alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Instruksi Bupati, Segera Cairkan Insentif Nakes

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Angka kasus Covid-19 di Karangasem sempat mengkhawatirkan beberapa pekan lalu. Pemerintah setempat melalui Satgas Covid-19 sudah berupaya menekan agar penambahan kasus tak terjadi signifikan. Tenaga medis yang ditugaskan menangani pasien Korona di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya sudah bekerja keras.

Begitu pula program vaksinasi Covid-19 di masyarakat sudah berjalan. Namun beberapa masalah masih dijumpai. Salah satunya insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga vaksinasi Covid-19. Rupanya insentif nakes dan tenaga vaksinasi Covid-19 di Karangasem belum cair.

Anggaran yang dipasang untuk insentif nakes sebesar Rp 1,7 miliar. Sedangkan untuk tenaga vaksinator sebesar Rp 9 miliar, namun baru diamprah Rp 300 juta. Lantaran belum diamprah seluruhnya membuat Gede Dana prihatin. Dirinya menegaskan jajarannya memprioritaskan pencairan insentif nakes termasuk tenaga vaksinator agar segera dicairkan.

Pemberian insentif oleh pemerintah dinilai penting. Sebab hal itu adalah bentuk apresiasi demi upaya meningkatkan semangat kerja dan optimisme nakes dalam menangani pandemi Covid-19. “Selain untuk memenuhi apa yang menjadi hak mereka, ini untuk menjaga semangat dalam pelayanan kesehatan,” tegas Gede Dana di hadapan organisasi profesi kesehatan Karangasem, Selasa (27/7). 

Menurutnya, para nakes sangat rentan terpapar Covid-19 dari pasien yang ditangani. Terbukti, sejauh ini ada 94 orang sudah terpapar Covid-19. Belum termasuk tenaga penunjang. Sehingga jumlah keseluruhan nakes yang sempat terpapar Korona sebanyak 108 orang.

“Nakes di Karangasem sangat minim. Apalagi sekarang difokuskan ke penanganan Covid-19. Saya sangat apresiasi atas kesabaran yang tinggi ini. Kami mohon maaf kepada para perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Saya tidak izinkan dulu pindah keluar dari Karangasem. Terkait tugas belajar ke luar, kami juga tidak izinkan dulu,” ucapnya, didampingi Sekda I Ketut Sedana Merta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dr Gusti Bagus Putra Pertama menegaskan, penanganan Covid-19 dari sisi anggaran, sudah terbagi di masing-masing perangkat dan unit. Misalnya insentif untuk nakes Covid-19 totalnya Rp 1,7 miliar, insentif vaksinator sebesar Rp 9 miliar dan kegiatan tracing dan testing sebesar Rp 3 miliar. “Dalam penanganan Covid-19 ini, kami kerahkan seluruh organisasi profesi. Ada 1.612 orang yang tersebar di seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga penunjang lainnya. Sehingga jumlahnya 2.400 anggota. Melihat kondisi sekarang, ini barangkali menyebabkan volume pekerjaan menjadi naik. Kami juga membuka puskesmas sampai 24 jam,” terangnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS- Angka kasus Covid-19 di Karangasem sempat mengkhawatirkan beberapa pekan lalu. Pemerintah setempat melalui Satgas Covid-19 sudah berupaya menekan agar penambahan kasus tak terjadi signifikan. Tenaga medis yang ditugaskan menangani pasien Korona di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya sudah bekerja keras.

Begitu pula program vaksinasi Covid-19 di masyarakat sudah berjalan. Namun beberapa masalah masih dijumpai. Salah satunya insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga vaksinasi Covid-19. Rupanya insentif nakes dan tenaga vaksinasi Covid-19 di Karangasem belum cair.

Anggaran yang dipasang untuk insentif nakes sebesar Rp 1,7 miliar. Sedangkan untuk tenaga vaksinator sebesar Rp 9 miliar, namun baru diamprah Rp 300 juta. Lantaran belum diamprah seluruhnya membuat Gede Dana prihatin. Dirinya menegaskan jajarannya memprioritaskan pencairan insentif nakes termasuk tenaga vaksinator agar segera dicairkan.

Pemberian insentif oleh pemerintah dinilai penting. Sebab hal itu adalah bentuk apresiasi demi upaya meningkatkan semangat kerja dan optimisme nakes dalam menangani pandemi Covid-19. “Selain untuk memenuhi apa yang menjadi hak mereka, ini untuk menjaga semangat dalam pelayanan kesehatan,” tegas Gede Dana di hadapan organisasi profesi kesehatan Karangasem, Selasa (27/7). 

Menurutnya, para nakes sangat rentan terpapar Covid-19 dari pasien yang ditangani. Terbukti, sejauh ini ada 94 orang sudah terpapar Covid-19. Belum termasuk tenaga penunjang. Sehingga jumlah keseluruhan nakes yang sempat terpapar Korona sebanyak 108 orang.

“Nakes di Karangasem sangat minim. Apalagi sekarang difokuskan ke penanganan Covid-19. Saya sangat apresiasi atas kesabaran yang tinggi ini. Kami mohon maaf kepada para perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Saya tidak izinkan dulu pindah keluar dari Karangasem. Terkait tugas belajar ke luar, kami juga tidak izinkan dulu,” ucapnya, didampingi Sekda I Ketut Sedana Merta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dr Gusti Bagus Putra Pertama menegaskan, penanganan Covid-19 dari sisi anggaran, sudah terbagi di masing-masing perangkat dan unit. Misalnya insentif untuk nakes Covid-19 totalnya Rp 1,7 miliar, insentif vaksinator sebesar Rp 9 miliar dan kegiatan tracing dan testing sebesar Rp 3 miliar. “Dalam penanganan Covid-19 ini, kami kerahkan seluruh organisasi profesi. Ada 1.612 orang yang tersebar di seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga penunjang lainnya. Sehingga jumlahnya 2.400 anggota. Melihat kondisi sekarang, ini barangkali menyebabkan volume pekerjaan menjadi naik. Kami juga membuka puskesmas sampai 24 jam,” terangnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/