alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Gubernur Koster Bantah Pembangunan Bandara Bali Utara Dibatalkan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah dikabarkan akan menghapus sejumlah proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Bandara Bali Utara, yang rencananya akan dibangun di Buleleng ini, disebut-sebut menjadi salah satu proyek yang dihapuskan. Rencananya, penghapusan sejumlah PSN tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022, menggantikan Permen Nomor 7 Tahun 2021. Adapun hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo.

 

Diwawancarai terkait hal itu usai pelaksanaan peninjauan Pelabuhan Sanur, Rabu (27/7), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, enggan berkomentar banyak. Ia sempat mengatakan, bahwa tentunya yang namanya PSN itu dibahas secara komprehensif. Namun pihaknya menekankan, Bali merupakan destinasi wisata utama sehingga harus secara selektif untuk dibangun. “Kita harus selektif membangun Bali dengan fungsi-fungsi yang berguna dan bermanfaat sehingga kami lebih ketat. Sementara pembangunan Pelabuhan Sanur ini juga sudah kami mapping dan semoga apa yang kita lakukan ini bisa menjadi hal yang baik,” katanya

Baca Juga :  Tronton Ngatrek, Lindas Motor, Tabrak Mobil dan Pagar Rumah

 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali, Wayan Koster, membantah kabar bahwa arti dari penghapusan pembangunan Bandara Bali Utara itu berarti dibatalkan. “Yang katakan batal (dibangun) siapa? Siapa bilang batal, soal waktu, kalau bangun bandara sekarang jalan tolnya belum ada mau ngapain? Pasti akan memproses. Kalau waktunya belum dibangun, ngapain bikin PSN. Kan saya tahu,” ucapnya.

 

Sementara itu terkait pembangunan Pelabuhan Sanur, prosesnya telah mencapai 89,7 persen. Pelabuhan yang menghubungkan Sanur dengan Nusa Penida ini ditargetkan rampung pada September 2022 mendatang. Pembangunan Pelabuhan Sanur ini sudah digarap sejak Desember 2020 lalu yang meliputi pekerjaan jasa konsultansi dan pekerjaan konstruksi (fisik). Pembangunan tersebut dilakukan dalam periode tahun anggaran jamak (multiyears) 2020-2022 yang bersumber dari APBN Kemenhub dengan total anggaran senilai Rp 398 miliar.

Baca Juga :  HUT ke-60, Laba Bank BPD Bali Lebihi Target Pencapaian Mei 2022





Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah dikabarkan akan menghapus sejumlah proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Bandara Bali Utara, yang rencananya akan dibangun di Buleleng ini, disebut-sebut menjadi salah satu proyek yang dihapuskan. Rencananya, penghapusan sejumlah PSN tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022, menggantikan Permen Nomor 7 Tahun 2021. Adapun hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo.

 

Diwawancarai terkait hal itu usai pelaksanaan peninjauan Pelabuhan Sanur, Rabu (27/7), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, enggan berkomentar banyak. Ia sempat mengatakan, bahwa tentunya yang namanya PSN itu dibahas secara komprehensif. Namun pihaknya menekankan, Bali merupakan destinasi wisata utama sehingga harus secara selektif untuk dibangun. “Kita harus selektif membangun Bali dengan fungsi-fungsi yang berguna dan bermanfaat sehingga kami lebih ketat. Sementara pembangunan Pelabuhan Sanur ini juga sudah kami mapping dan semoga apa yang kita lakukan ini bisa menjadi hal yang baik,” katanya

Baca Juga :  Cegah Covid-19, PN Denpasar Adakan Tes Swab Massal

 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali, Wayan Koster, membantah kabar bahwa arti dari penghapusan pembangunan Bandara Bali Utara itu berarti dibatalkan. “Yang katakan batal (dibangun) siapa? Siapa bilang batal, soal waktu, kalau bangun bandara sekarang jalan tolnya belum ada mau ngapain? Pasti akan memproses. Kalau waktunya belum dibangun, ngapain bikin PSN. Kan saya tahu,” ucapnya.

 

Sementara itu terkait pembangunan Pelabuhan Sanur, prosesnya telah mencapai 89,7 persen. Pelabuhan yang menghubungkan Sanur dengan Nusa Penida ini ditargetkan rampung pada September 2022 mendatang. Pembangunan Pelabuhan Sanur ini sudah digarap sejak Desember 2020 lalu yang meliputi pekerjaan jasa konsultansi dan pekerjaan konstruksi (fisik). Pembangunan tersebut dilakukan dalam periode tahun anggaran jamak (multiyears) 2020-2022 yang bersumber dari APBN Kemenhub dengan total anggaran senilai Rp 398 miliar.

Baca Juga :  Waspada! Aksi Pencurian Burung Resahkan Warga Ketewel





Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/