alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Aturan Diubah, Tak Semua OTG-GR di Bangli Wajib Isolasi Terpusat

BANGLI,  BALI EXPRESS- Baru beberapa hari berjalan, Pemkab Bangli mengubah aturan isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR) Covid-19. Aturan awal, semua OTG-GR wajib menjalani isolasi terpusat di gedung diklat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli. Namun aturan yang baru, tidak semua wajib dirawat di sana.

Hal itu dibenarkan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa, Selasa (27/7). Dirgayusa mengatakan, apabila yang positif adalah satu keluarga atau satu rumah boleh isolasi mandiri di rumahnya. Terpenting tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Sebelum diizinkan isolasi di rumah, keberadaan tempat tinggal keluarga tersebut dipastikan dulu oleh satgas di desa. Dipastikan bahwa rumahnya benar-benar sendiri atau tidak satu pekarangan dengan warga lainnya. 

Selama isolasi juga wajib diawasi oleh satgas desa. Ketahuan melanggar, misalnya berkeliaran dan lainnya, langsung dijemput petugas, dibawa ke tempat isolasi terpusat. “Kalau melanggar satu, semua diangkut,” tegas Dirgayusa.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli ini menyebutkan, aturan isolasi terpusat lebih longgar karena mendengar aspirasi masyarakat. Beberapa orang minta isolasi di rumahnya karena pertimbangan memelihara ternak dan lainnya. Sehingga diberikan kebijakan. Terpenting tetap mengikuti prokes agar tidak menularkan virus.  “Mereka diberikan sembako melalui Dinas Sosial,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bangli mulai memberlakukan isolasi terpusat sejak Minggu (25/7) lalu. Lokasinya di gedung diklat RSJ Bangli. Dengan daya tampung sekitar 100 orang. Apabila penuh, pemerintah sudah menyiapkan tempat cadangan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Dusun Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli. Selama isolasi, kebutuhan makan ditanggung pemerintah.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta ditemui di RSJ, Minggu mengatakan, Pemkab Bangli menyiapkan tempat isolasi karena kasu Covid-19 Bangli terus mengalami peningkatan. Selain itu juga karena instruksi pemerintah pusat.

 

 


BANGLI,  BALI EXPRESS- Baru beberapa hari berjalan, Pemkab Bangli mengubah aturan isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala dan gejala ringan (OTG-GR) Covid-19. Aturan awal, semua OTG-GR wajib menjalani isolasi terpusat di gedung diklat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli. Namun aturan yang baru, tidak semua wajib dirawat di sana.

Hal itu dibenarkan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa, Selasa (27/7). Dirgayusa mengatakan, apabila yang positif adalah satu keluarga atau satu rumah boleh isolasi mandiri di rumahnya. Terpenting tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Sebelum diizinkan isolasi di rumah, keberadaan tempat tinggal keluarga tersebut dipastikan dulu oleh satgas di desa. Dipastikan bahwa rumahnya benar-benar sendiri atau tidak satu pekarangan dengan warga lainnya. 

Selama isolasi juga wajib diawasi oleh satgas desa. Ketahuan melanggar, misalnya berkeliaran dan lainnya, langsung dijemput petugas, dibawa ke tempat isolasi terpusat. “Kalau melanggar satu, semua diangkut,” tegas Dirgayusa.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli ini menyebutkan, aturan isolasi terpusat lebih longgar karena mendengar aspirasi masyarakat. Beberapa orang minta isolasi di rumahnya karena pertimbangan memelihara ternak dan lainnya. Sehingga diberikan kebijakan. Terpenting tetap mengikuti prokes agar tidak menularkan virus.  “Mereka diberikan sembako melalui Dinas Sosial,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bangli mulai memberlakukan isolasi terpusat sejak Minggu (25/7) lalu. Lokasinya di gedung diklat RSJ Bangli. Dengan daya tampung sekitar 100 orang. Apabila penuh, pemerintah sudah menyiapkan tempat cadangan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Dusun Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli. Selama isolasi, kebutuhan makan ditanggung pemerintah.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta ditemui di RSJ, Minggu mengatakan, Pemkab Bangli menyiapkan tempat isolasi karena kasu Covid-19 Bangli terus mengalami peningkatan. Selain itu juga karena instruksi pemerintah pusat.

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/