaya paska pandemi selama dua tahun ini.

Baca Juga :  Masih Banyak Subak di Gianyar Belum Miliki Alsintan Memadai

“Ini lomba layang-layang secara offline paska pandemi yang melanda. Kreativitas layang-layang harus terus didukung dalam pelestarian permainan tradisi dengan kreativitas yang terus berkembang, ” terangnya.

Dikatakannya, tradisi layang-layang dari segi ekonomi kreatif  tidak saja menjaga tradisi, namun mampu memberikan manfaat ekonomi kedepan dalam bidang kreativitas.

Sementara Ketua Panitia Lomba, Putu Yogi Sucipta Putra mengatakan, lomba layang-layang yang digelar di Subak Pakel, Desa Ubung Kaja ini, diikuti 317 peserta.

Ada beberapa kategori dalam lomba yang melibatkan peserta dari luar Denpasr ini, mulai dari layangan plastik, kategori remaja, dewasa, dan celepuk. Sementara jenis layang-layang yang dilombakan, yakni bebean, pecukan, janggan buntut, janggan, dan celepuk.

Baca Juga :  Aksi Bersih Pantai, Wawali Arya Wibawa Hadiri HUT PMI Denpasar

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/